Setelah menjalani 3 rapat yang melelahkan,Clev memutuskan untuk pulang sendiri dengan mobil pribadinya.
Seperti biasa Clev akan menuju pusat kota memarkirkan kendaraannya di sebuah parkiran umum dan berjalan seperti warga biasa di trotoar jalan kota Drep,lalu mencari tempat kopi untuk bersantai. Clev masuk ke dalam sebuah cafe dan memesan kopi juga roti.
Setelah duduk di kursi dan menunggu beberapa saat seorang pelayan datang membawa kopi dan roti pesanan Clev,
"Permisi.. Capuccino dan roti panggang coklat nya,Pak" ujar seorang pelayan lalu menaruh Capuccino dan roti di meja Clev.
"Makasih ya.." jawab Clev sambil tersenyum
Lalu pelayan itu balik tersenyum.
Clev langsung menyesap kopinya dan memotong roti panggang nya sambil melihat layar handphone nya ,untuk melihat berita soal kehidupan kota Drep.
Tak berapa lama di seberang cafe tempat Clev berada ada sebuah keributan yang melibatkan 2 orang berbadan besar dan seorang pemilik restoran lalu kedua orang besar itu terlihat mendorong pemilik restoran itu hingga terjatuh dan merusak sebuah gagang pintu restoran itu, lalu kemudian pergi. Lalu terlihat tidak ada satupun warga menolong pemilik restoran itu,seakan hal seperti itu sudah menjadi hal 'normal' di kota Drep.
Clev yang melihat itu bertanya kepada seorang wanita pengunjung cafe di sebelahnya,
"Kenapa tidak ada yang membantunya?" tanya Clev pelan ke pengunjung di sebelahnya itu
Pengunjung itu terlihat menyipitkan mata menatap Clev,
"Kamu baru datang ya di kota ini?" tanya wanita itu
"Sekitar seminggu" jawab Clev
Wanita itu menghela nafasnya
"Wajar saja"
"Hal seperti itu sudah sering terjadi di kota ini,ya sekitar 6 bulan terakhir ini semenjak mereka datang ke kota ini.." jelas wanita itu
"Mereka itu siapa?" tanya Clev
lalu wanita itu mendekatkan tubuhnya ke Clev
"kelompok Mafia Karibia, pemimpin nya katanya bernama Bruno" bisik wanita itu pelan kepada Clev
Clev hanya mengangguk
"Begitu ya.." jawab Clev
"Kita sebagai warga biasa tidak perlu ikut campur hal begitu,selama kita bekerja dan di gaji oleh perusahaan,ya kurasa itu tidak mempengaruhi karyawan seperti kita kan.." ujar wanita itu sambil tersenyum kepada Clev
Clev membalas senyuman itu
"iya..kamu benar.." ujar Clev
Lalu wanita itu mengulurkan tangan kepada Clev
"Namaku Merry.." jelas wanita itu
Clev yang melihat Merry mengulurkan tangan ke arahnya pun membalas jabat tangan nya,
"Clev, senang mengenalmu" ucap Clev tersenyum
"Clev ya...cukup simpel namamu" ujar Merry tertawa pelan
"Kamu pulang bekerja juga?" tanya Merry sambil mengaduk kopinya
"Iya..baru selesai bekerja" jawab Clev
"Kamu sering ke Cafe ini?" tanya Clev sambil melihat Merry
"Aku bekerja sebagai kasir di Mall di belakang Cafe ini, jadi sebelum pulang aku biasanya kesini untuk menenangkan diri" jawab Merry santai
Setelah beberapa lama berbincang akhirnya Merry pulang ke apartemen nya,
"Sudah hampir gelap ,aku duluan ya..Clev" ujar Merry sambil mengambil tasnya
"Ingat untuk selalu hati-hati dijalanan, karena malam hari akan selalu berbahaya di kota ini" jelas Merry lalu berdiri dan pergi dari mejanya keluar Cafe
Sementara Clev sambil meminum kopinya dan tersenyum.
Bagi Clev dengan adanya Mafia Karibia adalah tantangan yang dia inginkan,karena Clev memang sangat senang 'bermain' dengan mafia-mafia di kota-kota sebelum nya. Bagi Clev selain menjadi tantangan itu bisa membuat bisnisnya bisa lebih tajam untuk berkembang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments