Bab 3: Pesta Pertunangan dan Kesombongan Sang Antagonis

Lampu-lampu gantung kristal di aula utama balai kota memancarkan cahaya megah yang sangat menyilaukan.

Alunan musik klasik bergema lembut di tengah derak tawa ratusan tamu undangan dari kalangan elit kota.

Brandon berdiri tegak di atas panggung utama dengan setelan jas mahal, memegang mikrofon sambil tersenyum penuh percaya diri.

Di sampingnya, Alya berdiri mematung dalam balutan gaun malam. Wajahnya pucat pasi, matanya terus melirik gelisah ke arah pintu masuk.

'Duh, Mas Reno ke mana ya? Jangan-jangan dia beneran pasrah dan melepaskan aku?' batin Alya cemas, meremas jemarinya sendiri.

"Hadirin sekalian, terima kasih sudah hadir di hari bahagia ini!" seru Brandon dengan suara lantang lewat pengeras suara.

Lautan tamu bertepuk tangan riuh mengelilingi panggung.

"Hari ini, saya tidak hanya menyelamatkan bisnis keluarga Pramudya," lanjut Brandon sambil memamerkan jam tangan mewahnya. "Tapi saya juga menyelamatkan Alya dari jeratan mantan suaminya yang cuma pengangguran tak berguna!"

*Gerrrr...*

Para tamu tertawa mengejek setelah mendengar ucapan Brandon.

Maya yang berdiri di barisan depan panggung tersenyum lebar sambil mengangguk-angguk bangga. "Betul itu! Brandon memang menantu idaman! Si miskin itu mana layak mendampingi anak saya!"

Alya mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Brandon, cukup! Kamu gak usah menginjak-injak Mas Reno di depan umum!"

"Kamu diam, Alya! Masih aja belain si pembawa sial itu!" potong Hendra dingin dari samping Maya. "Tanda tangani surat cerainya sekarang juga!"

Tepat ketika Brandon hendak menyerahkan pulpen emas ke tangan Alya, pintu ganda aula mendadak terbuka lebar.

*Brakkkk!*

Seorang pria bersetelan kemeja putih rapi tanpa dasi melangkah masuk dengan santai.

Seluruh mata di dalam ruangan langsung tertuju ke arah pintu.

"Waduh! Si sampah itu berani muncul juga?!" jerit Maya kaget setengah mati.

Reno melangkah tenang menyusuri karpet merah, mengabaikan tatapan heran dan sindiran tajam dari para tamu.

"Hadeuh... setelan kemeja biasa gitu pasti hasil nyewa di tempat murah," bisik salah satu pengusaha di barisan depan sambil terkekeh.

'Gak sabar lihat muka serangga-serangga ini berubah pucat pas kejutan dari Bagas sampai,' batin Reno sambil menyunggingkan senyum tipis.

"Reno! kau ngapain ke sini, hah?!" bentak Brandon kasar sambil turun dari panggung.

"Gue cuma mau menghadiri pesta yang kau buat," jawab Reno santai sambil menghentikan langkahnya tepat di depan Brandon.

Maya menyusul berlari kecil lalu menunjuk muka Reno dengan penuh emosi. "Pengawal! Mana pengawal?! Usir si pengemis ini keluar dari sini!"

Hendra juga ikut maju membusungkan dada. "Reno, kamu gak tahu malu, ya?! Tempat ini disewa miliaran rupiah oleh keluarga Pratama! kau gak pantas menginjakkan kaki di sini!"

Alya memandang Reno dengan mata berkaca-kaca. "Mas Reno... kenapa Mas datang? Mereka bisa mencelakai Mas..."

Reno menatap Alya dengan pandangan lembut. "Aku datang buat jemput kamu, Alya. Pesta murahan ini gak pantas buat kamu."

"Sialan! Berani banget kamubilang pestaku murahan?!" raung Brandon murka.

Brandon menyengir licik lalu mengangkat tangannya ke udara, memberikan sinyal kepada sepuluh pengawal bertubuh kekar di sudut aula.

"Gue tadinya mau lepaskan lo hidup-hidup, Reno," bisik Brandon dengan nada penuh ancaman. "Tapi karena lo sendiri yang cari mati, sekalian aja gue bikin lo cacat di depan semua orang!"

Sepuluh pengawal berotot besar langsung mengepung Reno, memegang tongkat pemukul di tangan mereka.

Para tamu melangkah mundur, siap menyaksikan pembalasan berat terhadap sang mantan menantu.

"Hajar dia sampai berdarah-darah! Biar tahu diri!" teriak Maya memberi komando.

Para pengawal maju serentak, mengayunkan tongkat besi mereka tepat ke arah kepala Reno.

Reno bahkan tidak bergeming atau mengedipkan mata sama sekali. Hawa dingin Sutra Naga Kuno yang sudah pulih sempurna meluap samar dari balik matanya.

*Brakkkkkkk!*

Sebelum ujung tongkat besi itu menyentuh kemeja Reno, pintu utama aula balai kota mendadak didobrak hingga hancur berkeping-keping.

*Dug! Dug! Dug!*

Langkah kaki puluhan orang berseragam rapi bergema hebat, menggetarkan lantai marmer aula.

"Siapa pun yang berani menyentuh Tuan Muda Naga Hitam, habisi tanpa sisa!" deru sebuah suara serak yang sangat menggelegar dari luar pintu.

Episodes
1 Bab 1: Mantan Tuan Muda yang Menjadi Pelayan
2 [Bab 2: Kembalinya Sang Penguasa Naga Hitam
3 Bab 3: Pesta Pertunangan dan Kesombongan Sang Antagonis
4 Bab 4: Kehancuran Bisnis Pratama dalam Empat Menit
5 Bab 5: Penyesalan yang Terlambat dan Pilihan Hati
6 BAB 6: Bayangan Musuh Baru dan Ambisi Alya
7 BAB 7: Ujian Pertama di Dunia Kerja
8 BAB 8: Pembersihan Duri di Anak Perusahaan
9 BAB 9: Jebakan Proyek bernilai Triliunan
10 BAB 10: Balasan dari Balik Layar
11 BAB 11: Jamuan Makan Malam Penuh Intrik
12 BAB 12: Tamparan Nyata di Depan Elit Kota
13 BAB 13: Tindakan Nekat dan Konsekuensi
14 BAB 14: Gelombang Dingin dari Ibu Kota
15 BAB 15: Penyelamatan di Garis Depan
16 BAB 16: Ketulusan di Bawah Perban
17 BAB 17: Perjalanan Menuju Ibu Kota
18 BAB 18: Pesta Pernikahan Megah Klan Cendana
19 BAB 19: Pembongkaran Kebohongan Besar
20 BAB 20: Kejatuhan Klan Cendana
21 BAB 21: Pemutusan Hubungan Tanpa Sisa
22 BAB 22: Mahkota Yang Kembali
23 BAB 23: Lamaran Di Puncak Dunia
24 BAB 24: Pernikahan Agung Naga Hitam
25 BAB 25: Era Baru Naga Hitam
26 BAB 26: Badai Baru di Cakrawala
27 BAB 27: Bayang-Bayang Ouroboros
28 BAB 28: Serangan Siber dan Langkah Balasan
29 BAB 29: Perangkap Mata Naga
30 BAB 30: Dominasi Absolut dan Era Baru
31 BAB 31: Takhta dan Kehangatan
32 BAB 32: Ujian Di Puncak Kejayaan
33 BAB 33: Senja Dalam Pelukan Naga
34 BAB 34: Kehangatan di Balik Layar Kekuasaan
35 BAB 35: Gesekan Di Garis Depan
36 BAB 36: Serangan Rahasia dan Aliansi Baru
37 BAB 37: Puncak Percobaan dan Balasan Sempurna
38 BAB 38: Puncak Kedamaian dan Warisan Abadi
39 BAB 39: Senyum Permaisuri dan Fondasi Harapan
40 BAB 40: Legenda Yang Menjadi Nyata
41 BAB 41: Garis Depan Baru dan Bayang-Bayang Apex
42 BAB 42: Cahaya Baru Sang Putra Mahkota
43 BAB 43: Sinar Harapan Di Puncak Dunia
44 BAB 44: Kehangatan Keluarga dan Tatapan Masa Depan
45 BAB 45: Puncak Takhta dan Janji Abadi
46 BAB 46: Garis Keturunan Sang Naga
47 BAB 47: Mahkota Kebangkitan Dan Cinta Abadi
48 BAB 48: Fondasi Legenda Baru
49 BAB 49: Warisan Kejayaan Dan Cahaya Masa Depan
50 BAB 50: Kejayaan Sejati Sang Penguasa Naga
51 BAB 51: Kebangkitan Generasi Naga
52 BAB 52: Puncak Abadi Sang Penguasa Naga
53 BAB 53: Mahkota Harapan dan Warisan Tak Tergoyahkan
54 BAB 54: Takhta Keabadian dan Legenda Sang Naga
55 BAB 55: Janji Di Bawah Langit Kebetulan
56 BAB 56: Mahkota Kejayaan dan Takdir Abadi
57 BAB 57: Cahaya Legenda yang Tak Pernah Padam
58 BAB 58: Takhta Cinta dan Puncak Kemenangan
59 BAB 59: Cahaya Kejayaan dan Legenda Tanpa Batas
60 BAB 60: Legenda Abadi Sang Naga Hitam
61 BAB 61: Epilog Kejayaan dan Penerus Legenda
62 BAB 62: Warisan Abadi dan Fajar Keabadian
63 BAB 63: Fajar Baru Sang Putra Mahkota
64 BAB 64: Takhta Keabadian dan Fajar Kedamaian Sejati
65 BAB 65: Cahaya Keabadian Sang Putra Mahkota
66 BAB 66: Kejayaan Abadi Sang Permaisuri dan Putra Mahkota
67 BAB 67: Warisan Keabadian Sang Penguasa Naga
68 BAB 68: Fajar Kedamaian dan Legenda Abadi Sang Naga
69 BAB 69: Fajar Baru dan Legenda yang Tak Pernah Pudar
70 BAB 70: Puncak Keabadian dan Legenda Sang Naga Hitam
71 BAB 71: Lembaran Baru dan Kejayaan yang Tak Tergoyahkan
72 BAB 72: Puncak Keabadian dan Legenda Sang Naga
73 BAB 73: Mahkota Abadi Sang Penguasa Naga
74 BAB 74: Fajar Abadi Sang Penguasa Naga
75 BAB 75: Fajar Baru dan Legenda yang Tak Pernah Pudar
76 BAB 76: Awal Babak Baru dan Bahaya yang Mengintai
77 BAB 77: Langkah Bayangan dan Pelindung Sejati
78 BAB 78: Benteng Kedamaian dan Takdir Tak Tergoyahkan
79 BAB 79: Gelombang Keabadian dan Janji Setia
80 BAB 80: Takhta Senja dan Kejayaan Abadi
81 *lBAB 81: Takdir Kejayaan dan Cinta Tak Terhentikan
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1: Mantan Tuan Muda yang Menjadi Pelayan
2
[Bab 2: Kembalinya Sang Penguasa Naga Hitam
3
Bab 3: Pesta Pertunangan dan Kesombongan Sang Antagonis
4
Bab 4: Kehancuran Bisnis Pratama dalam Empat Menit
5
Bab 5: Penyesalan yang Terlambat dan Pilihan Hati
6
BAB 6: Bayangan Musuh Baru dan Ambisi Alya
7
BAB 7: Ujian Pertama di Dunia Kerja
8
BAB 8: Pembersihan Duri di Anak Perusahaan
9
BAB 9: Jebakan Proyek bernilai Triliunan
10
BAB 10: Balasan dari Balik Layar
11
BAB 11: Jamuan Makan Malam Penuh Intrik
12
BAB 12: Tamparan Nyata di Depan Elit Kota
13
BAB 13: Tindakan Nekat dan Konsekuensi
14
BAB 14: Gelombang Dingin dari Ibu Kota
15
BAB 15: Penyelamatan di Garis Depan
16
BAB 16: Ketulusan di Bawah Perban
17
BAB 17: Perjalanan Menuju Ibu Kota
18
BAB 18: Pesta Pernikahan Megah Klan Cendana
19
BAB 19: Pembongkaran Kebohongan Besar
20
BAB 20: Kejatuhan Klan Cendana
21
BAB 21: Pemutusan Hubungan Tanpa Sisa
22
BAB 22: Mahkota Yang Kembali
23
BAB 23: Lamaran Di Puncak Dunia
24
BAB 24: Pernikahan Agung Naga Hitam
25
BAB 25: Era Baru Naga Hitam
26
BAB 26: Badai Baru di Cakrawala
27
BAB 27: Bayang-Bayang Ouroboros
28
BAB 28: Serangan Siber dan Langkah Balasan
29
BAB 29: Perangkap Mata Naga
30
BAB 30: Dominasi Absolut dan Era Baru
31
BAB 31: Takhta dan Kehangatan
32
BAB 32: Ujian Di Puncak Kejayaan
33
BAB 33: Senja Dalam Pelukan Naga
34
BAB 34: Kehangatan di Balik Layar Kekuasaan
35
BAB 35: Gesekan Di Garis Depan
36
BAB 36: Serangan Rahasia dan Aliansi Baru
37
BAB 37: Puncak Percobaan dan Balasan Sempurna
38
BAB 38: Puncak Kedamaian dan Warisan Abadi
39
BAB 39: Senyum Permaisuri dan Fondasi Harapan
40
BAB 40: Legenda Yang Menjadi Nyata
41
BAB 41: Garis Depan Baru dan Bayang-Bayang Apex
42
BAB 42: Cahaya Baru Sang Putra Mahkota
43
BAB 43: Sinar Harapan Di Puncak Dunia
44
BAB 44: Kehangatan Keluarga dan Tatapan Masa Depan
45
BAB 45: Puncak Takhta dan Janji Abadi
46
BAB 46: Garis Keturunan Sang Naga
47
BAB 47: Mahkota Kebangkitan Dan Cinta Abadi
48
BAB 48: Fondasi Legenda Baru
49
BAB 49: Warisan Kejayaan Dan Cahaya Masa Depan
50
BAB 50: Kejayaan Sejati Sang Penguasa Naga
51
BAB 51: Kebangkitan Generasi Naga
52
BAB 52: Puncak Abadi Sang Penguasa Naga
53
BAB 53: Mahkota Harapan dan Warisan Tak Tergoyahkan
54
BAB 54: Takhta Keabadian dan Legenda Sang Naga
55
BAB 55: Janji Di Bawah Langit Kebetulan
56
BAB 56: Mahkota Kejayaan dan Takdir Abadi
57
BAB 57: Cahaya Legenda yang Tak Pernah Padam
58
BAB 58: Takhta Cinta dan Puncak Kemenangan
59
BAB 59: Cahaya Kejayaan dan Legenda Tanpa Batas
60
BAB 60: Legenda Abadi Sang Naga Hitam
61
BAB 61: Epilog Kejayaan dan Penerus Legenda
62
BAB 62: Warisan Abadi dan Fajar Keabadian
63
BAB 63: Fajar Baru Sang Putra Mahkota
64
BAB 64: Takhta Keabadian dan Fajar Kedamaian Sejati
65
BAB 65: Cahaya Keabadian Sang Putra Mahkota
66
BAB 66: Kejayaan Abadi Sang Permaisuri dan Putra Mahkota
67
BAB 67: Warisan Keabadian Sang Penguasa Naga
68
BAB 68: Fajar Kedamaian dan Legenda Abadi Sang Naga
69
BAB 69: Fajar Baru dan Legenda yang Tak Pernah Pudar
70
BAB 70: Puncak Keabadian dan Legenda Sang Naga Hitam
71
BAB 71: Lembaran Baru dan Kejayaan yang Tak Tergoyahkan
72
BAB 72: Puncak Keabadian dan Legenda Sang Naga
73
BAB 73: Mahkota Abadi Sang Penguasa Naga
74
BAB 74: Fajar Abadi Sang Penguasa Naga
75
BAB 75: Fajar Baru dan Legenda yang Tak Pernah Pudar
76
BAB 76: Awal Babak Baru dan Bahaya yang Mengintai
77
BAB 77: Langkah Bayangan dan Pelindung Sejati
78
BAB 78: Benteng Kedamaian dan Takdir Tak Tergoyahkan
79
BAB 79: Gelombang Keabadian dan Janji Setia
80
BAB 80: Takhta Senja dan Kejayaan Abadi
81
*lBAB 81: Takdir Kejayaan dan Cinta Tak Terhentikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!