Arga duduk di salah satu bangku panjang rumah sakit. Qirani ada disisinya seraya melihat ke sekeliling. Memperhatikan satu per satu orang yang sedang lalu lalang. Dalam diam, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Bunda Rima dan Bu Citra muncul dari pintu masuk, Qirani segera melambaikan tangan sebagai tanda keberadaannya. Arga menoleh ke arah Qirani, tampak olehnya leher jenjang Qirani berhiaskan beberapa tanda merah. Wajahnya merona dan menjadi hangat.
Jangan berpikiran mesum ! Ini dirumah sakit, Oma sedang dalam penanganan, papa sampai melotot abis-abisan padaku, dan bisa-bisanya aku memikirkan tubuh telanjang Qirani, parah !
Katanya dalam hati untuk dirinya sendiri yang tiba-tiba teringat malam panas yang dilaluinya semalam.
Arga mengambil sapu tangan berwarna biru tua disaku jasnya. Melipatnya menjadi bentuk segitiga dan mengalungkannya ke leher Qirani. Qirani yang sebelumnya tak mengerti apa yang maksud Arga, sempat menunjukkan reaksi penolakan.
" Lehermu... " Ucap Arga setengah berbisik dengan wajah yang masih merona. Dan Qirani pun baru mengerti maksud Arga. Diapun menurut saja, saat Arga mulai mengikatkan sapu tangan itu dan menatanya seolah-olah itu menjadi salah satu aksesoris untuknya.
" Untung senada... " Kata Arga setelah selesai. Qirani menundukkan kepalanya dan membandingkan antara warna saputangan itu dengan blus yang dikenakannya. Sama-sama berwarna biru tua.
" Ah, iya. Sama warnanya. " Sahut Qirani menyetujui ucapan Arga.
" Kenapa nggak pakai yang berkerah ? " Tanya Arga sembari melempar senyum ke arah Bu Citra dan Bunda Rima yang sedang menuju ke arah mereka.
" Tadi buru-buru, jadi lupa ganti baju. " Sahut Qirani yang juga melakukan apa yang dilakukan Arga. Tersenyum kepada Bunda Rima dan Bu Citra.
" Tapi kamu cantik dengan blus itu... " Puji Arga setengah menggumam. Qirani tak menjawabnya, wajahnya menjadi hangat dan ia tersipu.
Apa yang kulihat sekarang ini ? Arga dan Qirani seperti orang yang sedang kasmaran. Apa Qirani beneran bisa m…
Mengejarmu
Bab 73
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments