BAB 18: INTROSPEKSI DAN INTENSI BENTENG
BRUK.
Tubuh tegap Mo Xie akhirnya kehilangan keseimbangan. Kedua lututnya membentur permukaan salju hitam yang dingin dengan keras, membuatnya terduduk lemas di tengah hamparan medan laga yang sunyi dan luluh lantak.
Pedang Kehampaan terlepas dari genggamannya, menancap miring di atas permukaan es dengan sisa-sisa uap ungu yang terus mendesis pelan sebelum meredup.
Mo Xie mencengkeram kepalanya yang terasa berdenyut sangat hebat. Pikirannya bergolak, terus berputar-putar mencoba mencerna kata-kata dari entitas pemburu dimensi terdalam tadi.
Bagian dari mereka... Pembawa kehancuran...
"Mo Xie!"
Xue Qingyue langsung berlutut di sampingnya, sama sekali tidak memedulikan jubah gaun perak-birunya yang kotor terkena jelaga abu belerang.
Tangan dinginnya menyentuh bahu Mo Xie, mencoba menyalurkan sedikit Hukum Es murni untuk menstabilkan kondisi fisik pemuda itu yang tampak sangat terguncang.
"Tenangkan dirimu. Jangan biarkan gejolak Qi Kegelapan itu menggerogoti kesadaran dan pikiranmu."
"Kau benar, Xue Qingyue..." bisik Mo Xie dengan suara parau, napasnya menguap menjadi uap putih tebal di udara beku.
Ia menatap telapak tangan kanannya yang gemetar hebat; kain hitam yang membebatnya telah hangus sebagian, memperlihatkan jaringan kulit yang mulai menghitam akibat dampak korosi Qi yang parah.
"Pedang ini... setiap kali aku memanggil kekuatannya untuk melancarkan tebasan, rasanya seperti ada kehendak liar yang sangat kelaparan di dalam sana... sesuatu yang secara perlahan mencoba mengikis, melumat, dan menelan jiwaku dari dalam."
Xue Qingyue menatap pergelangan tangan Mo Xie dengan raut cemas yang tersirat tajam.
Jarak hirarki kekuatan antara praktisi fana di ranah Mortal seperti Mo Xie dan daya hancur Kehampaan yang tak bertepi itu terlalu berbahaya. Tanpa adanya wadah Dantian yang kokoh, mengayunkan senjata terkutuk itu sama saja dengan menenggak racun secara sengaja setiap hari.
Namun, baik Mo Xie maupun Xue Qingyue…
MENANTANG PARA DEWA
BAB 18: INTI ES ABADI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments