Episode 4

Bab 4

JK Turun Tangan

Dua huruf di layar itu belum sempat redup ketika kotak pesan lama mulai dipenuhi notifikasi.

Sebagian besar hanya sapaan dari orang-orang yang pernah bekerja dengan JK tiga tahun lalu. Ada yang menanyakan apakah akun itu diretas. Ada yang menawarkan bayaran untuk pekerjaan mencurigakan. Renata menghapus semuanya tanpa menjawab.

Lalu satu pesan dengan tanda prioritas muncul.

AWAN GROUP membutuhkan audit darurat. Sistem pertahanan terus jebol. Pembayaran melalui rekening penampung. Separuh di muka.

Renata membuka berkas penawaran. Nilainya cukup untuk melunasi tunggakan rumah perawatan Mama Yolanda dan membayar beberapa bulan berikutnya.

“Kamu serius mau ambil?”

Tania sudah berdiri di belakangnya sambil membawa dua piring nasi goreng. Tatapannya berpindah dari layar ke wajah Renata.

“Mereka hanya minta audit dan pembersihan jaringan.”

“Maksudku, kamu serius mau jadi JK lagi?”

Renata tidak langsung menjawab. Di layar, penghitung waktu penawaran terus berkurang. Awan Group telah menghubungi beberapa ahli lain. Siapa pun yang menerima lebih dulu akan mendapat akses pemeriksaan.

“Tagihan Mama jatuh tempo besok,” katanya.

Tania meletakkan piring di meja. “Aku bisa pinjamkan uang.”

“Bulan depan bagaimana?”

“Kita pikirkan bulan depan nanti.”

“Aku sudah hidup begitu selama tiga tahun, Tata.” Renata menatap tombol terima. “Aku capek menunggu masalah berikutnya datang.”

Ia menekan tombol itu.

Kontrak digital terkunci. Separuh pembayaran masuk ke rekening penampung, baru bisa dicairkan setelah sistem Awan Group dinyatakan bersih.

Sebuah permintaan verifikasi muncul di kotak pesan.

Nona Tania, apakah Anda sendiri yang akan menangani audit ini?

Tania menunjuk namanya di layar. “Mereka masih mengira aku JK?”

Tiga tahun lalu, semua pesan untuk JK memang melewati akun perantara milik Tania. Renata tidak pernah memperlihatkan wajah, suara, ataupun data pribadinya kepada klien. Tania yang mengatur jadwal dan pembayaran, sehingga orang-orang di luar lingkaran kecil mereka mengambil kesimpulan paling mudah.

“Mau aku luruskan?” tanya Tania.

Renata mengetik balasan singkat bahwa pekerjaan akan ditangani oleh tim yang sama, tanpa membenarkan atau menyangkal nama di pesan itu.

“Belum perlu.”

“Enak sekali. Kamu kerja, aku yang dapat reputasi.”

“Kalau ada yang marah, kamu juga yang dicari.”

Tania meringis. “Baiklah. Reputasinya buat kamu saja.”

Tania menarik kursi dan duduk di sebelahnya. “Baiklah. Tapi kalau lenganmu sakit, kita berhenti.”

“Kamu jadi pengawas kesehatan sekarang?”

“Aku satu-satunya orang waras di kamar ini.”

Renata akhirnya menyuapkan sesendok nasi goreng yang sudah mulai dingin. “Kalau begitu buat kopi.”

“Nah, ini baru JK yang kukenal.”

Akses pemeriksaan tiba beberapa menit kemudian. Awan Group adalah perusahaan milik Om Marcus, paman Nathan yang mengelola bisnisnya sendiri di luar inti Halim Group. Renata pernah bertemu Marcus dua kali dalam acara keluarga. Laki-laki itu berbicara sedikit, tetapi selalu mengamati lebih banyak daripada orang lain.

Malam ini, nama keluarga itu tidak berarti apa-apa.

Di layar Renata, Awan Group hanyalah jaringan yang berantakan dan seseorang yang membayar untuk membersihkannya.

Ia mulai dari catatan aktivitas paling baru. Upaya sebelumnya hanya menambal titik yang terlihat, lalu memasang lapisan pertahanan baru di atas fondasi yang sudah rapuh. Tak heran sistem itu kembali terbuka beberapa hari kemudian.

“Mereka sudah ganti penyedia keamanan tiga kali,” ujar Tania setelah membaca riwayat laporan. “Semuanya bilang masalah selesai.”

“Karena mereka mencari lubang di tembok.”

“Memangnya bukan itu masalahnya?”

“Ada orang yang menyimpan kunci.”

Renata menelusuri pola akses, bukan sekadar alarm. Beberapa koneksi tampak seperti lalu lintas internal biasa. Waktunya teratur, datanya kecil, dan tidak pernah memicu sistem peringatan. Terlalu rapi untuk sebuah kebetulan.

Ia memisahkan catatan itu, membandingkannya dengan perubahan konfigurasi selama enam bulan terakhir, lalu menemukan satu jalur yang selalu aktif beberapa menit setelah jaringan diperbarui.

Sebuah pintu belakang.

Bukan program iseng yang ditanam peretas amatir. Jalur tersebut dibuat untuk bertahan lama, bersembunyi di antara layanan resmi, dan kembali aktif setiap kali sistem dibersihkan.

Tania berhenti mengunyah. “Itu sudah ada sejak kapan?”

“Setidaknya tujuh bulan.”

“Berarti seseorang keluar masuk selama tujuh bulan dan mereka nggak sadar?”

“Mereka sadar ada yang salah. Mereka hanya melihat ke tempat yang sengaja ditunjukkan.”

Renata membuka catatan baru dan mendokumentasikan setiap temuan. Tidak ada gerakan tergesa-gesa. Satu kesalahan bisa membuat pemilik pintu belakang menyadari keberadaan JK lalu menghapus jejaknya.

Ia membekukan jalur tersebut lebih dulu, memutus kemampuannya mengambil data tanpa membuatnya terlihat mati dari sisi luar. Setelah itu, barulah Renata membersihkan komponen yang ditanam di dalam sistem Awan Group satu per satu.

Pukul dua dini hari, layar menunjukkan jaringan sudah stabil.

“Selesai?” Tania menguap.

“Belum.”

“Apa lagi?”

Renata mengetik beberapa baris terakhir dari program pelacaknya. Pintu belakang itu pasti akan mencoba menghubungi sumbernya saat menemukan jalur lama tidak lagi bekerja. Ketika itu terjadi, pelacak tersebut akan mengikuti arah kepulangannya dan menyimpan jejak tujuan tanpa membuka akses baru ke sistem klien.

“Kamu memasang umpan?” tanya Tania.

“Aku memasang bel di pintu.”

“Dan kalau pemiliknya datang?”

“Kita lihat dia pulang ke rumah siapa.”

Mereka menunggu sampai indikator pertama berkedip. Jalur asing itu bergerak, mencoba membuka koneksi lama, lalu mundur ketika tidak mendapat respons. Pelacak Renata ikut bergerak diam-diam di belakangnya.

Belum ada alamat yang bisa dibaca. Hanya satu arah samar menuju jaringan perusahaan lain yang berhubungan dengan industri penerbangan.

Renata menyimpan hasil awal. Ia belum tahu siapa pemiliknya, dan ia tidak akan menebak tanpa bukti.

Laporan pembersihan dikirim ke pihak Awan Group beberapa menit sebelum subuh. Di bagian akhir, Renata hanya menuliskan dua huruf.

JK.

Balasan datang hampir seketika.

Siapa pun yang berada di seberang tampaknya belum tidur.

Kami sudah mencari Anda selama tiga tahun.

Renata menutup pesan itu. Ia mencairkan pembayaran dari rekening penampung, kemudian mentransfer tagihan rumah perawatan Mama Yolanda sampai lunas. Angka merah di aplikasi berubah menjadi nol.

Untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan, dadanya terasa sedikit lebih longgar.

Menjelang pukul enam, Tania keluar dan kembali membawa dua kopi sachet serta roti cokelat dari Alfamart. Ia meletakkan semuanya di meja, lalu menepuk punggung kursi Renata.

“Kamu belum berdiri sejak tengah malam.”

Renata mengangkat lengan kirinya. Rasa pegal menjalar dari bekas luka sampai bahu.

“Aku masih bisa bergerak.”

“Bagus. Bergerak ke kasur.”

“Pelacaknya belum selesai.”

“Dia bisa lari ke mana-mana. Kamu cuma punya satu badan.” Tania menyodorkan kopi. “Jangan sampai baru bangkit, kamu malah tumbang.”

Renata menerima gelas kertas itu. Kopinya terlalu manis, rotinya murah, dan kamar tamu tersebut jauh lebih sempit daripada ruang makannya di Puri Teratai.

Namun uang yang baru saja membayar obat ibunya adalah hasil tangannya sendiri.

Bukan pemberian Opa William. Bukan belas kasihan Nathan. Bukan pinjaman Tania.

Miliknya.

Di layar, pelacak itu berkedip sekali lagi. Arah tujuan menjadi sedikit lebih jelas, mengarah pada jaringan yang namanya belum tampil utuh.

Hanya tiga huruf terakhir yang sempat terbaca sebelum koneksi terputus.

...ima.

Terpopuler

Comments

tri septi

tri septi

lanjut thor😍makasih🙏

2026-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!