PANGERAN YANG TERSEMBUNYI

PANGERAN YANG TERSEMBUNYI

TRANSMIGRASI

Tengah malam disaat semua orang sedang menikmati istirahat tiba-tiba seorang pelayan istana meminta izin untuk bertemu penguasanya "Tuan, ada utusan dari Kediri ingin bertemu."

"Sialan, tengah malam begini, menganggu waktu istirahat saja, tunggu sebentar aku akan menemuinya." ucap Tunggul Ametung

diruang pertemuan Tunggul Ametung dan berapa abdi istananya sudah berkumpul ekpresi kesal tidak bisa disembunyikan dari wajah mereka karena utusan ini

"Langsung saja, pesan apa yang kau bawa." tanya Tunggul ametung

"Penguasa Kediri memerintahkan akuwu Tumapel untuk secepatnya menumpas pemberontakan di Tugaran."

Tunggul Ametung lalu menyuruh utusan itu untuk segera pulang karena pesannya sudah diterima, tapi utusan itu tampak kesal, abdi istana tersenyum mendengar ucapan Tunggul ametung

"Tapi... Sekarang sudah malam."

"Ya aku tahu, memangnya kenapa kalau sudah malam, pesannya sudah aku terima sekarang tidak ada alasan lagi untukmu berada disini kembalilah ke Kediri."

Utusan kembali dengan rasa kesal dan mengumpat didalam hati, disisi lain seorang penasihat memberikan saran kepada sang akuwu kalau ini mungkin saja jebakan dari penguasa Kediri "mau bagaimana lagi sebagai bawahan kita wajib untuk taat kepada mereka." lalu Tunggul ametung menyuruh semuanya untuk kembali istirahat

Tiga hari kemudian Tunggul ametung dan pasukannya bergegas untuk menumpas pemberontak di tugaran, sebelum berangkat ia mencium istrinya Dedes dan "tenang saja ini tidak akan lama."

Diperjalanan para pasukan dan beberapa teman Tunggul Ametung merasakan firasat buruk, tapi karena perintah penguasa Kediri mereka tetap melanjutkan perjalanan

Penumpasan pemberontakan terjadi banyak pemberontak yang kabur lalu dikejar pasukan Tumapel, sama halnya dengan Tunggul ametung sendiri dia mengejar pemberontak yang lari tanpa sadar sudah terpisah dengan pasukannya lalu disaat itu anak panah tiba-tiba menghujani tubuhnya dari berbagai arah beberapa abdi setia menyusulnya dan melindunginya lalu membawanya keluar dari medan itu mencari tempat yang aman, hingga akhirnya bertemu dengan rumah gubuk didalamnya ada seorang perempuan yang sedang mengobati seseorang

Tolong cepat obati Akuwu perintah salah seorang yang membawanya tadi, setelah diberi instruksi untuk merebahkannya disebuah tikar, perempuan itu lalu mulai melakukan pengobatan, "ini.... ini racun ucapnya."

Pengawal yang membawa akuwu menghunus pedangnya ke leher perempuan itu "jangan asal bicara kamu"

"Benar, saya yakin yang mulia akuwu kena racun." setelah itu dia mengidentifikasi dan mencoba membuat ramuan untuk racun itu dan menyuruh para pengawal untuk menjaga akuwu

Kurang lebih tiga hari masa perawatan akhirnya akuwu mulai membaik, dia bertanya tentang pemberontakan, dan prajurit menceritakan apa saja yang sudah terjadi selama beliau sedang tidak sadarkan diri "ini pasti ulahnya." hubungan Tumapel dan Kediri memang kurang baik, tapi dia tidak menyangka mereka akan melakukan cara sampai seperti ini

Setelah tubuhnya membaik wanita yang merawatnya juga perlahan memiliki ketertarikan kepada tunggul ametung dan terjadilah apa yang terjadi.

Besoknya Tunggul Ametung bersiap untuk kembali ke Tumapel dan "Lupakan kejadian tadi malam, aku masih mencintai istriku." perempuan itu tampak sedih dan "yang mulia kalau saya mengandung bagaimana." Tunggul ametung menyerahkan sebuah cincin kesayangannya lalu "Gugurkan saja anak itu, dan ambil ini sebagai kompensasi."

Tunggul Ametung dan pasukannya bersiap untuk kembali ke Tumapel dan kejadian itu berlalu begitu saja tanpa ada yang mengingatnya, sesampainya di Tumapel rombongan mereka disambut oleh penghuni istana tidak terkecuali Dedes.

Setelah cukup beristirahat Tunggul ametung mengirim utusan untuk Kediri menyampaikan keberhasilannya menjalankan tugas dari mereka. Dan juga malam harinya Dedes menyadari ada sesuatu yang hilang dari suaminya itu yaitu cincin kesayangannya, iapun mencari-cari alasan dan berkata kalau cincin itu tidak sengaja ia hilangkan saat menumpas pemberontak, Dedes tanpa curiga menerima alasannya

Ditempat lain perut seorang wanita yang dulu pernah mengobati Tunggul ametung itu sudah membesar dan tak lama lagi sepertinya akan melahirkan, para warga dan tetua desa yang tahu alasannya hanya diam dan tidak ada yang berani mencemooh wanita itu, lalu seorang wanita tua mendekatinya dan mengkonfirmasi sepertinya sebentar lagi bayi di kandungannya itu akan segera lahir, perempuan itu hanya tersenyum

Di sebuah rumah kos seorang novelis menggerutu dan mengeluarkan kata-kata kasar ketika tahu kalau karyanya tidak lulus review padahal dia sudah susah payah menyusunnya lalu mereka memberikan alasan tidak masuk akal seperti dibuat menggunakan ai lah apalah dan disuruh kembali mengajukan kontrak beberapa hari lagi, dengan kesalnya pria itu membaca kembali cerita buatannya satu persatu dan memperbaiki apa yang menurutnya kurang ataupun menghapus apa yang menurutnya bisa dipangkas, hingga setelah selesai tiga hari dia mengajukan kembali novelnya itu.

Tak perlu waktu lama, beberapa menit kemudian ponselnya mendapat sebuah notifikasi tentang novel yang ia ajukan setelah membuka notifikasi tersebut layar ponselnya mendadak menjadi blank dan juga menjadi tidak teratur menyala lalu mati² refleks novelis itu kemudian mencoba untuk mematikan ponselnya dan tetap saja keadaan ponselnya begitu, dengan panik diapun melempar ponselnya dan anehnya bukan rusak yang terjadi malah sebuah portal terbuka dan perlahan menyedot jiwanya....

beralih ke perempuan yang sedang mengandung sepertinya sudah saatnya dia melahirkan anak itu banyak wanita tua sudah bersiap untuk membantunya untuk persalinan lalu beberapa ada yang mengajaknya mengobrol tentang hal-hal random, misalnya kalau anak ini laki-laki mau diberi nama siapa, atau kalau perempuan, perempuan itu sempat menyebut Sena... Arya Sena, setelah melakukan hubungan Tunggul Ametung menyebutkan nama itu ucapnya, lalu topik beralih ke hal-hal lainnya dan tanpa terasa anak itu sudah lahir tapi sayangnya bayi itu lahir dengan keadaan meninggal dunia, perempuan tadi pun meminta untuk memeluk anak yang baru saja dilahirkannya dan para bidan hanya mengikuti dengan pasrah dan ketika ia bertanya kenapa anak ini tidak menangis, perempuan yang baru melahirkan itu mempertanyakan sesuatu yang sudah ia ketahui, bidan mencoba menenangkannya karena dia baru saja melahirkan dan lebih mengendalikan emosinya, perempuan itu menangis perlahan tangannya terdengar pelan dan menjadi tidak ada suara lagi, para bidan mencoba memeriksa nafas dan nadinya dan..... Perempuan itu sudah tidak bernyawa... Bidan dan orang yang membantu persalinan pun menangis melihat pemandangan ini

 

Novelis yang tertarik kedalam sebuah portal akibat melemparkan ponselnya tadi sekarang melayang-layang tanpa arah jiwanya sudah terlepas dari badannya diapun belum menyadari apa yang terjadi tetapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya orang-orang menangis dan juga perempuan dan bayi yang sudah tidak bergerak, saat sudah melihat dan ingin pergi dia seperti dihisap oleh sang bayi itu novelis tadi mencoba melawan tetapi sayangnya daya hisap dari bayi itu lebih kuat dan akhirnya jiwanya merasuk kedalam tubuh bayi itu lalu bayi itu kemudian mengeluarkan tangisan.

Terpopuler

Comments

Dddra

Dddra

sukak sma ceritanya. alurnya bagus dan mudah dipahami bgt. tpi kesal deh sma tunggul yg se enaknya itu….

2026-08-24

1

subspace_illusion

subspace_illusion

Anu.... hehehe....

Terima kasih banyak atas dukungannya!

Support dari kamu berarti banget buat cerita ini. Enjoy the next chapters!

2026-08-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!