Episode 24

Bab 24

Bukan Tak Suka Perempuan

Nara

"Kau tahu orang bicara apa tentangmu?"

Bapak tidak menyuruhku duduk. Dia berdiri di balik meja kerja dengan ponsel terbuka pada grup keluarga besar. Di layar, puluhan pesan menumpuk di bawah satu voice note dari kerabat Solo.

"Saya tahu."

"Lalu kenapa kau diam?"

"Karena menjelaskan kehidupan pribadi kepada grup keluarga tidak akan menghentikan orang yang ingin bergosip."

Bapak meletakkan ponsel. "Ini bukan sekadar gosip. Mereka mempertanyakanmu sebagai penerus keluarga."

Aku hampir tertawa, tetapi wajahnya terlalu serius. "Kemampuan saya mengelola perusahaan tidak berubah karena menolak acara teh."

"Jangan pura-pura tidak mengerti." Suaranya turun. "Ucapanmu kepada Bu Marlina itu maksudnya apa?"

Aku memandang rak buku di belakangnya. Sejak kecil, percakapan dengan Bapak selalu menyerupai rapat: pertanyaan harus dijawab tepat, emosi diletakkan di luar ruangan. Kali ini dia bertanya sebagai ayah yang takut garis keluarganya berhenti padaku.

"Saya tidak tertarik pada perjodohan yang diatur tanpa persetujuan."

"Hanya itu?"

"Apa lagi?"

"Kau tiga puluh dua tahun. Tidak pernah memperkenalkan seorang perempuan. Setiap calon kau tolak. Sekarang kau mengatakan tidak tertarik di depan orang. Ibumu tidak tidur dua malam."

Aku menarik napas. Kemarahanku kepada Ibu sedikit surut. Cara beliau menghadapi takut memang salah, tetapi ketakutannya nyata.

"Saya bukan tak suka perempuan, Pak. Hanya belum ada yang cocok."

Itu jawaban yang kami berdua tahu tidak sepenuhnya benar. Ada seorang perempuan yang membuatku pulang lebih cepat, menyimpan sapu tangannya, dan kehilangan kendali setiap kali dia diperlakukan tidak adil. Masalahnya bukan tidak ada yang cocok. Masalahnya aku belum berani menyebut satu nama di ruangan ini.

Bapak memandangku lama. "Ada seseorang?"

Aku tidak menjawab.

"Nara."

"Kalau ada, saya akan bicara setelah saya tahu apa yang dia inginkan. Saya tidak akan memakai namanya untuk memadamkan rumor."

Bapak mengetuk meja sekali. "Jangan m…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

sunaryati jarum

sunaryati jarum

Gitu dong angkat.martabatnys dulu agar tidak diremehkan , terutama Ratih.Emak itu ya kok banyak orang meremehkan karena pekerjaannya.Di tempat emak itu pembantu malah dijodohkan putranya.Tetanggaku pembantu pada seorang pejabat dijodohkan pada keponakannya,adik- adik pihak perempuan dibiayai pendidikan hingga kuliah dan bisa bekerja di pemerintahan

2026-09-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!