Episode 5

Bab 5

Jatah Obat yang Hilang

Tiga hari setelah utang rumah perawatan dilunasi, Renata membawa semangkuk bubur ayam ke kamar Mama Yolanda.

Pagi itu ibunya sedang sadar.

Yolanda duduk di dekat jendela dengan selimut menutupi lutut. Rambutnya sudah banyak memutih, tetapi ia masih mengenali Renata begitu pintu terbuka.

“Ren.”

Satu panggilan pendek itu membuat langkah Renata melambat.

“Mama sudah sarapan?”

Yolanda menggeleng. “Mereka kasih roti. Mama nggak suka.”

“Makanya aku bawa bubur. Tapi Dokter bilang Mama harus makan pelan-pelan.”

Renata meletakkan wadah makanan di meja kecil. Ia membuka tutupnya, mengaduk bubur agar uapnya turun, lalu menyuapi ibunya sedikit demi sedikit.

Pada hari-hari buruk, Yolanda bahkan tidak mengizinkan Renata mendekat. Ia akan berteriak, menyebut nama orang dari masa lalu, atau bersembunyi di bawah meja karena mengira seseorang datang untuk mengambilnya. Hari ini, tangan kurus itu justru terulur dan menyentuh bekas luka di lengan kiri Renata.

“Ini apa?”

“Tergores waktu kerja.”

“Nathan tahu?”

Sendok di tangan Renata berhenti sesaat.

“Sudah, Ma.”

Ia tidak mengatakan bahwa Nathan baru mengetahuinya setelah melihat perban. Ia juga tidak mengatakan dirinya sudah pindah dari Puri Teratai dan menyiapkan perceraian. Dokter berulang kali mengingatkan agar Yolanda tidak menerima kabar mengejutkan ketika kondisinya sedang rapuh.

Yolanda menggenggam tangan Renata. Kekuatan jemarinya tidak seberapa, tetapi sorot matanya mendadak tajam.

“Jangan mau dibohongi orang, Ren.”

“Iya, Ma.”

“Jangan percaya mereka.”

“Siapa?”

Tatapan Yolanda bergerak ke pintu. Wajahnya berubah. Ia menarik tangannya, lalu mundur sampai punggungnya menempel pada kursi.

“Mereka datang.”

“Nggak ada siapa-siapa, Ma.”

“Kunci pintunya. Jangan biarkan dia masuk.”

Napas Yolanda semakin cepat. Mangkuk bubur tersenggol dan hampir jatuh. Renata menahannya dengan tangan kanan sambil memanggil perawat.

Seorang perawat masuk, berbicara pelan, lalu membantu Yolanda kembali ke tempat tidur. Renata berdiri di sisi ranjang sampai ibunya berhenti meronta dan tatapannya kehilangan fokus.

Beberapa menit kemudian, Yolanda tidak lagi mengenalinya.

“Jam kunjungnya cukup dulu, Bu Renata,” ujar perawat lembut. “Biar Ibu Yolanda istirahat.”

Renata mengangguk. Ia merapikan selimut ibunya sebelum keluar.

Dokter yang menangani Yolanda sudah menunggu di ujung koridor. Pria itu mengajaknya masuk ke ruang konsultasi, menutup pintu, lalu mengeluarkan map obat.

“Ada masalah dengan obat impor yang kita bicarakan bulan lalu.”

Renata duduk lebih tegak. “Bukannya jatah Mama sudah dikonfirmasi?”

“Seharusnya begitu.” Dokter itu melepas kacamatanya. “Jumlah yang datang lebih sedikit daripada perkiraan. Nama Ibu Yolanda tidak lagi masuk daftar penerima untuk pengiriman kali ini.”

“Kenapa?”

“Bagian farmasi bilang ada penyesuaian prioritas.”

Renata menatapnya tanpa berkedip. “Prioritas medis?”

Dokter itu terdiam terlalu lama.

“Dokter,” kata Renata, tetap tenang, “Mama menunggu hampir enam bulan. Kondisinya juga sudah dinilai cocok dengan obat itu. Prioritas apa yang bisa menghapus namanya begitu saja?”

“Secara medis, seharusnya tidak ada.”

Jawaban itu cukup jelas.

Dokter merendahkan suara. “Daftar seharusnya berjalan menurut waiting list. Tapi rumah sakit swasta punya banyak jalur administrasi. Kadang ada keluarga yang memakai orang dalam dan meminta nama mereka didahulukan. Saya sudah mengajukan keberatan, tetapi keputusan pengadaan bukan wewenang saya.”

“Siapa yang mengambil jatahnya?”

“Saya tidak memegang data pasien lain.”

“Tapi Dokter tahu sesuatu.”

Pria itu mengusap wajah. “Saya hanya mendengar nama keluarga Chandra disebut dalam rapat. Jangan bilang informasi itu dari saya.”

Dingin menjalar ke ujung jari Renata.

“Kapan pengiriman berikutnya?”

“Belum ada kepastian. Bisa dua bulan, bisa lebih.”

Dua bulan adalah waktu yang terlalu lama. Obat lama membuat Yolanda lebih sering gelisah dan hampir tidak memiliki masa sadar utuh. Dokter pernah menjelaskan bahwa obat impor tersebut bukan keajaiban, tetapi pada uji pemberian sebelumnya respons tubuh Yolanda jauh lebih baik.

Seseorang mengambil peluang kecil itu hanya karena memiliki uang dan telepon yang tepat.

Renata menutup map di depannya. “Terima kasih sudah jujur, Dok.”

“Saya akan terus mengajukan keberatan.”

“Saya juga.”

Sebelum meninggalkan gedung utama, Renata mendatangi loket farmasi. Petugas di sana memeriksa nomor pasien Yolanda, lalu mengulangi jawaban yang sama.

“Nama Ibu Yolanda masuk pengiriman berikutnya, Bu.”

“Kapan pengiriman berikutnya?”

“Belum ada jadwal pasti.”

“Saya sudah membayar uang muka dan menerima konfirmasi tertulis untuk pengiriman hari ini.”

Petugas itu memanggil atasannya. Seorang perempuan keluar membawa lembar perubahan daftar, tetapi hanya memperlihatkannya dari balik meja.

“Kami bisa mengembalikan uang muka kalau Ibu tidak mau menunggu.”

“Saya tidak meminta uang kembali. Saya meminta alasan tertulis kenapa urutannya berubah.”

Perempuan itu tersenyum kaku. “Kami hanya menjalankan daftar terbaru.”

“Kalau begitu, berikan salinan daftar terbaru.”

“Maaf, itu dokumen internal.”

Renata mengangguk dan mundur. Mereka telah menutup semua pintu resmi tanpa menyadari dirinya masih bisa melihat jendela yang mereka lupa kunci.

Di luar ruang farmasi, Renata tidak langsung kembali ke kamar ibunya. Ia duduk di ujung koridor yang sepi, mengeluarkan ponsel, lalu menyambungkannya ke laptop lama yang masih menyala di apartemen Tania.

Sejak kembali menjadi JK, ia telah memasang jalur aman agar bisa memeriksa pekerjaannya dari perangkat mana pun. Kali ini ia tidak mencari rekam medis. Ia hanya menelusuri perubahan daftar pengadaan dan urutan distribusi obat.

Nama Yolanda semula berada di posisi pertama.

Dua malam lalu, sebuah akun administrasi memindahkannya ke daftar tunggu pengiriman berikutnya. Pada menit yang sama, satu nama baru ditempatkan di atas seluruh pasien lain.

Yulia Chandra.

Renata membaca nama itu dua kali.

Yulia bukan pasien rumah perawatan tersebut. Permintaannya didaftarkan melalui klinik rekanan dan disisipkan ke pengiriman yang sama. Di bawah catatan persetujuan terdapat penanda panggilan dari kontak VIP, seseorang yang terhubung dengan mitra Prima Aeroteknik.

Nama pemberi rekomendasi disembunyikan oleh hak akses khusus.

Renata memandangi bagian kosong itu. Ia tidak tahu apakah Cheryl meminta bantuan Nathan, atau apakah orang lain di Prima yang membuka jalan. Namun pola yang dilihatnya terlalu akrab. Keluarga Chandra meminta sesuatu, lalu orang-orang bergegas memindahkan hak orang lain agar mereka tidak kecewa.

Persis seperti Nathan meninggalkannya di lobi demi menopang Cheryl.

Perawat lewat sambil mendorong troli obat. Renata mematikan kecerahan layar dan menunggu sampai koridor kembali sepi.

Setelah itu, ia menyimpan salinan urutan awal, waktu perubahan, akun pelaksana, dan catatan panggilan VIP. Satu per satu. Tanpa melewatkan apa pun.

Ia tidak akan menyerbu rumah Yulia. Tidak akan berteriak di depan orang-orang yang sudah memutuskan dirinya kalah.

Kali ini, bukti yang akan berbicara.

Renata menatap nama Yulia Chandra di layar, lalu menekan tombol simpan terakhir.

Jatah obat Mama Yolanda belum hilang.

Seseorang hanya sedang memegangnya untuk sementara.

Terpopuler

Comments

tri septi

tri septi

apa mungkin disengaja agar tidak dapat jatah obat ??? 🌻

2026-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!