Setelah puas istirahat di rumah mamanya, kini Alan pulang ke rumah, karena bagaimanapun juga Syntia masih berstatus istrinya, dan Alan tak mungkin meninggalkannya sebelum semuanya jelas. Dengan langkah lunglainya pria itu membuka pintu, di mana banyak kenangan di sana, baik manis bersama Syntia maupun pahit bersama Dinda, di tatapnya setiap sudut rumah itu, kini pria itu benar benar merasa kesepian tanpa kehadiran istri keduanya.
Seketika Alan menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga, lelah dengan segalanya dan lelah dengan masalah yang tak kunjung usai.
''Mas,'' tiba tiba saja suara familiar itu memanggilnya, entah dari kapan Syntia di sana yang pastinya Alan pun tak peduli.
''Ada apa?'' tanya Alan, masih dengan nada seperti biasa, karena Alan sudah tau apa yang akan di tanyakan Syntia.
''Kenapa kartu aku semua terblokir?'' melempar tiga kartu di atas meja.
Alan hanya tersenyum sinis tanpa berniat untuk bangun dan menyapa, apa lagi terkejut, karena itu semua memang ulahnya.
''Apa hanya karena masalah itu kamu menelponku berkali kali?'' tanya Alan, mengingat semenjak di Paris tak henti hentinya wanita itu menghubunginya.
''Apa maksud kamu?'' tanya Syntia pura pura bodoh.
Alan membuka mata, menatap wajah Syntia yang terlihat berapi api, perpisahan selama berminggu minggu tak membuat Alan rindu akan tetap membuat Alan semakin benci dengan tingkah Syntia di belakangnya.
''Katanya kamu buka usaha, jadi ya, aku kira kamu bisa lah bayar pakai uang kamu sendiri.'' ucap Alan, mengangkat kedua bahunya lalu kembali menyeruput tehnya hingga kandas.
''Mas, ya nggak gitu juga lah, aku kan baru buka, sedangkan kebutuhan aku itu banyak, jadi kamu nggak bisa giniin aku dong.'' Bantah lagi Syntia yang tak terima dengan suaminya yang tak menyisakan uang sedikit pun untuknya.
''Sudahlah, kau capek, lain kali kita bahas lagi.''
''Mas, nggak bisa. Aku butuh uang sekarang.'' Menarik lengan Alan hingga langkah pria itu terhenti. Namun Alan tak mau menoleh dan tetap memunggunginya.
…
Kesabaran Istri Kedua
Pisah ranjang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 158 Episodes
Comments
Bentang Azza
Bukan sabar namnya bego udh di sakitiiiin msh aza mau sm c alan, klo sy mending peegi buat apa mempeetahankan peenikahan gk jelas, Biarkan c alan menseeita selamnya
2021-10-23
0
Siti Jufrah
jgn terima
2021-10-22
0
Mata Air
iya balikan aja wes Din....
kayak e Alan sdh bener bener berubah
2021-10-20
2