Hutan Oakhaven menyambut mereka dengan keheningan yang berat. Pohon-pohon raksasa berdiri beratus-ratus tahun, cabang-cabangnya saling bertautan hingga cahaya matahari hanya bisa menembus dalam bentuk bintik-bintik cahaya yang samar. Udara di sini terasa lebih sejuk, lebih lembap, dan penuh dengan aroma lumut, daun basah, dan kayu tua.
"Jangan berjalan terlalu berisik," bisik Arvin, matanya terus mengawasi sekeliling. "Hutan ini bukan milik pohon saja. Penduduk Oakhaven menjaganya dengan sangat ketat. Dan mereka tidak suka orang asing masuk tanpa izin."
"Kita tidak bermaksud jahat," kata Kael, meski suaranya juga rendah. "Mengapa mereka begitu curiga?"
"Karena di dunia ini, rasa curiga adalah perisai terbaik bagi yang lemah," jawab suara wanita dari arah kiri.
Ketiganya berhenti mendadak, tangan Zhoo langsung berada di gagang pedangnya. Dari balik pohon besar, muncul beberapa orang yang mengenakan pakaian berwarna daun dan kulit kayu, wajah mereka dicat dengan warna hijau dan cokelat, membuat mereka hampir menyatu dengan lingkungan. Di depan mereka berdiri Elara—wanita yang dilihat Zhoo di bukit beberapa hari yang lalu.
"Kau..." Zhoo sedikit terkejut.
"Kau berani melawan perwira Veyra tanpa senjata, tapi sekarang terkejut karena bertemu kami di hutan?" tanya Elara dengan nada mengejek namun lembut. Ia melangkah maju, rambutnya yang berwarna cokelat keemasan terlihat kontras dengan suasana hutan yang gelap. "Aku Elara, anak kepala suku di wilayah ini. Dan ini adalah tanah kami."
"Aku Zhoo. Ini Arvin dan Kael. Kami datang bukan untuk mengambil apa-apa," ucap Zhoo dengan hormat. "Kami hanya mencari tempat berlindung, dan mungkin... sekutu."
Elara menatapnya lama, seolah sedang membaca isi hatinya. "Sekutu? Tujuh kerajaan telah hidup ratusan tahun dengan cara masing-masing. Tidak ada yang mau bersekutu dengan orang asing, apalagi dengan orang yang membuat Raja Vereon marah. Kabar tentangmu sudah sampai ke sini, Zhoo. Kau membuat musuh yang sangat kuat sebelum kau bahkan…
ZHOO, SANG PENAKLUK EST
BAYANGAN DI HUTAN OAKHAVEN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments