Canna duduk di atas ranjang menatap Delano yang terlihat sibuk membolak-balik berkas dihadapannya. Sesekali ia terlihat memijat pelipisnya. Mengangkat wajahnya menatap Canna yang dengan cepat menundukkan kepalanya.
"Kenapa belum tidur? Apakah masih menunggu diriku?" tanyanya menggoda.
Canna melirik padanya, menggeser badannya sedikit demi sedikit kebawah. Kemudian menenggelamkan badannya dibalik selimut. Ia merasa malu mendengar penuturan Delano barusan.
"Tidak. Aku hanya merasa canggung saja dengan suasana ini," sahutnya dibalik selimut.
"Bukankah sebelumnya kita sudah pernah tidur dalam satu ranjang sewaktu di kapal pesiar. Bahkan kita juga sudah pernah melakukan segalanya." Delano menatap perut besar Canna saat Canna menyibak selimutnya.
"Tapi ini adalah yang pertama kalinya kita sekamar setelah tahu segalanya," gumam Canna pelan.
"Apa katamu? Aku tidak mendengar!" goda Delano lagi.
Canna meringis, ia tidak mungkin mengatakan kalau ia merasa keberatan sekamar bersama Delano. Dan membuatnya terasa sangat canggung.
"Bolehkah aku tidur dikamar yang aku tempati sebelumnya?" tanya Canna pelan.
Delano menghentikan ketikannya pada keyboard laptopnya, menatap Canna lamat-lamat. Kemudian berdiri dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja, menghampiri Canna yang memperhatikan dirinya sejak tadi.
"Kamu adalah istriku. Jadi, sudah sewajarnya sekamar denganku. Apakah keberadaanku membuatmu tidak nyaman?" Delano membelai kepala Canna, menariknya kedalam pelukannya. Terasa hangat, Canna membiarkannya begitu saja dan berusaha memejamkan matanya meresapi bau tubuh Delano. Mengendusnya pelan.
"Aku tidak terbiasa dengan semua ini. Rasanya begitu mendadak dan aku belum menyiapkan hatiku sepenuhnya," lirih Canna.
"Mulai sekarang biasakanlah dengan kehadiranku disisimu. Walaupun kamu belum mencintaiku, walaupun kamu juga terpaksa menerimaku. Tapi aku ingin mempunyai hubungan yang normal layaknya orang lain."
Canna terpaku mendengarnya. Sosok Delano terdengar begitu mendambakan kasih sa…
Cinta Dalam Kebencian
Tidur Bersama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Senja Ariestya
makax aku ngga suka aroma lavender...
ternyata bar bar🤣🤣
2021-04-01
1