Ruangan temaram sewarna guguran daun maple di musim dingin. Suara riuh bak dengung lebah, dan aroma cafein yang menyapa hidung, sudah menemani John duduk didepan bentangan kaca yang menghadap ke arah jalanan. Maniknya terlihat gusar, begitu juga perasaannya yang tak menentu.
Terdengar gemerincing pintu cafe yang dibuka. Orang yang ditunggu sudah datang.
“Maaf aku terlambat! Aku tidak menyangka jika hari ini jalanan akan padat sekali!”
Atensi John tiba-tiba ditarik paksa oleh suara lembut itu. John sendiri bahkan tak menyangka jika merencanakan pertemuan ini. Ya, pertemuannya yang bahkan tak pernah ia duga.
“Tidak apa, duduklah!” titah John sedikit gamang.
Sosok itu sibuk meletakkan tas dan juga pakaian hangatnya diatas meja, lalu merapikan penampilan yang terihat sedikit berantakan.
“Katakan, apa tujuanmu mengajakku bertemu?” tanyanya antusias, dibubuhi seutas senyum yang terlihat tulus dan masih saja sama menyenangkannya seperti yang pernah dilihat John saat itu.
John menghela nafas perlahan, membiarkan otaknya berfikir sejenak untuk menimpali pertanyaan yang ditujukan kepadanya.
“Ada yang ingin aku ketahui darimu!”
Lawan bicara John itu mengerut dahi. “Apa?” jawabnya dengan nada suara sumbang.
“Dimana tempat Hyuji noona dirawat dulu?”
Dan ya, semalaman John sudah berfikir keras dan mengambil keputusan untuk bertanya pada Clarisa tentang tempat yang dulu didatangi Hyuji saat menjalani pemeriksaan kesehatan. John benar-benar menemui jalan buntu, dan hanya Clarisa yang tiba-tiba muncul dalam otaknya setelah hampir kembali direngkuh oleh rasa bersalah yang datang semakin kuat.
“Bukankah kau bilang pernah bertemu dengannya ditempat yang sama?“
Clarisa menarik sudut bibirnya tajam. Angannya yang tadi sudah tergambar begitu Indah, menguap begitu saja. Semuanya terasa musnah untuk kedua kalinya.
“Jadi, tujuanmu mengajakku bertemu hanya untuk ini?”
John mengangguk, dia tau Clarisa mungkin sedang sakit hati sekarang. Tapi tujuan utamanya benar-benar hanya ingin tau dimana H…
Adagio |Risk Of Life|
Adagio 34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments