Dua keluarga besar begitu gempar sesaat setelah mendengar kabar kehamilan Kiran. Namun mereka tidak bisa berkoar-koar didepan media, karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan ibu hamil, mengingat ada banyak orang yang tidak menyukai Jonathan.
Jonathan berbaring dipangkuan Kiran sembari mengelus-elus perut istrinya "Jadi didalam sini ada Jonathan Junior?"
"Ya! Aku benar-benar tidak sabar menantikan kelahirannya" ujar Kiran sembari mengelus-elus rambut suaminya
"Aku pun! Kira-kira apa jenis kelaminnya"
"Hanya ada dua pilihan, jika bukan Perempuan pastinya laki-laki" ujar Kiran
"Ck.. Menyebalkan!"
"Kau bertanya, maka aku harus jawab! Masih syukur aku mau menjawabnya" ujar Kiran mulai ketus
"Ya. . Ya. . Berhentilah memarahiku! Bagaimana perasaanmu sekarang!?"
"Aku sudah jauh lebih baik, apalagi setelah mendengar kabar kehamilanku"
"Itu bagus! Aku lega mendengarnya"
"Joe, ayo kita ke rumah sakit! Aku ingin tahu kondisinya" Pinta Kiran
Jonathan langsung bangun dan membenarkan posisi duduknya saat mendengar ajakan Kiran pergi kerumah sakit "Kau yakin sudah mendingan!?"
"Aku sangat yakin" ujar Kiran sambil mengangguk
Sejenak Jonathan terdiam "Asataga. . ! kerumah sakit!? Ah. . Aku benar-benar tidak mau menginjakkan kakiku disana, rasanya seluruh badanku melemah. Bayangan tentang kepergian mendiang adikku selalu terngiang saat aku berhadapan dengan rumah sakit" gumamnya dalam hati
Kiran mengerutkan keningnya "Ini ketiga kalinya Jonathan terlihat sangat gugup ketika seseorang menyebut rumah sakit, ada apa sebenarnya?" gumam Kiran dalam hati
"Joe!" Panggil Kiran saat merasa tak mendapat jawaban
Jonathan tersadar dari lamunannya "Eh—"
"Ayo kita kerumah sakit!" Pinta Kiran
Jonathan menarik nafas kemudian menghembuskannya secara kasar, ia mencoba menenanhkan perasaanya "Baiklah. . Ayo siap-siap!"
***
Di Rumah Sakit,
Dokter segera menyambut kedatangan Jonathan dan strinya dengan sangat ramah, namun tidak dengan Jonathan, ia memasang wajah tidak ramahnya karena masih kesa…
Jodoh Ditangan Jonathan
Episode 59
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments
dina Zulaikhah
pelakor datang
2021-01-12
0