Dini hari di kediaman Volkov berlalu tenang, tetapi tetap berirama mengikuti jam biologis si kecil Violetta. Bayi itu terbangun dua kali sambil menangis kelaparan. Pada kali pertama, Flora mencoba bangkit dari ranjang, tetapi Yakov lembut menahan lengannya.
"Tetap berbaring, bungaku. Kamu butuh istirahat supaya antibiotiknya bekerja dan tubuhmu pulih dari peradangan. Biar aku yang mengurus putriku."
Yakov bangkit tanpa suara, memberi susu botol, mengganti popok, lalu menidurkan Violetta kembali. Sebelum kembali ke ranjang, ia menyerahkan sebutir pil dan segelas air kepada Flora, memastikan istrinya minum obat tepat pada waktunya.
Sementara itu, di kamar sebelah, malam berlangsung sedikit lebih rumit. Sekitar pukul tiga dini hari, Luna bangkit dengan langkah terhuyung dan berlari ke kamar mandi, memuntahkan seluruh makan malamnya. Rasa mual yang sempat lenyap sepenuhnya setelah bulan pertama kehamilan kini seolah kembali dengan kuat, tepat saat ia memasuki bulan ketiga. Xavier terjaga dengan panik, menahan rambut istrinya sementara Luna membersihkan diri di wastafel.
"Sayang... bukannya mual ini sudah berhenti di bulan pertama?" tanya Luna, wajahnya pucat, bertumpu pada tepian wastafel, heran dengan rasa tidak enak yang tiba-tiba muncul lagi.
"Iya, ya... Besok kita bicara dengan Kakek Francisco untuk mencari tahu kenapa mualnya kembali sekarang di bulan ketiga, ya? Sini, berbaring di sampingku," jawab Xavier, menyelimutinya penuh kasih dan menimang istrinya hingga matahari terbit.
Ketika sinar pagi pertama menerobos masuk ke kamar Flora, Yakov membuka mata perlahan. Ia membeku begitu menyadari posisi mereka: Flora bergeser dalam tidurnya dan kini nyaris menindih tubuhnya, kepala di dadanya, kedua kakinya terjalin dengan kakinya.
Aroma manis rambut Flora dan kehangatan tubuhnya yang menempel di tubuhnya sudah cukup membuat Yakov sepenuhnya tegang dan terangsang. Ia mencoba menggeser tubuh perlahan untuk memindahkan Flora tanpa membangunkannya, tetapi usahanya gagal.
F…
Cinta di Balik Keheningan
Air Mata Seorang Ibu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments