BAB 6: Gusti Allah Urip Sejati yang Tak Pernah Berhenti

Sore itu matahari perlahan turun ke peraduannya, mewarnai langit dengan jingga dan ungu yang lembut, seakan langit sendiri sedang tersenyum damai. Angin berhembus pelan membelai dedaunan pohon beringin tua, menciptakan bunyi samar yang berirama, persis seperti napas alam semesta yang tak pernah berhenti. Fazam duduk bersila di atas rumput hijau yang empuk, hatinya masih menyimpan getaran zikir Sirrul Asror yang mengalir tanpa putus di kedalaman sanubarinya — lembut, dalam, dan kini sudah terasa seperti bagian dari dirinya sendiri.

Namun di tengah kedamaian itu, ada satu hal yang masih mengganjal di hati, satu pertanyaan yang perlahan naik ke permukaan dan tak lagi bisa ia pendam. Ia ingin memahami lebih dalam — siapa sebenarnya yang ia cari, siapa yang senantiasa menyebut namanya dalam keheningan batin, siapa yang menuntun langkahnya jauh sebelum ia melangkah.

Eyang Semar keluar dari gubuk kecilnya, membawa dua cangkir teh hangat yang aromanya menenangkan. Ia duduk perlahan di hadapan Fazam, meletakkan cangkir itu di tanah di antara mereka berdua, lalu menatap muridnya dengan pandangan teduh yang seakan memeluk seluruh dunia. Ia tahu apa yang sedang bergumul di dalam hati Fazam — tak perlu ditanya pun, ia sudah mengetahuinya.

“Kau ingin tahu lebih dalam tentang-Nya, Le,” ucap Eyang Semar lembut, suaranya berat namun sehalus sutra. “Bukan sekadar mendengar nama-Nya, melainkan mengenal-Nya sebagaimana adanya-Nya.”

Fazam mengangguk pelan, matanya menatap lurus ke dalam manik mata Eyang Semar yang jernih dan bijaksana.

“Benar, Eyang. Hamba sudah melantunkan nama-Nya siang dan malam. Hamba sudah merasa kedekatan yang tak terlukiskan. Tapi di dalam hati hamba selalu bertanya: siapakah Dia sebenarnya? Di mana Dia berada? Dan mengapa rasanya semakin hamba mencari, semakin Dia terasa dekat — seakan ada di dalam diri hamba sendiri?”

Eyang Semar tersenyum tipis, lalu menunjuk ke arah pohon beringin raksasa di samping mereka — batangnya kokoh menjulang, akarnya menancap dalam k…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 BAB 1: Secangkir Kopi dan Panggilan yang Tersembunyi
2 BAB 2: Langkah Pertama di Jalan yang Tak Bertapak
3 BAB 3: Di Bawah Naungan Eyang Semar
4 BAB 4: Zikir yang Menggetarkan Langit dan Bumi
5 BAB 5: Zikir Sirrul Asror Rahasia di Balik Segala Rahasia
6 BAB 6: Gusti Allah Urip Sejati yang Tak Pernah Berhenti
7 BAB 7: Guru Sejati Itu Ada di Dalam Diri Sendiri
8 BAB 8: Meditasi — Meluruhkan Keakuan Diri
9 BAB 9: Suluk di Gua Sendiri — Ujian di Tengah Kesunyian
10 BAB 10: Cahaya Kebenaran di Bawah Pohon Beringin
11 BAB 11: Melangkah Pulang Membawa Cahaya
12 BAB 12: Kembali ke Rumah, Hidupkan Cahaya di Tengah Dunia
13 BAB 13: Cahaya di Tengah Keramaian Desa
14 BAB 14: Hati yang Rendah Langkah yang Teguh
15 BAB 15: Panggilan Lembut yang Menggetarkan Hati
16 Bab 16: Pintu Langit yang Terbuka
17 BAB 17: Sikembar Datang Membawa Angin Lama
18 BAB 18: Di Antara Persahabatan dan Jalan Lurus
19 BAB 19: Badai di Hati, Ketenangan di Dalam
20 BAB 20: Buah Kesabaran dan Cahaya yang Menyebar
21 BAB 21: Di Antara Pujian dan Kebenaran
22 BAB 22: Obat Nyeleneh yang Menembus Hati
23 BAB 23: Kabar yang Menyebar Jadi Pembicaraan Satu Desa
24 BAB 24: Sakit Badan, Obatnya Hati
25 BAB 25 Bertemu di Jalan Pulang
26 BAB 26 : Perang Melawan Ratu Gelapan
27 BAB 27: Hati yang Makin Terang
28 BAB 28: Jejak Langkah Menuju Cahaya Sunan Ampel
29 BAB 29: Ujian di Tengah Jalan
30 BAB 30: Cahaya Kelembutan Sunan Bonang
31 BAB 31: Hati yang Selalu Berbagi — Jejak Sunan Drajat
32 BAB 32: Mbah Tunggal — Yang Selalu Membisik di Hati
33 BAB 33: Langkah yang Makin Teguh
34 BAB 34: Menyerah dan Percaya Sepenuhnya
Episodes

Updated 34 Episodes

1
BAB 1: Secangkir Kopi dan Panggilan yang Tersembunyi
2
BAB 2: Langkah Pertama di Jalan yang Tak Bertapak
3
BAB 3: Di Bawah Naungan Eyang Semar
4
BAB 4: Zikir yang Menggetarkan Langit dan Bumi
5
BAB 5: Zikir Sirrul Asror Rahasia di Balik Segala Rahasia
6
BAB 6: Gusti Allah Urip Sejati yang Tak Pernah Berhenti
7
BAB 7: Guru Sejati Itu Ada di Dalam Diri Sendiri
8
BAB 8: Meditasi — Meluruhkan Keakuan Diri
9
BAB 9: Suluk di Gua Sendiri — Ujian di Tengah Kesunyian
10
BAB 10: Cahaya Kebenaran di Bawah Pohon Beringin
11
BAB 11: Melangkah Pulang Membawa Cahaya
12
BAB 12: Kembali ke Rumah, Hidupkan Cahaya di Tengah Dunia
13
BAB 13: Cahaya di Tengah Keramaian Desa
14
BAB 14: Hati yang Rendah Langkah yang Teguh
15
BAB 15: Panggilan Lembut yang Menggetarkan Hati
16
Bab 16: Pintu Langit yang Terbuka
17
BAB 17: Sikembar Datang Membawa Angin Lama
18
BAB 18: Di Antara Persahabatan dan Jalan Lurus
19
BAB 19: Badai di Hati, Ketenangan di Dalam
20
BAB 20: Buah Kesabaran dan Cahaya yang Menyebar
21
BAB 21: Di Antara Pujian dan Kebenaran
22
BAB 22: Obat Nyeleneh yang Menembus Hati
23
BAB 23: Kabar yang Menyebar Jadi Pembicaraan Satu Desa
24
BAB 24: Sakit Badan, Obatnya Hati
25
BAB 25 Bertemu di Jalan Pulang
26
BAB 26 : Perang Melawan Ratu Gelapan
27
BAB 27: Hati yang Makin Terang
28
BAB 28: Jejak Langkah Menuju Cahaya Sunan Ampel
29
BAB 29: Ujian di Tengah Jalan
30
BAB 30: Cahaya Kelembutan Sunan Bonang
31
BAB 31: Hati yang Selalu Berbagi — Jejak Sunan Drajat
32
BAB 32: Mbah Tunggal — Yang Selalu Membisik di Hati
33
BAB 33: Langkah yang Makin Teguh
34
BAB 34: Menyerah dan Percaya Sepenuhnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!