Sore itu matahari perlahan turun ke peraduannya, mewarnai langit dengan jingga dan ungu yang lembut, seakan langit sendiri sedang tersenyum damai. Angin berhembus pelan membelai dedaunan pohon beringin tua, menciptakan bunyi samar yang berirama, persis seperti napas alam semesta yang tak pernah berhenti. Fazam duduk bersila di atas rumput hijau yang empuk, hatinya masih menyimpan getaran zikir Sirrul Asror yang mengalir tanpa putus di kedalaman sanubarinya — lembut, dalam, dan kini sudah terasa seperti bagian dari dirinya sendiri.
Namun di tengah kedamaian itu, ada satu hal yang masih mengganjal di hati, satu pertanyaan yang perlahan naik ke permukaan dan tak lagi bisa ia pendam. Ia ingin memahami lebih dalam — siapa sebenarnya yang ia cari, siapa yang senantiasa menyebut namanya dalam keheningan batin, siapa yang menuntun langkahnya jauh sebelum ia melangkah.
Eyang Semar keluar dari gubuk kecilnya, membawa dua cangkir teh hangat yang aromanya menenangkan. Ia duduk perlahan di hadapan Fazam, meletakkan cangkir itu di tanah di antara mereka berdua, lalu menatap muridnya dengan pandangan teduh yang seakan memeluk seluruh dunia. Ia tahu apa yang sedang bergumul di dalam hati Fazam — tak perlu ditanya pun, ia sudah mengetahuinya.
“Kau ingin tahu lebih dalam tentang-Nya, Le,” ucap Eyang Semar lembut, suaranya berat namun sehalus sutra. “Bukan sekadar mendengar nama-Nya, melainkan mengenal-Nya sebagaimana adanya-Nya.”
Fazam mengangguk pelan, matanya menatap lurus ke dalam manik mata Eyang Semar yang jernih dan bijaksana.
“Benar, Eyang. Hamba sudah melantunkan nama-Nya siang dan malam. Hamba sudah merasa kedekatan yang tak terlukiskan. Tapi di dalam hati hamba selalu bertanya: siapakah Dia sebenarnya? Di mana Dia berada? Dan mengapa rasanya semakin hamba mencari, semakin Dia terasa dekat — seakan ada di dalam diri hamba sendiri?”
Eyang Semar tersenyum tipis, lalu menunjuk ke arah pohon beringin raksasa di samping mereka — batangnya kokoh menjulang, akarnya menancap dalam k…
PERJALANAN LAKU SPIRITUAL
BAB 6: Gusti Allah Urip Sejati yang Tak Pernah Berhenti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments