DI HADAPAN RAJA KAEL.

Ibu kota Kaelthira, Kael-Vor, berdiri di atas tebing curam, dikelilingi tembok batu setinggi gunung. Istana Raja Kael bukanlah bangunan yang megah dengan hiasan emas — melainkan benteng yang gelap, kokoh, dan seolah tumbuh dari batu itu sendiri. Di setiap sudut berdiri patung-patung pahlawan kuno, wajahnya keras dan tak tersenyum.

Zhoo dan Arvin didorong masuk ke ruang takhta. Di ujung ruangan yang luas itu, di atas kursi batu yang kasar, duduk Raja Kael.

Ia pria berusia pertengahan lima puluh, rambut hitam yang sudah memutih di pelipis, wajahnya penuh garis ketegasan. Matanya seperti dua batu hitam yang tak bisa ditembus. Di sebelahnya berdiri dua orang pengawal raksasa, dan di sisi lain, seorang penasihat tua yang menatap lantai segan mengangkat wajah.

"Jadi kau yang ingin bertemu denganku," suara Kael berat dan dalam, bergema di seluruh ruangan. Ia tidak berdiri. Bahkan tidak mencondongkan tubuh. "Komandanmu bilang kau membawa pesan tentang Vereon."

Zhoo berlutut sebentar, lalu berdiri kembali — tidak terlalu rendah, tidak pula terlalu tinggi. "Benar, Baginda."

"Katakan. Tapi ketahuilah — jika kata-katamu tidak berharga, kau akan digantung di gerbang kota sebelum matahari terbenam."

"Aku datang untuk memperingatkan," ujar Zhoo tenang. "Raja Vereon sedang menyatukan pasukannya. Dia tidak akan berhenti sebelum seluruh benua Est berada di bawah kakinya. Dia tidak membutuhkan alasan untuk berperang — dia hanya butuh kesempatan. Dan selama kerajaan-kerajaan kita berdiri sendiri-sendiri, dia akan mengalahkan kita satu per satu."

Kael tertawa pendek, suara yang dingin dan tanpa senyum. "Kau pikir aku takut pada Vereon? Pasukanku adalah yang terbaik di benua ini. Prajuritku tidak pernah kalah di tanah sendiri."

"Dan itulah kelemahannya," balas Zhoo cepat. "Kau hanya berpikir tentang tanahmu sendiri. Tapi perang tidak mengenal batas. Jika dia menghancurkan kerajaan sebelahmu, maka besok dia akan berdiri di gerbangmu. Dan saat itu, tidak ada yang akan menolongmu."

Ruangan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!