Bab 5: Kudeta di Ruang Direksi

​Matahari pagi menembus kaca patri ruang rapat utama di lantai dua puluh delapan gedung pusat Grup Su. Namun, cahaya keemasan itu gagal menghangatkan atmosfer ruangan yang terasa sekaku bongkahan es. Di ujung meja oval panjang yang terbuat dari kayu mahoni, Su Yuhan duduk dengan punggung tegak. Matanya yang indah namun diliputi kelelahan memancarkan ketegasan, menatap belasan pria dan wanita paruh baya dalam setelan jas rapi yang duduk mengelilinginya.

​Mereka adalah dewan direksi Grup Su, dan sebagian besar dari mereka adalah paman, bibi, serta sepupunya sendiri. Pagi ini, mereka tidak berkumpul untuk membahas strategi bisnis, melainkan untuk menggelar pengadilan eksekusi bagi sang CEO muda.

​"Su Yuhan, waktumu sudah habis," suara serak Su Ming, paman tertua Yuhan yang selama ini mengincar kursi kepemimpinan, memecah keheningan yang mencekam. Ia melemparkan sebuah map merah ke tengah meja dengan kasar. "Kemarin, kau berjanji akan membawa suntikan dana 50 juta Yuan dari Grup Zhao. Tapi apa yang terjadi? Tidak ada satu sen pun yang masuk ke rekening perusahaan!"

​Yuhan menatap pamannya dengan rahang mengeras. "Paman Ming, Tuan Muda Zhao mengajukan syarat yang sangat tidak masuk akal dan menghina martabat saya. Saya menolaknya. Terlebih lagi, tadi malam seluruh aset Grup Zhao hancur lebur secara misterius. Berbisnis dengan mereka hanya akan menyeret kita ke dalam jurang."

​"Alasan!" Su Ming menggebrak meja, wajahnya memerah penuh amarah. "Grup Zhao hancur atau tidak, itu bukan urusan kita! Urusan kita adalah kas perusahaan kosong! Bank menolak restrukturisasi utang, dan para kontraktor sudah mengancam akan menyita aset kita siang ini!"

​Suasana ruang rapat meledak dalam bisikan-bisikan kasar. Anggota dewan direksi lainnya mulai melemparkan tatapan menyalahkan pada Yuhan. Bagi mereka, kegagalan Yuhan membawa dana adalah alasan sempurna untuk menggulingkannya.

​"Grup Su didirikan oleh mendiang Kakekmu dengan susah payah," lanjut Su Ming, suaranya kini dipenuhi nada kemenangan yang sinis. "Sejak awal, menyerahkan perusahaan ini pada seorang gadis muda yang menikahi sampah jalanan seperti Lin Fan adalah kesalahan fatal! Yuhan, jika kau memiliki sedikit saja rasa hormat pada keluarga ini, mundurlah hari ini juga."

​Yuhan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga nyaris berdarah. Tangannya yang bersembunyi di bawah meja mengepal erat. Ia ingat janji suaminya semalam—masalah 50 juta Yuan itu akan selesai—namun kenyataan di depannya menamparnya dengan keras. Lin Fan hanyalah pria tanpa daya; bagaimana mungkin ia bisa menyelamatkan perusahaan ini?

​"Saya mengusulkan mosi tidak percaya," ujar seorang direktur dari sayap kanan meja, yang merupakan sekutu setia Su Ming. "Jika Su Yuhan tidak bisa meletakkan cek 50 juta Yuan di meja ini dalam sepuluh menit, ia harus menandatangani surat pengunduran diri dan menyerahkan kursi CEO kepada Direktur Su Ming!"

​"Setuju!"

"Saya setuju!"

​Satu per satu tangan terangkat ke udara. Surat pengunduran diri yang sudah dicetak rapi disodorkan ke hadapan Yuhan beserta sebuah pena emas. Dunia Yuhan terasa runtuh. Ia telah mengorbankan masa mudanya, pernikahannya, dan seluruh kehidupannya demi mempertahankan warisan kakeknya, hanya untuk dirampas oleh kerabatnya sendiri.

​Yuhan menunduk menatap pena itu. Tangannya gemetar saat ia perlahan meraihnya.

​Suara Sepatu Bot di Lorong

​Brak!

​Tepat saat ujung pena Yuhan hendak menyentuh kertas, pintu ganda ruang direksi berbahan kayu jati tebal itu ditendang terbuka dari luar dengan kekuatan yang menggetarkan seluruh ruangan.

​Semua orang tersentak dan menoleh ke arah pintu. Dua orang satpam keamanan Grup Su tampak terkapar tak berdaya di lantai lorong. Melangkahi mereka, masuklah sekelompok pria berkacamata hitam dengan setelan jas abu-abu formal, berbaris membuka jalan bak pasukan elit yang menyambut raja mereka.

​Di tengah barisan itu, melangkah seorang pria paruh baya berwibawa dengan rambut memutih yang disisir rapi. Ia mengenakan jas Brioni pesanan khusus dan memegang sebuah koper baja di tangan kirinya. Auranya begitu mendominasi hingga membuat napas para direktur Grup Su tercekat.

​Mata Su Ming membelalak lebar hingga nyaris keluar dari sarangnya. "T-Tuan Li?! Presiden Direktur Bank Sentral Jiangzhou?!"

​Seluruh anggota dewan direksi langsung berdiri karena panik dan syok. Li Jianhong bukanlah bankir biasa. Ia adalah penguasa absolut jalur keuangan di seluruh provinsi. Jangankan Grup Su, bahkan walikota pun harus membuat janji sebulan sebelumnya hanya untuk minum teh bersamanya.

​"Tuan Li! Kehormatan besar Anda datang ke perusahaan kami yang kecil ini!" Su Ming langsung memasang senyum menjilat, melupakan Yuhan sejenak. Ia berlari kecil menghampiri pria itu sambil mengulurkan tangannya. "Apakah Anda datang untuk membahas likuidasi utang kami? Anda tidak perlu repot-repot, saya yang akan menjabat sebagai CEO baru—"

​Plak!

​Li Jianhong bahkan tidak menatap wajah Su Ming. Dengan satu isyarat tangan, asisten pribadinya menepis tangan Su Ming dengan kasar hingga pria paruh baya itu terhuyung mundur.

​Mengabaikan seluruh jajaran direksi yang ketakutan, Li Jianhong melangkah lurus menuju ujung meja. Ia berhenti tepat di hadapan Su Yuhan yang masih duduk terpaku. Kemudian, di bawah tatapan mata seluruh ruangan yang tidak percaya, pria paling berkuasa di dunia finansial Jiangzhou itu membungkukkan badannya sembilan puluh derajat di hadapan Yuhan.

​"Nyonya Su Yuhan yang terhormat, maafkan keterlambatan saya," ucap Li Jianhong dengan nada penuh hormat yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri. "Saya datang membawa instruksi khusus untuk Anda."

​Asisten Li Jianhong maju, membuka koper baja tersebut, dan mengeluarkan sebuah dokumen tebal dengan stempel emas raksasa.

​"Ini adalah kontrak investasi eksklusif dari Bank Sentral untuk Grup Su," suara Li Jianhong menggema jelas di ruang rapat yang kini hening seperti kuburan. "Kami tidak membawa 50 juta Yuan seperti yang diminta dewan direksi bodoh Anda."

​Su Ming menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdetak liar. Apakah Bank Sentral datang untuk menolak investasi dan langsung membangkrutkan mereka?

​"Kami membawa fasilitas kredit tanpa batas dengan pencairan awal sebesar Lima Ratus Miliar Yuan, tanpa bunga, dan tanpa tenggat waktu pengembalian," lanjut Li Jianhong tajam. "Namun, kontrak ini memiliki satu syarat mutlak yang tidak bisa diganggu gugat."

​Yuhan menahan napasnya, matanya menatap Li Jianhong dengan syok total. "S-syarat apa, Tuan Li?"

​Li Jianhong menoleh, menatap tajam ke arah Su Ming dan para direktur lainnya seolah mereka adalah segerombolan tikus selokan.

​"Satu-satunya syarat adalah: Uang ini hanya berlaku jika Nyonya Su Yuhan tetap menjabat sebagai CEO absolut Grup Su seumur hidup. Jika ada satu helai saja rambut Nyonya Su yang dirugikan oleh dewan direksi di ruangan ini, saya pastikan kalian semua akan membusuk di penjara sebelum matahari terbenam."

​Li Jianhong meletakkan pena emas bertahtakan berlian di atas kontrak itu, menyodorkannya tepat di hadapan Yuhan.

​Di detik itu juga, Yuhan teringat pada suara berat dan tenang suaminya di ruang tamu yang temaram semalam: "Besok pagi, saat kau melangkah masuk ke kantor, masalah itu akan selesai. Aku berjanji."

Episodes
1 Bab 1: Akhir dari Tiga Tahun Kehinaan
2 Bab 2: Harga Diri yang Tak Ternilai
3 Bab 3: Tiga Ratus Detik Menuju Kehancuran
4 Bab 4: Penyangkalan dan Sebuah Janji
5 Bab 5: Kudeta di Ruang Direksi
6 Bab 6: Topeng Kemunafikan
7 Bab 7: Sang Penguasa Bayangan
8 Bab 8: Sandiwara di Balik Asap Dapur
9 Bab 9: Predator dari Puncak Rantai Makanan
10 Bayang-bayang Kematian dan Gaun Hitam
11 Bab 11: Sarang Ular dan Cemoohan Para Elit
12 Bab 12: Argumen Hukum dan Keadilan yang Tumpul
13 Bab 13: Invasi Para Dewa Kematian
14 Bab 14: Runtuhnya Kesombongan Sang Tiran
15 Bab 15: Mengungkap Tabir Sang Penguasa
16 Bab 16: Gelombang Hitam dari Ibu Kota
17 Bab 17: Pagi yang Canggung
18 Bab 18: Benteng Tak Kasatmata di Menara Su
19 Bab 19: Serigala Buta di Kandang Naga
20 Bab 20: Keheningan yang Menulikan di Selatan
21 Bab 21: Aliansi Para Serigala di Ibu Kota
22 Bab 22: Pengepungan Pasukan Serigala Berdarah
23 Bab 23: Tamu Berdarah di Ruang Keluarga
24 Bab 24: Lorong Neraka di Menara Su
25 Bab 25: Pengadilan Hujan Darah di Halaman Belakang
26 Bab 26: Kado Pagi Hari
27 Bab 27: Gempa Berita dari Selatan
28 Bab 28: Utusan Sang Naga
29 Bab 29: Koper Misterius dan Imajinasi Liar Keluarga Su
30 Pendaratan Sang Tiran di Jalur Neraka
31 Karpet Merah dari Darah dan Api
32 Gerbang Naga dan Arogansi Para Tetua
33 Kartu Mati Sang Pecundang
34 Hujan Darah di Ruang Bawah Tanah
35 Mahkota Naga
Episodes

Updated 35 Episodes

1
Bab 1: Akhir dari Tiga Tahun Kehinaan
2
Bab 2: Harga Diri yang Tak Ternilai
3
Bab 3: Tiga Ratus Detik Menuju Kehancuran
4
Bab 4: Penyangkalan dan Sebuah Janji
5
Bab 5: Kudeta di Ruang Direksi
6
Bab 6: Topeng Kemunafikan
7
Bab 7: Sang Penguasa Bayangan
8
Bab 8: Sandiwara di Balik Asap Dapur
9
Bab 9: Predator dari Puncak Rantai Makanan
10
Bayang-bayang Kematian dan Gaun Hitam
11
Bab 11: Sarang Ular dan Cemoohan Para Elit
12
Bab 12: Argumen Hukum dan Keadilan yang Tumpul
13
Bab 13: Invasi Para Dewa Kematian
14
Bab 14: Runtuhnya Kesombongan Sang Tiran
15
Bab 15: Mengungkap Tabir Sang Penguasa
16
Bab 16: Gelombang Hitam dari Ibu Kota
17
Bab 17: Pagi yang Canggung
18
Bab 18: Benteng Tak Kasatmata di Menara Su
19
Bab 19: Serigala Buta di Kandang Naga
20
Bab 20: Keheningan yang Menulikan di Selatan
21
Bab 21: Aliansi Para Serigala di Ibu Kota
22
Bab 22: Pengepungan Pasukan Serigala Berdarah
23
Bab 23: Tamu Berdarah di Ruang Keluarga
24
Bab 24: Lorong Neraka di Menara Su
25
Bab 25: Pengadilan Hujan Darah di Halaman Belakang
26
Bab 26: Kado Pagi Hari
27
Bab 27: Gempa Berita dari Selatan
28
Bab 28: Utusan Sang Naga
29
Bab 29: Koper Misterius dan Imajinasi Liar Keluarga Su
30
Pendaratan Sang Tiran di Jalur Neraka
31
Karpet Merah dari Darah dan Api
32
Gerbang Naga dan Arogansi Para Tetua
33
Kartu Mati Sang Pecundang
34
Hujan Darah di Ruang Bawah Tanah
35
Mahkota Naga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!