Bab 2: Keputusasaan Musuh dan Panen Hadiah

​Udara di halaman Aula Leluhur seolah membeku. Bau anyir darah segar dari lutut Penatua Zhao yang hancur menguar, bercampur dengan debu dari ubin batu yang retak.

​Di bawah tekanan spiritual Ranah Inti Emas yang dipancarkan Jiang Chen, waktu terasa berhenti. Belasan murid Sekte Harimau Hitam terkapar di tanah, wajah mereka menempel pada ubin dingin, nyaris tidak bisa menarik napas.

​"S-Senior... ampun! Ini... ini pasti sebuah kesalahpahaman!" Penatua Zhao merintih kesakitan, suaranya bergetar karena teror yang absolut. Wajahnya yang arogan kini dipenuhi air mata dan ingus.

​Sebagai kultivator tingkat 8 Ranah Pemadatan Qi, dia sangat sadar betapa mengerikannya Ranah Inti Emas. Tokoh seperti itu bisa memusnahkan seluruh Sekte Harimau Hitam hanya dengan membalikkan telapak tangan! Jika dia tahu Ketua Sekte Pedang Bintang yang digosipkan sebagai "sampah" ini adalah monster yang menyembunyikan kekuatannya, dia lebih rela memotong lehernya sendiri daripada datang ke mari.

​Jiang Chen menatap pria paruh baya yang meratap di bawah kakinya dengan ekspresi datar. Di dalam benaknya, dia mengaktifkan salah satu hadiah dari Paket Pemula.

​"Sistem, gunakan Mata Penilai pada orang ini."

​[Mata Penilai Diaktifkan]

​Nama: Zhao Kui (Penatua Luar Sekte Harimau Hitam)

​Kultivasi: Ranah Pemadatan Qi (Tingkat 8)

​Tingkat Permusuhan: 100% (Mati-matian)

​Niat Saat Ini: Memohon ampun untuk bertahan hidup, lalu berencana melaporkan kekuatan Tuan Rumah kepada Ketua Sekte Harimau Hitam agar mereka bisa menyewa pembunuh bayaran untuk meracuni Tuan Rumah.

​Membaca panel transparan di depannya, sudut bibir Jiang Chen melengkung membentuk seringai dingin.

​Benar-benar anjing tua yang licik. Beraninya dia memikirkan cara membalas dendam saat sedang berlutut memohon ampun?

​"Kesalahpahaman?" Jiang Chen mengulangi kata-kata Zhao Kui dengan nada pelan. "Kau mendobrak gerbang sektemu, menghancurkan patung leluhurku, dan mengancam akan menodai adik seperguruanku. Di bagian mana letak kesalahpahamannya?"

​Mata Zhao Kui membelalak. Sebelum dia sempat merangkai kebohongan berikutnya, Jiang Chen mengangkat tangan kanannya dan dengan santai menjentikkan jarinya.

​SYUUT!

​Sebuah pedang Qi yang terbuat dari energi spiritual murni melesat secepat kilat, menembus tepat di tengah dahi Zhao Kui.

​Bruk.

​Mata Penatua Zhao kehilangan cahayanya, dan tubuhnya ambruk ke tanah. Dia tewas seketika, bahkan sebelum sempat merasakan sakit dari pukulan mematikan itu.

​Melihat penatua mereka mati semudah membunuh seekor lalat, para murid Sekte Harimau Hitam yang tersisa menjerit tertahan. Beberapa dari mereka saking takutnya sampai mengompol di celana.

​"Bawa mayat anjing ini dan kembali ke Tuan Muda kalian," suara Jiang Chen menggelegar, ditujukan kepada murid-murid yang gemetar ketakutan. "Sampaikan pesanku padanya: Jika ada satu ekor anjing dari Sekte Harimau Hitam yang berani mendekati Puncak Bintang Jatuh lagi... aku akan meratakan sekte kalian hingga ke akar-akarnya. Enyah!"

​Begitu tekanan spiritual dari tubuh Jiang Chen ditarik, belasan murid itu bangkit dengan panik. Mereka memanggul mayat Zhao Kui dan teman-teman mereka yang pingsan, lalu lari terbirit-birit menuruni gunung layaknya kelinci yang dikejar harimau.

​Bersamaan dengan kepergian mereka, suara mekanis yang familiar kembali terdengar.

​[DING!]

[Misi Utama Selesai: Pertahankan Martabat Sekte!]

[Evaluasi Penyelesaian: Sempurna. Tuan Rumah menunjukkan dominasi mutlak yang layak dimiliki oleh seorang Master Sekte sejati.]

[Hadiah Misi Sedang Dibagikan...]

​Pada saat yang sama, batas waktu 10 menit dari Kartu Pengalaman Ranah Inti Emas habis. Kekuatan luar biasa yang mengalir di dalam pembuluh darah Jiang Chen tiba-tiba menghilang layaknya air pasang yang surut, membuatnya merasa sedikit hampa.

​Namun, sebelum rasa pusing akibat penurunan kekuatan tiba, energi spiritual murni dari Sistem langsung membanjiri dantian-nya.

​BOOM!

​Aura kultivasi Jiang Chen meledak. Hanya dalam hitungan detik, kultivasinya yang asli meroket menembus kemacetan masa lalunya!

​Tingkat 4 Pemadatan Qi...

Tingkat 6 Pemadatan Qi...

Tingkat 9 Pemadatan Qi...

KRAK!

​Sebuah suara retakan halus terdengar dari dalam dantian-nya, dan lautan energi Qi miliknya memadat menjadi cair, menandakan terobosan besar!

​Ranah Pembentukan Fondasi (Tingkat 1)!

​Jiang Chen mengepalkan tinjunya, merasakan kekuatan nyata yang kini sepenuhnya menjadi miliknya, bukan sekadar pinjaman dari sistem. Meski tidak sekuat Ranah Inti Emas tadi, ini adalah kekuatan sejatinya!

​"K-Kakak Seperguruan...?"

​Sebuah suara lembut dan gemetar memanggil dari belakang. Su Yue berdiri mematung, menatap Jiang Chen dengan mata terbelalak yang dipenuhi rasa kagum dan tak percaya.

​"Kau... kau sudah mencapai Ranah Inti Emas legendaris? Sejak kapan? Mengapa Guru tidak pernah memberitahuku?" tanya gadis itu, beruntun seperti senapan mesin.

​Jiang Chen berbalik, menatap wajah adik seperguruannya yang kotor karena debu namun tetap tak bisa menyembunyikan kecantikan alaminya. Dia tersenyum tipis.

​"Ranah Inti Emas tadi hanyalah ilusi dari formasi rahasia peninggalan leluhur. Aku membakar sisa energi formasi itu untuk menakut-nakuti mereka," Jiang Chen memberikan alasan yang masuk akal. Dia tidak mungkin menjelaskan tentang keberadaan Sistem. "Namun, di bawah tekanan tadi, aku tanpa sengaja berhasil menerobos batas. Sekarang, aku secara resmi berada di Ranah Pembentukan Fondasi."

​Mata Su Yue berbinar terang. Ranah Pembentukan Fondasi! Di radius seribu mil ini, bahkan Ketua Sekte Harimau Hitam sendiri baru berada di Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 2!

​"Luar biasa! Sekte Pedang Bintang kita akhirnya memiliki Master Ranah Pembentukan Fondasi lagi setelah sekian lama!" Air mata kebahagiaan mengalir di pipi gadis itu. Beban berat yang menimpanya sejak kematian guru mereka terasa sedikit terangkat.

​Jiang Chen mengelus kepala Su Yue dengan lembut, menenangkan gadis yang kelelahan mental itu.

​"Ini baru permulaan, Su Yue. Pergi dan istirahatlah sebentar. Mulai hari ini, tidak akan ada yang berani menindas Sekte Pedang Bintang kita lagi."

​Setelah Su Yue mengangguk patuh dan kembali ke kamarnya, Jiang Chen membuka kembali panel sistemnya. Dia masih memiliki dua hadiah luar biasa yang belum diekstrak.

​"Sistem, ekstrak Formasi Pelindung Sekte: Tirai Bintang Pembantai!"

​[Mengekstrak Formasi Tingkat Bumi: Tirai Bintang Pembantai...]

[Silakan letakkan Mata Formasi di dalam tanah Puncak Bintang Jatuh.]

​Sebuah cakram giok biru keunguan muncul di telapak tangan Jiang Chen, memancarkan cahaya redup seperti rasi bintang. Tanpa membuang waktu, Jiang Chen menyuntikkan energi spiritual Pembentukan Fondasi miliknya ke dalam cakram tersebut dan membenamkannya ke tanah di tengah Aula Leluhur.

​WUUUSH!

​Tiba-tiba, pilar cahaya perak melesat ke langit. Jika ada yang melihat dari jauh, Puncak Bintang Jatuh seolah ditutupi oleh kubah transparan bercahaya yang dipenuhi oleh ribuan bintang kecil yang berkedip. Udara di dalam sekte seketika menjadi jauh lebih segar, dan energi spiritual di sekitarnya meningkat dua kali lipat.

​[Formasi Tirai Bintang Pembantai (Aktif):]

​Mode Pertahanan: Mampu menahan serangan penuh dari kultivator Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) selama 3 hari 3 malam.

​Mode Serangan: Tuan Rumah dapat memanipulasi energi bintang untuk mengeksekusi musuh yang masuk ke wilayah sekte tanpa izin. (Maksimal target mematikan: Ranah Inti Emas tingkat puncak).

​Jiang Chen tersenyum puas. Dengan formasi ini, basis operasinya kini tidak tertembus. Dia memiliki perlindungan mutlak di wilayahnya sendiri.

​"Sekarang pertahanannya sudah kuat," Jiang Chen bergumam sambil menatap hamparan bangunan sektenya yang sepi dan kosong. "Langkah selanjutnya... sudah saatnya sekte ini mencari darah baru."

Episodes
1 Bab 1: Warisan yang Hancur dan Sistem Abadi
2 Bab 2: Keputusasaan Musuh dan Panen Hadiah
3 Bab 3: Pemuda Berdarah dan Tubuh Pedang Kuno
4 Bab 4: Kebangkitan Tubuh Pedang Kuno dan Pengejar di Kaki Gunung
5 Bab 5: Batu Asahan dan Darah di Halaman Sekte
6 Bab 6: Turun Gunung
7 Bab 7: Eksekusi Tanpa Ampun dan Paviliun Bulan Perak
8 Bab 8: Tungku Naga Berkobar dan Pil Tingkat Bumi
9 Bab 9: Invasi Keluarga Wang
10 Bab 10: Kehancuran Wang Teng
11 Bab 11: Panen Kekayaan
12 Bab 12: Kesepakatan Rahasia
13 Bab 13: Pembantaian di Bawah Cahaya Bulan
14 Bab 14: Rampasan Perang
15 Bab 15: Persiapan Alam Rahasia
16 Bab 16: Terpisah di Gerbang Berdarah
17 Bab 17: Lembah Pedang Patah
18 Bab 18: Danau Darah
19 Bab 19: Terbelahnya Lautan Darah
20 Bab 20: Sapu Bersih Alam Rahasia
21 Bab 21: Transaksi Sempurna
22 Bab 22: Embun Spiritual
23 Bab 23: Langit Darah di Puncak Bintang
24 Bab 24: Kehancuran Sang Iblis Darah
25 Bab 25: Gelombang di Kota Awan Mengambang
26 Bab 26: Menara Ujian Ilusi
27 Bab 27: Pelatihan Neraka Lin Mo
28 Bab 28: Tiga Bulan Neraka Bintang
29 Bab 29: Benturan di Pelabuhan
30 Bab 30: Palu Baja Menarik Mundur
31 Bab 31: Benturan Para Jenius
32 Bab 32: Tunduknya Ibukota dan Urat Nadi Spiritual Surgawi
33 Bab 33: Paviliun Pencerahan Dao
34 Bab 34: Hujan Darah di Gunung Tengkorak
35 Bab 35: Kehancuran Leluhur Hantu Darah
36 Bab 36: Kepulangan Sang Raja
37 Bab 37: Dekrit yang Hancur
38 Bab 38: Murka Sang Pangeran
39 Bab 39: Penyergapan di Ngarai
40 Bab 40: Peringatan Bintang Jatuh
41 Bab 41: Bulan Ketenangan dan Evolusi Bintang Jatuh
42 Auman Naga Neraka
43 Eksekusi Berdarah dan Tantangan untuk Sang Kaisar
44 Benteng Tak Tertembus
45 Hujan Darah di Tanah Es
46 Penghakiman Meriam Udara
47 Hancurnya Perisai Surgawi
48 Pembantaian di Langit Kosong
49 Runtuhnya Langit Kekaisaran
50 Berdirinya Tanah Suci Bintang Jatuh
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1: Warisan yang Hancur dan Sistem Abadi
2
Bab 2: Keputusasaan Musuh dan Panen Hadiah
3
Bab 3: Pemuda Berdarah dan Tubuh Pedang Kuno
4
Bab 4: Kebangkitan Tubuh Pedang Kuno dan Pengejar di Kaki Gunung
5
Bab 5: Batu Asahan dan Darah di Halaman Sekte
6
Bab 6: Turun Gunung
7
Bab 7: Eksekusi Tanpa Ampun dan Paviliun Bulan Perak
8
Bab 8: Tungku Naga Berkobar dan Pil Tingkat Bumi
9
Bab 9: Invasi Keluarga Wang
10
Bab 10: Kehancuran Wang Teng
11
Bab 11: Panen Kekayaan
12
Bab 12: Kesepakatan Rahasia
13
Bab 13: Pembantaian di Bawah Cahaya Bulan
14
Bab 14: Rampasan Perang
15
Bab 15: Persiapan Alam Rahasia
16
Bab 16: Terpisah di Gerbang Berdarah
17
Bab 17: Lembah Pedang Patah
18
Bab 18: Danau Darah
19
Bab 19: Terbelahnya Lautan Darah
20
Bab 20: Sapu Bersih Alam Rahasia
21
Bab 21: Transaksi Sempurna
22
Bab 22: Embun Spiritual
23
Bab 23: Langit Darah di Puncak Bintang
24
Bab 24: Kehancuran Sang Iblis Darah
25
Bab 25: Gelombang di Kota Awan Mengambang
26
Bab 26: Menara Ujian Ilusi
27
Bab 27: Pelatihan Neraka Lin Mo
28
Bab 28: Tiga Bulan Neraka Bintang
29
Bab 29: Benturan di Pelabuhan
30
Bab 30: Palu Baja Menarik Mundur
31
Bab 31: Benturan Para Jenius
32
Bab 32: Tunduknya Ibukota dan Urat Nadi Spiritual Surgawi
33
Bab 33: Paviliun Pencerahan Dao
34
Bab 34: Hujan Darah di Gunung Tengkorak
35
Bab 35: Kehancuran Leluhur Hantu Darah
36
Bab 36: Kepulangan Sang Raja
37
Bab 37: Dekrit yang Hancur
38
Bab 38: Murka Sang Pangeran
39
Bab 39: Penyergapan di Ngarai
40
Bab 40: Peringatan Bintang Jatuh
41
Bab 41: Bulan Ketenangan dan Evolusi Bintang Jatuh
42
Auman Naga Neraka
43
Eksekusi Berdarah dan Tantangan untuk Sang Kaisar
44
Benteng Tak Tertembus
45
Hujan Darah di Tanah Es
46
Penghakiman Meriam Udara
47
Hancurnya Perisai Surgawi
48
Pembantaian di Langit Kosong
49
Runtuhnya Langit Kekaisaran
50
Berdirinya Tanah Suci Bintang Jatuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!