BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI

Aroma sabun mawar yang manis menguap bersama uap air panas di dalam kamar mandi apartemen mewah milik Cinta. Setelah hari pertama bekerja yang melelahkan dan penuh dengan momen salah tingkah yang memalukan, Cinta akhirnya bisa bernapas lega. Dia melangkah keluar dari bilik shower dengan hanya sehelai handuk putih yang melilit tubuhnya yang masih basah.

Cinta berdiri di depan cermin besar yang terpasang di dinding riasnya. Jemari lentiknya menyeka sisa uap air yang mengembun di permukaan kaca, memperlihatkan pantulan dirinya sendiri. Namun, begitu pandangannya turun ke arah leher dan tulang selangkanya, kekesalan yang sempat reda kembali menyengat dadanya.

Di bawah cahaya lampu kamar mandi yang terang, bercak-bercak merah keunguan itu masih tercetak di sana. Meski sudah mulai samar jika dibandingkan dengan dua hari lalu, jumlahnya ternyata tidak sedikit. Kulit putih mulusnya tampak seperti kanvas yang diklaim secara brutal.

"Pria gigolo itu benar-benar gila," umpat Cinta ketus, jemarinya mengusap kasar bekas tanda tersebut dengan rasa kesal yang membuncah.

Gara-gara ulah agresif pria penghibur di klub malam itu, harga dirinya hampir saja hancur di depan Maxim hari ini. Pertanyaan sarkas Maxim tentang nyamuk apartemen masih terngiang-ngingang di telinganya dan sukses membuat bulu kuduknya meremang karena malu. Cinta merasa reputasinya sebagai penipu ulung yang elegan telah tercoreng. Pria di bar itu telah mengacaukan konsentrasinya dan hampir menghancurkan rencana besarnya untuk mendekati Maxim.

"Awas saja kalau kita sampai bertemu lagi. Pasti akan kuberi dia pelajaran karena sudah berani berbuat sekasar ini padaku," batin Cinta bertekad, menatap tajam pantulan matanya di cermin. Dia berjanji akan memotong sisa tip jika pria itu berani menampakkan diri lagi di hadapannya.

Cinta berjalan ke kamarnya, mengenakan pakaian santai sembari memikirkan taktik barunya. Namun, ingatan tentang sikap dingin, kaku, dan acuh tak acuh Maxim sepanjang hari ini membuat kepalanya berdentang penat.

Biasanya, pria kaya akan langsung menelan umpan sensualnya dalam hitungan jam. Tapi Maxim? Pria berusia dua puluh enam tahun itu seperti benteng besi yang tidak memiliki celah sedikit pun. Belum ada kemajuan berarti dalam misinya, padahal waktu tiga bulan yang dijanjikan pada Valen terus berjalan.

Rasa kesal, frustrasi karena egonya terluka, dan tekanan misi membuat Cinta merasa tercekik di dalam apartemennya yang sepi. Dia bosan. Dia butuh pengalihan. Bagi wanita seperti Cinta, tidak ada obat penawar stres yang lebih baik daripada alkohol, dentum musik, dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.

Dia butuh hiburan malam ini untuk mengembalikan kepercayaan dirinya yang sempat goyah.

Cinta berjalan menuju lemari pakaian khususnya. Untuk malam ini, dia memilih penampilan yang tidak kalah berani dari malam sebelumnya. Sebuah mini dress ketat berbahan latex berwarna hitam pekat yang membungkus sempurna lekuk tubuhnya hingga ke paha atas, dipadukan dengan jaket kulit berpotongan pendek untuk menutupi bagian lehernya yang masih bermasalah.

Dia memulas bibirnya dengan lipstik merah menyala, menyisir rambut hitam bergelombangnya, dan menyemprotkan parfum black opium andalannya. Sang pemburu siap kembali ke habitatnya.

Satu jam kemudian, Cinta sudah bergabung kembali bersama teman-teman sosialitanya di klub malam eksklusif yang sama dengan tempat dua malam lalu. Dentum bas musik elektronik langsung menyambut indra pendengarannya, membakar sisa-sisa stres yang dia bawa dari kantor Kencana Property Group.

"Cinta! Kamu kelihatan luar biasa malam ini!" seru salah satu temannya sambil menyodorkan sebuah gelas kristal berisi cocktail berwarna keunguan.

Cinta menyambut gelas itu dengan senyuman lebar, meneguknya hingga setengah tanpa ragu. Rasa hangat dari alkohol langsung menjalar ke tenggorokannya, perlahan menghapus bayangan wajah dingin Maxim dari kepalanya.

Di bawah kilatan lampu neon yang berputar dinamis, Cinta mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik, tertawa lepas bersama teman-temannya seolah-olah tidak memiliki beban misi senilai sepuluh miliar rupiah di pundaknya.

Dia merasa bebas malam ini. Dia kembali menjadi Cinta yang memegang kendali atas dunianya, bukan Cinta sang sekretaris pribadi yang harus tunduk pada perintah CEO dingin. Gelas demi gelas kembali berpindah tangan, membuat kesadaran Cinta perlahan-lahan mulai melayang di bawah pengaruh alkohol.

Namun, di tengah euforia dan tawa lepasnya bersama teman-temannya di lantai dansa, Cinta sama sekali tidak menyadari keberadaan sebuah ruang VIP lantai dua yang memiliki kaca satu arah yang menghadap langsung ke arah tempatnya berada.

Di dalam ruangan yang gelap dan sunyi itu, Maxim sedang duduk di sofa kulit hitam yang mewah, ditemani oleh beberapa pengawal pria berbadan tegap. Di atas meja di hadapannya, sebuah monitor kecil menampilkan siaran langsung dari kamera pengawas klub yang menyorot tepat ke wajah Cinta.

Sejak Cinta menginjakkan kakinya di lobi klub ini, sistem keamanan Maxim sudah langsung mendeteksi kehadirannya. Maxim tahu wanita itu akan datang ke sini untuk mencari pelarian dari rasa frustrasinya di kantor hari ini.

Maxim menyesap whiskey di gelasnya perlahan, sepasang mata hitamnya menatap tajam ke arah layar monitor, memperhatikan bagaimana Cinta tertawa dan membiarkan beberapa pria asing mencoba mendekatinya di lantai dansa.

Kilat posesif dan kegelapan yang pekat mendadak melintas di dalam manik mata sang CEO. Sifat gila kendali yang selama ini dia miliki mulai merayap naik ke permukaan dengan agresif.

Maxim bangkit berdiri, meletakkan gelas whiskey-nya ke atas meja marmer dengan denting yang pelan namun sarat akan ketegangan. Pria itu meraih sebuah topeng masquerade berwarna hitam satin dari atas meja, lalu mengenakannya. Topeng itu membingkai area matanya dengan sempurna, menyembunyikan sebagian besar struktur wajah bagian atasnya, menjadikannya sosok misterius yang tak dikenali di bawah temaram lampu klub.

Maxim melangkah keluar dari ruangan VIP, menuruni anak tangga dengan perlahan namun pasti.

Di lantai dansa, Cinta sedang tertawa kecil ketika sebuah lengan kokoh tiba-tiba melingkar di pinggang rampingnya dari belakang, menarik tubuhnya mendekat hingga punggung Cinta menempel rapat pada dada bidang seorang pria. Cinta tersentak, berniat memaki pria asing yang berani menyentuhnya sembarangan.

Namun, sebelum kata makian itu keluar dari bibirnya, sebuah aroma langsung menyergap indra penciumannya. Wangi kayu cendana yang mewah, berpadu dengan tembakau premium dan kehangatan maskulin yang pekat.

Jantung Cinta berdegup kencang seketika. Tubuhnya menegang. Wangi parfum ini... Cinta tidak akan pernah melupakannya. Ini adalah wangi persis dari pria "gigolo" gila yang menidurinya malam itu dan meninggalkan bercak di lehernya.

Cinta dengan cepat memutar tubuhnya untuk menghadap pria itu. Namun, pandangannya justru membentur sebuah topeng hitam satin yang menutupi separuh wajah sang pria. Di balik celah topeng itu, sepasang mata hitam pekat menatapnya dengan intensitas yang begitu mengintimidasi, mengunci seluruh pergerakan Cinta dalam sekejap.

Episodes
1 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 1_UMPAN 10 MILYAR
2 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 2 _UMPAN YANG SALAH SASARAN
3 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 3_ JEJAK MASA LALU YANG TERLUPA
4 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 4_BERCAK DI BALIK KERAH KEMEJA
5 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI
6 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 6_KONTRAK SANG PEMBURU
7 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 7_PIKIRAN LIAR SANG SEKRETARIS
8 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 8_ JEBAKAN DI PANGKUAN SERIGALA
9 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 9_ BATASAN YANG MULAI GOYAH
10 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 10_MURKA SANG PENGUASA
11 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 11_TERBAKAR API CEMBURU
12 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 12_DOMINASI SANG SERIGALA BETINA
13 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 13_SISA RASA DI MEJA CEO
14 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 14_TAMPARAN UNTUK SANG ILUSI
15 _BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 15_SANGKAR YANG MENGENCANG
16 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 16_KALAH OLEH KERINDUAN
17 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 17_BATASAN HASRAT YANG DI BUAT
18 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 18_PELARIAN YANG SALAH ALAMAT
19 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 19_PENEBUSAN SANG RATU
20 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 20_SANDRA DI RANJANG SUTRA
21 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 21: Badai di Lantai Eksekutif
22 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 22_SANDIWARA DUA SISI
23 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 23_TAMU DI BALIK SANGKAR
24 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 24_ TOPENG YANG RETAK DI PANTRI
25 BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 25_DARAH DI ATAS PUALAM
26 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 26: Jeratan di Bawah Lembayung Malam
27 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 27: Bayang-Bayang Sang Penguasa
28 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 28: Amarah Sang Serigala
29 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 29: Perang Pikiran di Kursi Belakang
30 BERMIAN API DENGAN CINTA Bab 30: Jebakan Kata di Balik Topeng yang Hilang
31 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 31: Sandiwara di Atas Bara Api
32 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 32: Balikkan Takdir Sang Penguasa
33 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 33: Pesan yang Membakar Jiwa
34 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 34: Harga Sebuah Kebebasan
35 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 35: Sangkar yang Kembali Kosong
36 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 36: Jinaknya Sang Serigala
37 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 37: Vonis dari Sang Penguasa
38 BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 38: Labirin Memori yang Terlupa
Episodes

Updated 38 Episodes

1
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 1_UMPAN 10 MILYAR
2
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 2 _UMPAN YANG SALAH SASARAN
3
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 3_ JEJAK MASA LALU YANG TERLUPA
4
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 4_BERCAK DI BALIK KERAH KEMEJA
5
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI
6
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 6_KONTRAK SANG PEMBURU
7
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 7_PIKIRAN LIAR SANG SEKRETARIS
8
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 8_ JEBAKAN DI PANGKUAN SERIGALA
9
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 9_ BATASAN YANG MULAI GOYAH
10
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 10_MURKA SANG PENGUASA
11
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 11_TERBAKAR API CEMBURU
12
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 12_DOMINASI SANG SERIGALA BETINA
13
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 13_SISA RASA DI MEJA CEO
14
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 14_TAMPARAN UNTUK SANG ILUSI
15
_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 15_SANGKAR YANG MENGENCANG
16
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 16_KALAH OLEH KERINDUAN
17
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 17_BATASAN HASRAT YANG DI BUAT
18
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 18_PELARIAN YANG SALAH ALAMAT
19
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 19_PENEBUSAN SANG RATU
20
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 20_SANDRA DI RANJANG SUTRA
21
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 21: Badai di Lantai Eksekutif
22
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 22_SANDIWARA DUA SISI
23
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 23_TAMU DI BALIK SANGKAR
24
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 24_ TOPENG YANG RETAK DI PANTRI
25
BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 25_DARAH DI ATAS PUALAM
26
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 26: Jeratan di Bawah Lembayung Malam
27
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 27: Bayang-Bayang Sang Penguasa
28
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 28: Amarah Sang Serigala
29
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 29: Perang Pikiran di Kursi Belakang
30
BERMIAN API DENGAN CINTA Bab 30: Jebakan Kata di Balik Topeng yang Hilang
31
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 31: Sandiwara di Atas Bara Api
32
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 32: Balikkan Takdir Sang Penguasa
33
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 33: Pesan yang Membakar Jiwa
34
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 34: Harga Sebuah Kebebasan
35
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 35: Sangkar yang Kembali Kosong
36
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 36: Jinaknya Sang Serigala
37
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 37: Vonis dari Sang Penguasa
38
BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 38: Labirin Memori yang Terlupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!