5 tahun kemudian.
"Marcus!" jerit anak kecil berambut pirang sambil berlari penuh semangat. Ia terlihat tengah membawa selembar kertas.
Marcus yang tengah duduk di pangkuan ibunya hanya menoleh sedetik. Ia sibuk dengan mainannya sendiri.
"Lihat!" seru Lucas sembari menunjukkan selembar kertas putih yang di dalamnya terdapat gambar.
Marcus tak acuh, ia masih memutar-mutar rubik yang ia mainkan. Yah, anak yang baru berumur 5 tahun ini benar-benar unik. Bukannya belajar menggambar seperti saudaranya, ia malah sibuk memutar-mutar kubus warna warni itu.
"Mark! Lihat gambarku!"
Marcus tetap tak memperdulikannya. Jane hanya bisa menggeleng sambil tersenyum, melihat sifat anaknya persis sekali seperti kakaknya, Alex.
"Maarkk!" Lucas yang sudah kesal ini menarik rambut Markus, hal itu membuat Markus menjerit keras.
"Lucas, kau tak boleh seperti itu. Dan kau Markus, hargai Lucas. Oke?" tegur Jane dengan lembut.
"Ah, baiklah. Apa yang ingin kau tunjukkan?" tanya Marcus dengan malas.
"Aku bisa menggambar istana sepertimu!" serunya penuh semangat, tatapan polosnya menaruh harapan besar dengan reaksi Marcus.
"Buruk sekali," ujar Marcus dengan malas, ia kembali memutar-mutar rubiknya.
Seperti kehilangan semangat, Lucas menunduk dengan wajah cemberut. Ia menatap gambarnya dengan rasa kecewa.
Jane menarik nafas dalam, ia menurunkan Marcus dari pangkuannya ke samping Lucas.
Ia memijat pelipisnya dengan putus asa, bagaimana bisa kedua anaknya yang kembar ini sifatnya sangat berbeda jauh. Lucas sangat periang dan lugu, sementara Marcus sangat dingin dan bandel.
"Marcus, ibu sudah berulang kali mengatakan ini. Tolong jaga perkataanmu, kau tahu? Kau bisa melukai hati orang lain dan itu bukan perbuatan yang baik."
"Hm, baiklah," gumam Marcus dengan melipat kedua tangannya.
"Oh astaga, bagaimana caraku mengatasi anak ini?" ujar Jane lirih.
"Marcus, kau harus minta maaf dengan Lucas. Atau seluruh mainanmu ayah sita," tiba-tiba Leo muncul dari belakang Jane dengan wajah serius.
Lucas la…
A Kingdom Of Vampire
34. Epilog
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments