BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 3_ JEJAK MASA LALU YANG TERLUPA

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 3_ JEJAK MASA LALU YANG TERLUPA

Keesokan harinya, efek alkohol di kepala Cinta sudah sepenuhnya hilang, menyisakan tekad bulat untuk memulai misi utamanya. Karena malam itu dia terlalu mabuk dan lampu klub sangat temaram, ingatan tentang wajah pria yang dia sangka gigolo itu benar-benar terhapus bersih dari otaknya.

Cinta menganggap insiden semalam sebagai angin lalu yang tidak penting. Fokus utamanya sekarang hanya satu: mendekati dan menaklukkan Tuan Maxim, suami Nyonya Valen, demi mendapatkan delapan miliar rupiah sisanya.

Berbekal dokumen palsu dengan kualifikasi mumpuni yang biasa dia gunakan untuk mengelabui target, Cinta melangkah masuk ke dalam gedung pencakar langit milik Kencana Property Group. Hari ini dia mendaftar sebagai sekretaris pribadi sang CEO.

Penampilannya beralih dari gaun malam seksi menjadi setelan profesional yang tetap memikat: blazer hitam dengan potongan pas badan, rok pensil yang mempertegas lekuk pinggulnya, serta kemeja putih dengan dua kancing teratas yang sengaja dibiarkan terbuka, memberikan kesan elegan yang menawan.

Setelah melewati beberapa tahap penyaringan cepat—di mana para staf personalia tampak anehnya langsung meloloskannya tanpa banyak bertanya—Cinta akhirnya diantar menuju lantai teratas. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang saat pintu ruangan CEO yang megah itu terbuka.

Di balik meja eksekutif berbahan kayu mahoni yang luas, seorang pria sedang duduk membelakanginya, menatap pemandangan kota Jakarta dari dinding kaca besar.

"Selamat pagi, Tuan Maxim. Saya Cinta, pelamar untuk posisi sekretaris pribadi Anda," ucap Cinta dengan suara yang paling manis, sopan, dan profesional yang bisa dia tiru.

Kursi besar itu berputar perlahan. Ketika wajah sang CEO sepenuhnya menghadap ke arahnya, Cinta sedikit terpaku dalam hati. Pria di hadapannya luar biasa tampan. Sepasang mata hitam yang tajam, rahang kokoh seolah dipahat, dan aura dominan yang sangat dingin.

Cinta tersenyum penuh kemenangan di dalam hatinya. Jadi ini Tuan Maxim. Sempurna. Pria sepertimu adalah makanan empukku. Cinta sama sekali tidak menyadari bahwa pria berkuasa di hadapannya ini adalah pria yang dia kira "gigolo" yang dia tiduri semalam dan dia tinggali uang dua juta rupiah.

Namun, ada satu hal yang membuat Cinta sedikit heran. Tatapan mata Maxim padanya terasa sangat intens, tidak seperti tatapan seorang CEO yang baru pertama kali melihat pelamar asing. Ada riak emosi yang tertahan di balik mata hitam itu.

Maxim menumpukan kedua tangannya di atas meja, menatap Cinta dengan seringai tipis yang misterius. Di bawah meja, di dalam laci pribadinya, Maxim sengaja menyimpan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu yang ditinggalkan Cinta di hotel semalam.

Dia tahu wanita di hadapannya ini tidak mengenali wajahnya karena mabuk. Dan kenyataan itu, entah mengapa, menggores harga dirinya.

"Kamu memiliki latar belakang yang sangat mengesankan, Nona Cinta," suara Maxim terdengar berat dan dalam, membuat bulu kuduk Cinta meremang tanpa alasan. "Tapi katakan padaku... apakah kamu tipe orang yang mudah melupakan sesuatu? Atau seseorang?"

Cinta mengerutkan kening, sedikit bingung dengan pertanyaan yang melenceng dari konteks wawancara kerja ini. Namun dia tetap menjaga senyum manisnya. "Saya memiliki ingatan yang sangat tajam untuk hal-hal yang penting, Tuan Maxim. Terutama untuk pekerjaan saya."

Maxim terkekeh rendah, namun kekehan itu terdengar getir di telinga pria itu sendiri. Hal-hal yang penting, batin Maxim mengejek. Delapan tahun yang lalu, di sebuah SMA swasta elit, mereka adalah teman satu kelas. Dulu, Maxim hanyalah remaja pendiam, pengamat dari sudut kelas yang selalu memperhatikan Cinta dari kejauhan.

Sejak SMA, Cinta sudah menjadi pusat perhatian karena kecantikannya, namun dia juga terkenal dengan reputasinya sebagai wanita materialistis yang suka memanfaatkan pria kaya. Cinta kerap bergonta-ganti pacar, mendekati anak-anak dari keluarga kaya hanya untuk menguras uang mereka, lalu mendepak mereka begitu saja. Semua orang tahu tabiat Cinta, tapi pesonanya terlalu mematikan. Dan Maxim, mencintai wanita manipulatif itu dalam diam.

Maxim mengingat satu momen yang paling membekas. Hari itu, Cinta disudutkan oleh sekelompok siswi di toilet wanita karena dituduh merebut pacar ketua geng mereka.

Mereka menyiram tubuh Cinta dengan seember air kotor. Ketika geng itu pergi dan meninggalkan Cinta yang basah kuyup di lantai toilet, Maxim adalah orang pertama yang masuk ke sana. Tanpa suara, Maxim melepas jaket sekolahnya dan menyampirkannya ke bahu Cinta untuk melindunginya dari dingin dan rasa malu.

Namun saat itu, Cinta yang penuh harga diri tinggi hanya menyambar jaket tersebut tanpa sudi menatap wajah siswa pendiam yang menolongnya. Cinta pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih. Dia sama sekali tidak pernah mengingat wajah atau nama pria yang menolongnya hari itu.

Dan malam semalam, wanita ini kembali mengulanginya. Dia tidur di pelukannya, lalu mengira dirinya seorang gigolo murahan dan pergi begitu saja. Sadar bahwa Cinta sama sekali tidak mengingatnya—baik sebagai teman SMA maupun pria semalam—cukup melukai harga diri Maxim yang sekarang sudah menjadi pria paling berkuasa.

"Jika kamu mau uang... aku akan memberikannya, Nona Cinta. Jauh lebih banyak dari apa yang bisa kamu bayangkan," gumam Maxim pelan.

Suara itu sangat rendah, namun dalam keheningan ruangan yang luas tersebut, kalimat itu masih bisa ditangkap oleh indra pendengaran Cinta. Cinta mengerutkan alisnya samar. Jantungnya sempat berdesir aneh.

Kenapa tiba-tiba pria ini membahas tentang uang di tengah wawancara kerja profesional? pikir Cinta kebingungan.

Namun, karena nada suara Maxim sangat pelan, Cinta segera menepis pikiran buruknya. Dia mengira dirinya mungkin hanya salah dengar akibat sisa pening malam sebelumnya.

Sebelum Cinta sempat menganalisis lebih jauh, Maxim kembali bersuara dengan nada perintah yang mutlak dan menggelegar.

"Kamu melamar sebagai sekretarisku? Diterima. Kamu bisa mulai bekerja detik ini juga," ujar Maxim dengan seringai dominan yang mengerikan. "Mari kita lihat, seberapa baik kamu bisa 'melayani' semua kebutuhan pekerjaan saya, Nona Cinta."

Cinta menyunggingkan senyum kemenangan terbaiknya, mengunci rapat kebingungannya tadi. Dia mengira umpan pertamanya langsung berhasil tanpa tahu bahwa dialah yang sebenarnya sedang berjalan masuk ke dalam jebakan singa.

Permainan baru saja dimulai, dan Cinta tidak tahu bahwa target yang ingin dia taklukkan adalah iblis masa lalu yang siap mengurungnya selamanya.

Terpopuler

Comments

falea sezi

falea sezi

q kirim hadiah lanjut banyak thor

2026-08-15

0

falea sezi

falea sezi

lanjutt

2026-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 1_UMPAN 10 MILYAR
2 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 2 _UMPAN YANG SALAH SASARAN
3 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 3_ JEJAK MASA LALU YANG TERLUPA
4 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 4_BERCAK DI BALIK KERAH KEMEJA
5 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI
6 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 6_KONTRAK SANG PEMBURU
7 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 7_PIKIRAN LIAR SANG SEKRETARIS
8 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 8_ JEBAKAN DI PANGKUAN SERIGALA
9 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 9_ BATASAN YANG MULAI GOYAH
10 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 10_MURKA SANG PENGUASA
11 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 11_TERBAKAR API CEMBURU
12 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 12_DOMINASI SANG SERIGALA BETINA
13 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 13_SISA RASA DI MEJA CEO
14 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 14_TAMPARAN UNTUK SANG ILUSI
15 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 15_SANGKAR YANG MENGENCANG
16 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 16_KALAH OLEH KERINDUAN
17 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 17_BATASAN HASRAT YANG DI BUAT
18 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 18_PELARIAN YANG SALAH ALAMAT
19 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 19_PENEBUSAN SANG RATU
20 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 20_SANDRA DI RANJANG SUTRA
21 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 21: Badai di Lantai Eksekutif
22 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 22_SANDIWARA DUA SISI
23 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 23_TAMU DI BALIK SANGKAR
24 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 24_ TOPENG YANG RETAK DI PANTRI
25 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 25_DARAH DI ATAS PUALAM
26 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 26: Jeratan di Bawah Lembayung Malam
27 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 27: Bayang-Bayang Sang Penguasa
28 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 28: Amarah Sang Serigala
29 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 29: Perang Pikiran di Kursi Belakang
30 BERMIAN API DENGAN CINTA Bab 30: Jebakan Kata di Balik Topeng yang Hilang
31 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 31: Sandiwara di Atas Bara Api
32 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 32: Balikkan Takdir Sang Penguasa
33 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 33: Pesan yang Membakar Jiwa
34 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 34: Harga Sebuah Kebebasan
35 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 35: Sangkar yang Kembali Kosong
36 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 36: Jinaknya Sang Serigala
Episodes

Updated 36 Episodes

1
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 1_UMPAN 10 MILYAR
2
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 2 _UMPAN YANG SALAH SASARAN
3
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 3_ JEJAK MASA LALU YANG TERLUPA
4
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 4_BERCAK DI BALIK KERAH KEMEJA
5
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI
6
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 6_KONTRAK SANG PEMBURU
7
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 7_PIKIRAN LIAR SANG SEKRETARIS
8
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 8_ JEBAKAN DI PANGKUAN SERIGALA
9
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 9_ BATASAN YANG MULAI GOYAH
10
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 10_MURKA SANG PENGUASA
11
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 11_TERBAKAR API CEMBURU
12
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 12_DOMINASI SANG SERIGALA BETINA
13
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 13_SISA RASA DI MEJA CEO
14
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 14_TAMPARAN UNTUK SANG ILUSI
15
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 15_SANGKAR YANG MENGENCANG
16
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 16_KALAH OLEH KERINDUAN
17
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 17_BATASAN HASRAT YANG DI BUAT
18
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 18_PELARIAN YANG SALAH ALAMAT
19
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 19_PENEBUSAN SANG RATU
20
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 20_SANDRA DI RANJANG SUTRA
21
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 21: Badai di Lantai Eksekutif
22
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 22_SANDIWARA DUA SISI
23
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 23_TAMU DI BALIK SANGKAR
24
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 24_ TOPENG YANG RETAK DI PANTRI
25
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 25_DARAH DI ATAS PUALAM
26
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 26: Jeratan di Bawah Lembayung Malam
27
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 27: Bayang-Bayang Sang Penguasa
28
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 28: Amarah Sang Serigala
29
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 29: Perang Pikiran di Kursi Belakang
30
BERMIAN API DENGAN CINTA Bab 30: Jebakan Kata di Balik Topeng yang Hilang
31
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 31: Sandiwara di Atas Bara Api
32
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 32: Balikkan Takdir Sang Penguasa
33
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 33: Pesan yang Membakar Jiwa
34
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 34: Harga Sebuah Kebebasan
35
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 35: Sangkar yang Kembali Kosong
36
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 36: Jinaknya Sang Serigala

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!