Pagi itu, ponsel Elena berdering. Begitu panggilan tersambung, suara putranya langsung terdengar dari seberang. Arsen mengatakan bahwa ia dan Adara berencana pulang ke Jakarta hari ini karena cemas memikirkan anak-anak mereka.
Elena malah melarang.
“Tidak perlu pulang. Habiskan waktu kalian berdua. Anak-anak sudah aman. Ayahmu yang menjemput mereka dari rumah Rayden kemarin.”
Arsen terdiam sebentar. Ia melirik Adara yang sudah bersiap dengan koper kecilnya. Wanita itu bahkan sudah menunggu di dekat pintu.
Arsen pun mengangguk paham.
“Baik, Ma.”
Setelah panggilan berakhir, Adara mulai merasa curiga.
“Kita jadi pulang, kan?”
“Tenang saja,” jawab Arsen tersenyum tipis. Tapi diam-diam ia sudah menyiapkan rencana lain. Ia tidak akan membawa Adara kembali ke Indonesia.
Ia ingin membawanya ke Paris. Tanpa memberi tahu sedikit pun.
Beberapa jam kemudian, ketika pesawat mulai lepas landas, barulah Adara menyadari sesuatu.
Ia melihat keluar jendela, lalu menatap Arsen dengan wajah tidak percaya.
“Ini bukan penerbangan ke Jakarta.”
“Aku tahu,” jawab Arsen singkat.
Adara mulai merasa kesal, tetapi Arsen buru-buru menjelaskan bahwa semua ini adalah permintaan Elena. Ibunya ingin mereka menikmati waktu berdua lebih lama, sementara anak-anak sudah aman bersama keluarga.
Adara masih ingin protes, tetapi akhirnya hanya bisa menghela napas. Meski begitu, pikirannya tetap tertuju kepada Rosa. Nomor Bibinya kembali tidak aktif. Ada perasaan tidak enak yang terus mengganggu hati Adara.
Semoga Bibi Rosa baik-baik saja.
Tiba-tiba Arsen meraih tangannya.
“Jangan terlalu khawatir. Semua akan baik-baik saja.”
Adara menatapnya cukup lama. Entah bagaimana, kalimat itu terasa seperti Arsen tahu persis apa yang sedang ia pikirkan. Adara cepat-cepat menunduk dan memalingkan pandangannya dari tatapan Arsen yang berbeda dari sebelumnya.
“Kita cuma suami istri di atas kertas, tapi kenapa dia harus repot-repot bawa aku berlibur ke Paris?” gumam Adara bingung dengan sikap Arsen yang berubah-ubah.
___…
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO
Misi Rahasia?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments
Lisa Halik
paman meteo jangan keduluan oleh pak bram,kalau suka pepet terus oma oca
2026-09-10
0
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣 paman mateor ayuk pepet trus oma oca,,jgn sampai ke duluan sama om Bram 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-09-09
0
𝐌𝐈💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Ciee paman Meteol cembuluuu🥳🤣
2026-09-09
0