Bab 3: Pemuda Berdarah dan Tubuh Pedang Kuno

​Cahaya fajar menyingsing, menembus kabut tipis yang menyelimuti Puncak Bintang Jatuh. Berkat formasi Tirai Bintang Pembantai, energi spiritual di sekitar sekte kini terasa dua kali lipat lebih kental dan murni.

​Su Yue, yang bangun lebih pagi untuk menyapu halaman, melebarkan matanya saat merasakan pori-pori kulitnya dengan rakus menyerap energi spiritual di udara. Hanya dengan bernapas, dia merasa kultivasi Pemadatan Qi tingkat 2 miliknya perlahan merangkak naik.

​Sementara itu, di halaman belakang Aula Leluhur, Jiang Chen sedang berdiri tegak dengan mata terpejam. Dia baru saja mengekstrak hadiah terakhir dari misinya semalam.

​"Sistem, pelajari Teknik Pedang: Tebasan Pemisah Awan!"

​[DING! Mentransfer ingatan seni bela diri...]

[Selamat! Tuan Rumah telah mencapai tingkat Penguasaan Sempurna untuk 'Tebasan Pemisah Awan'.]

​Tiba-tiba, Jiang Chen membuka matanya. Sebuah kilatan cahaya setajam pedang melintas di pupil matanya. Dia mengangkat dua jari kanannya, menggabungkannya menjadi pedang jari, lalu menebas ke arah lautan awan yang menggantung di tepi tebing.

​SRAAAKK!

​Sebuah busur energi pedang berwarna putih perak melesat dengan kecepatan kilat, merobek udara dengan suara melengking. Saat energi itu menghantam lautan awan di kejauhan, awan tebal itu terbelah menjadi dua bagian dengan rapi, seolah-olah ditebas oleh pedang dewa raksasa, menciptakan celah sepanjang puluhan meter yang memperlihatkan langit biru di baliknya.

​Jiang Chen menarik napas perlahan, menekan energi spiritualnya kembali ke dalam dantian.

​"Kekuatan Ranah Pembentukan Fondasi dipadukan dengan teknik tingkat tinggi benar-benar mengerikan," batinnya puas. Di dunia ini, teknik bela diri dibagi menjadi tingkat Fana, Bumi, Langit, dan Surga. Tebasan Pemisah Awan adalah murni teknik tingkat Bumi tingkat atas, sesuatu yang bahkan Ketua Sekte Harimau Hitam tidak miliki.

​Saat dia hendak kembali ke aula, suara Sistem berbunyi lagi.

​[DING!]

[Misi Utama Baru Dipicu: Darah Baru Sekte!]

Deskripsi: Sebuah sekte tidak akan bisa menaklukkan dunia hanya dengan seorang Ketua dan satu adik seperguruan. Berhentilah menjadi sekte rongsokan dan mulailah merekrut!

Tugas: Rekrut satu murid pertama dengan bakat minimal Tingkat Bumi (Earth Grade).

Hadiah Keberhasilan: Peningkatan Bangunan [Paviliun Kitab Suci], Teknik Kultivasi Tingkat Surga Seni Bintang Nirwana, dan 200 Poin Sekte.

Batas Waktu: 7 Hari.

​Mata Jiang Chen berbinar. Hadiah Teknik Kultivasi Tingkat Surga! Di wilayah pinggiran benua ini, teknik Tingkat Bumi saja bisa memicu pertumpahan darah antar sekte, apalagi Tingkat Surga!

​"Namun, bakat Tingkat Bumi tidak mudah ditemukan," gumam Jiang Chen sambil membelai dagunya. "Genius seperti itu biasanya sudah diperebutkan oleh sekte-sekte besar semenjak mereka balita. Bagaimana aku bisa menemukannya dalam tujuh hari?"

​"Kakak Seperguruan! Ketua Sekte!"

​Suara panik Su Yue menghentikan lamunannya. Gadis itu berlari dari arah gerbang depan dengan sapu lidi yang masih tergenggam di tangannya.

​"Ada apa, Su Yue? Apakah anjing-anjing dari Sekte Harimau Hitam itu berani kembali?" Ekspresi Jiang Chen menjadi dingin seketika.

​"Bukan! Bukan mereka!" Su Yue menunjuk ke arah anak tangga panjang yang mengarah ke gerbang gunung. "Ada seseorang di Tangga Ujian. Dia... dia berlumuran darah dan sepertinya sekarat!"

​Jiang Chen mengangkat alisnya. Tangga Ujian adalah seribu anak tangga batu yang dirancang oleh leluhur Sekte Pedang Bintang untuk menguji tekad calon murid. Tangga itu memiliki gravitasi formasi ringan yang menekan fisik siapapun yang menaikinya.

​Tanpa banyak bicara, Jiang Chen melesat layaknya bayangan, diikuti Su Yue di belakangnya.

​Di anak tangga ke-999, satu langkah lagi menuju gerbang utama Sekte Pedang Bintang.

​Seorang remaja laki-laki berusia sekitar lima belas tahun terkapar menempel pada batu tangga dingin. Pakaiannya compang-camping, dipenuhi noda darah yang sudah mengering dan lumpur. Jari-jarinya berdarah karena mencengkeram tepi tangga terlalu keras, kuku-kukunya bahkan ada yang terlepas.

​Meski napasnya sangat lemah bak benang yang hampir putus, sepasang matanya menyala dengan api kebencian dan tekad yang begitu mengerikan.

​"Satu... langkah... lagi..." anak laki-laki itu menggertakkan giginya hingga berdarah, menarik tubuhnya yang hancur ke atas anak tangga terakhir.

​Bruk!

​Tubuhnya terhempas ke tanah datar di depan gerbang. Dia berhasil.

​Sepasang sepatu bot bersih berwarna hitam tiba-tiba muncul di pandangannya. Anak itu mendongak dengan susah payah, melihat seorang pemuda berjubah putih kebesaran sedang menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.

​"T-Tolong... terima aku... sebagai murid..." suara anak itu parau bagai gesekan logam berkarat. "Ajari aku... membunuh."

​Jiang Chen tidak langsung menjawab. Dia mengamati anak ini, lalu diam-diam mengaktifkan Sistem di benaknya.

​"Sistem, gunakan Mata Penilai."

​[Mata Penilai Diaktifkan]

​Nama: Lin Mo

​Usia: 15 Tahun

​Kultivasi: Tidak ada (Dantian dan Meridian utama hancur lebur)

​Bakat Bawaan: Tubuh Pedang Kuno (Tingkat Surga) - Sedang tertidur/Bersetatus cacat.

​Status Tambahan: Dikejar oleh pembunuh dari Klan Lin (Kota Daun Musim Gugur).

​Latar Belakang: Tuan Muda jenius dari Klan Lin yang dikhianati oleh pamannya sendiri. Meridiannya dihancurkan dan dianggap sebagai sampah, dibuang ke jurang, namun bertahan hidup dan merangkak naik ke gunung ini.

​Napas Jiang Chen sedikit tertahan saat melihat baris "Tingkat Surga". Baru saja aku mengantuk, seseorang sudah memberiku bantal!

​Siapa sangka, bocah sekarat dengan meridian hancur yang bahkan tidak dilirik oleh kultivator pengemis pun, ternyata memiliki fisik langka Tingkat Surga yang sedang tertidur! Karena dantian dan meridiannya hancur, energi dari Tubuh Pedang Kuno-nya bocor dan membuat tubuhnya tampak cacat total di mata penilai biasa.

​Namun, di bawah Mata Penilai sistem, harta karun yang terkubur lumpur ini terlihat jelas!

​"Dantianmu hancur, meridianmu terputus. Di mata dunia kultivasi, kau bahkan lebih rendah dari manusia fana biasa," ucap Jiang Chen dengan nada datar, suaranya bergema menembus kesunyian pagi. "Mengapa aku harus menerima orang cacat di sekte suciku?"

​Mata Lin Mo meredup. Rasa putus asa menyelimuti hatinya. Ya, dia tahu tubuhnya sudah hancur. Dia hanya datang ke Puncak Bintang Jatuh karena ini adalah satu-satunya sekte terdekat yang bersedia menerima siapa saja di masa lalunya.

​"Namun..." kalimat Jiang Chen menggantung di udara, "...dunia ini dipenuhi oleh orang-orang bodoh yang memiliki mata tapi tak bisa melihat Gunung Tai."

​Lin Mo mendongak tiba-tiba, secercah harapan menyala di matanya.

​Jiang Chen mengayunkan lengan jubahnya, dan sebuah botol porselen kecil—pil penyembuh dasar yang tersisa di inventaris sekte—melayang dan mendarat di depan Lin Mo.

​"Di mataku, meridian yang hancur bukanlah akhir, melainkan wadah yang dikosongkan untuk diisi ulang. Bakat Tubuh Pedang Kuno-mu terlalu agung untuk wadah fana biasa." Jiang Chen membalikkan badannya, menatap ke arah lautan awan dengan tangan di belakang punggung. Perawakannya saat ini tampak seperti seorang immortal sejati yang mahatahu.

​Mendengar kata "Tubuh Pedang Kuno", tubuh Lin Mo bergetar hebat. Tidak pernah ada yang memberitahunya tentang hal ini! Tuan di hadapannya ini... hanya dengan satu lirikan bisa melihat esensi sejatinya menembus tubuhnya yang cacat!

​"Makan pil itu. Jika kau memiliki kekuatan untuk berdiri, masuklah ke Aula Leluhur dan berlututlah," suara Jiang Chen terdengar tenang, dipenuhi dengan otoritas yang tak tertandingi.

​"Mulai hari ini, langit yang tidak bisa melindungimu, akan kugantikan. Musuh yang menertawakanmu, akan kau injak. Kau, Lin Mo, akan menjadi Murid Besar Sekte Pedang Bintang di bawah bimbinganku!"

​Lin Mo meraih pil itu dengan tangan bergetar, menelannya, dan merasakan kehangatan menyebar di tubuhnya. Mengabaikan sisa rasa sakit, dia memaksa dirinya bangkit, menangkupkan kedua tangannya dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih, lalu bersujud dengan kening menyentuh batu keras.

​"Murid Lin Mo... menyapa Guru!"

​Di saat yang bersamaan, suara mekanis meledak di benak Jiang Chen.

​[DING!]

[Misi Utama Selesai: Darah Baru Sekte!]

[Mengekstrak Hadiah: Peningkatan Paviliun Kitab Suci, Teknik Bintang Nirwana (Tingkat Surga), 200 Poin Sekte...]

Terpopuler

Comments

R.A.N

R.A.N

novel bagus ini baru ketemu💪👍

2026-08-20

1

R.A.N

R.A.N

semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan

2026-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Warisan yang Hancur dan Sistem Abadi
2 Bab 2: Keputusasaan Musuh dan Panen Hadiah
3 Bab 3: Pemuda Berdarah dan Tubuh Pedang Kuno
4 Bab 4: Kebangkitan Tubuh Pedang Kuno dan Pengejar di Kaki Gunung
5 Bab 5: Batu Asahan dan Darah di Halaman Sekte
6 Bab 6: Turun Gunung
7 Bab 7: Eksekusi Tanpa Ampun dan Paviliun Bulan Perak
8 Bab 8: Tungku Naga Berkobar dan Pil Tingkat Bumi
9 Bab 9: Invasi Keluarga Wang
10 Bab 10: Kehancuran Wang Teng
11 Bab 11: Panen Kekayaan
12 Bab 12: Kesepakatan Rahasia
13 Bab 13: Pembantaian di Bawah Cahaya Bulan
14 Bab 14: Rampasan Perang
15 Bab 15: Persiapan Alam Rahasia
16 Bab 16: Terpisah di Gerbang Berdarah
17 Bab 17: Lembah Pedang Patah
18 Bab 18: Danau Darah
19 Bab 19: Terbelahnya Lautan Darah
20 Bab 20: Sapu Bersih Alam Rahasia
21 Bab 21: Transaksi Sempurna
22 Bab 22: Embun Spiritual
23 Bab 23: Langit Darah di Puncak Bintang
24 Bab 24: Kehancuran Sang Iblis Darah
25 Bab 25: Gelombang di Kota Awan Mengambang
26 Bab 26: Menara Ujian Ilusi
27 Bab 27: Pelatihan Neraka Lin Mo
28 Bab 28: Tiga Bulan Neraka Bintang
29 Bab 29: Benturan di Pelabuhan
30 Bab 30: Palu Baja Menarik Mundur
31 Bab 31: Benturan Para Jenius
32 Bab 32: Tunduknya Ibukota dan Urat Nadi Spiritual Surgawi
33 Bab 33: Paviliun Pencerahan Dao
34 Bab 34: Hujan Darah di Gunung Tengkorak
35 Bab 35: Kehancuran Leluhur Hantu Darah
36 Bab 36: Kepulangan Sang Raja
37 Bab 37: Dekrit yang Hancur
38 Bab 38: Murka Sang Pangeran
39 Bab 39: Penyergapan di Ngarai
40 Bab 40: Peringatan Bintang Jatuh
41 Bab 41: Bulan Ketenangan dan Evolusi Bintang Jatuh
42 Auman Naga Neraka
43 Eksekusi Berdarah dan Tantangan untuk Sang Kaisar
44 Benteng Tak Tertembus
45 Hujan Darah di Tanah Es
46 Penghakiman Meriam Udara
47 Hancurnya Perisai Surgawi
48 Pembantaian di Langit Kosong
49 Runtuhnya Langit Kekaisaran
50 Berdirinya Tanah Suci Bintang Jatuh
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1: Warisan yang Hancur dan Sistem Abadi
2
Bab 2: Keputusasaan Musuh dan Panen Hadiah
3
Bab 3: Pemuda Berdarah dan Tubuh Pedang Kuno
4
Bab 4: Kebangkitan Tubuh Pedang Kuno dan Pengejar di Kaki Gunung
5
Bab 5: Batu Asahan dan Darah di Halaman Sekte
6
Bab 6: Turun Gunung
7
Bab 7: Eksekusi Tanpa Ampun dan Paviliun Bulan Perak
8
Bab 8: Tungku Naga Berkobar dan Pil Tingkat Bumi
9
Bab 9: Invasi Keluarga Wang
10
Bab 10: Kehancuran Wang Teng
11
Bab 11: Panen Kekayaan
12
Bab 12: Kesepakatan Rahasia
13
Bab 13: Pembantaian di Bawah Cahaya Bulan
14
Bab 14: Rampasan Perang
15
Bab 15: Persiapan Alam Rahasia
16
Bab 16: Terpisah di Gerbang Berdarah
17
Bab 17: Lembah Pedang Patah
18
Bab 18: Danau Darah
19
Bab 19: Terbelahnya Lautan Darah
20
Bab 20: Sapu Bersih Alam Rahasia
21
Bab 21: Transaksi Sempurna
22
Bab 22: Embun Spiritual
23
Bab 23: Langit Darah di Puncak Bintang
24
Bab 24: Kehancuran Sang Iblis Darah
25
Bab 25: Gelombang di Kota Awan Mengambang
26
Bab 26: Menara Ujian Ilusi
27
Bab 27: Pelatihan Neraka Lin Mo
28
Bab 28: Tiga Bulan Neraka Bintang
29
Bab 29: Benturan di Pelabuhan
30
Bab 30: Palu Baja Menarik Mundur
31
Bab 31: Benturan Para Jenius
32
Bab 32: Tunduknya Ibukota dan Urat Nadi Spiritual Surgawi
33
Bab 33: Paviliun Pencerahan Dao
34
Bab 34: Hujan Darah di Gunung Tengkorak
35
Bab 35: Kehancuran Leluhur Hantu Darah
36
Bab 36: Kepulangan Sang Raja
37
Bab 37: Dekrit yang Hancur
38
Bab 38: Murka Sang Pangeran
39
Bab 39: Penyergapan di Ngarai
40
Bab 40: Peringatan Bintang Jatuh
41
Bab 41: Bulan Ketenangan dan Evolusi Bintang Jatuh
42
Auman Naga Neraka
43
Eksekusi Berdarah dan Tantangan untuk Sang Kaisar
44
Benteng Tak Tertembus
45
Hujan Darah di Tanah Es
46
Penghakiman Meriam Udara
47
Hancurnya Perisai Surgawi
48
Pembantaian di Langit Kosong
49
Runtuhnya Langit Kekaisaran
50
Berdirinya Tanah Suci Bintang Jatuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!