“Kenapa?” Prety menoleh sebentar kemudian memfokuskan lagi menyetir mobilnya.
“Orang tua kamu kaya gitu, nah, kok kamu jadinya kaya gini, sih?” Lili melepas tawanya.
“Maksud lo? Awas ya.” Prety memukul tangan Lili dengan tangan kirinya.
“Kan, aku tadi udah minta maaf duluan. Hehe.”
“Nggak tahu juga, tuh. Aku itu beda.
“Oke. Kita belanja aja yuk,” ajak Prety.
“Haaa?” Nay, Lili, Titian, dan Bunga melongo bersamaan.
Eghemm. Peh, sory ya, Pret. Akhir-akhir ini aku kanker. Hwahwahwa,” ucap Lili.
“Sama, Pret. Aku juga.” Nay mengangguk-angguk. Dia memperlihatkan dompetnya yang tipis.
“Pasti kamu punya kan, Tit?” Prety langsung melirik Titian yang terdiam mencurigakan.
“Aku?” tanyanya. Dia berdehem.
“Iya,” jawab anak berempat bersamaan.
“Aduh. Tahu aja, sih, kalian kalau aku baru dapat kiriman,” kata Titian cemberut.
“Tuh, kan, beneran.” Prety membenarkan dugaannya.
“Gampang ada Titian. Tancap gas.” Prety menginjak gas lebih kencang.
Saat beberapa menit kemudian tiba di mall, Lili menghentikan langkahnya sebentar. Dia mengkerutkan dahinya. Matanya menyipit. Dia berusaha mengenali seseorang yang lewat di depannya. Tetapi, dia mencoba untuk tidak berprasangka buruk dulu. Dia menghela napas dua kali. Mengelus dadanya sejenak.
“Kenapa, Lil? Jangan melamun, ah.” Nay mengibaskan tangannya di depan mata Lili. Lili tak menjawab. Lalu dia menekuk lehernya dan mengarah ke seseorang yang tengah diamati Lili.
“Siapa sih, Lil?” Nay tidak mengerti. Seseorang itu terlanjur hilang di pintu mall.
“Oh, nggak, kok. Ayo masuk. Aku nggak sabar ingin milih-milih baju.” Lili merangkul kedua pundak Bunga dan Nay.
“Hei, kalian ada pesan nggak?” tanya Titian. Nay, Lili, Prety, dan Bunga menoleh ke belakang.
“Pesan apa?”
Nay dan Bunga membuka ponselnya. Mereka menggeleng. Tidak ada pesan sama sekali di BBM, line, atau whatsapp.
“Ini aku ada pesan, nih. Katanya kita berlima di undang sama Bobi.” Titian memperlihatkan ponselnya. Pesan itu ada di line.
“Hah, pesta ya?” Bunga terkejut senang.
“Mana, sih?…
Mawar Berdarah
Ada Perempuan Lain
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments