Angin malam berhembus membawa kabut merah dari dasar jurang, menyebarkan bau karat yang sangat menyengat.
Wush.
Di tepi ngarai raksasa itu, perkemahan Kota Awan Merah telah didirikan dengan penjagaan super ketat.
Su Lin duduk bersila di atas sebuah batu besar yang menghadap langsung ke arah jurang.
Gadis jenius itu memeluk lututnya dalam diam, sementara hawa dingin terus memancar dari tubuhnya tanpa henti.
Krak krak.
Rumput kering di sekitar batu itu telah membeku sepenuhnya menjadi kristal es berwarna putih pucat.
'Gadis ini benar-benar bisa mengubah padang pasir menjadi kutub utara jika terus dibiarkan.'
Yang Zhen membatin pelan sambil berjalan mendekati dewi es yang sedang merajuk tersebut.
Pemuda itu duduk tepat di samping Su Lin, menyenggol bahu gadis itu dengan bahunya sendiri.
Duk.
Su Lin langsung menggeser duduknya menjauh, menolak bersentuhan dengan pemuda di sampingnya.
"Batu ini terlalu dingin untuk diduduki, Nona Su," goda Yang Zhen memecah keheningan.
"Apakah kau sedang berlatih membekukan pantatmu sendiri?"
Su Lin menoleh dengan tatapan mata yang sangat tajam, seolah ingin menusuk wajah pemuda itu dengan ribuan jarum es.
"Pergi sana dan cari wanita tomboi dari ibu kota itu," usir Su Lin dengan nada suara sedingin es.
"Dia pasti memiliki tempat duduk yang jauh lebih hangat dan empuk untukmu."
Yang Zhen tidak bisa menahan tawanya mendengar sindiran yang sangat kental dengan rasa cemburu itu.
Hahaha.
Tawa lepas Yang Zhen justru membuat Su Lin semakin kesal dan membuang mukanya ke arah jurang.
"Kau ini sangat menggemaskan saat sedang cemburu buta, Cantik," ucap Yang Zhen dengan nada melembut.
Pemuda itu mengulurkan tangannya dan mengusap puncak kepala Su Lin dengan perlahan.
"Aku sama sekali tidak tertarik pada gadis yang terlihat seperti anak laki-laki kurang gizi itu."
Su Lin menepis pelan tangan Yang Zhen, namun rona merah mulai menjalar di kedua pipinya.
"Siapa yang cemburu?! Aku hanya tidak suka melihatmu bersikap murahan di depan musuh," bantah Su Li…
Gulungan Dewa Naga
Bab 70
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments