Hanan melihat ruangan Zahra yang hanya berbataskan kaca. Hanan mengangkat gagang telepon dan yang berbunyi adalah telepon yang ada di ruangan Zahra.
"Hallo, apa benar ini XB Group?"
"Oohh, iya benar. Saya adalah sekretaris sementara pak Hanan sendiri, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya Hanan sendiri. Kamu kelihatan serius sekali di sana. Kamu sedang apa?"
Zahra langsung mendongakkan kepalanya ke ruangan di sebelahnya dan melihat Hanan tengah tersenyum kepadanya.
"Kenapa pake telepon ini mas, ada perlu apa?"
"Begitukah caramu berbicara dengan atasanmu. Cepat ke sini!!"
Hanan langsung menutup telepon, dan dengan malas Zahra pun terpaksa ke ruangannya dengan malas.
"Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Bawa berkas yang sedang kamu baca."
"Baik pak."
"Sabar Zahra.. Sabar.." batin.
Dia kembali ke ruangannya dan mengambilnya. Dia kembali ke ruangan Hanan dan duduk di depannya.
"Siapa yang menyuruhmu duduk?"
"Iya, maaf pak. Ini berkas yang tadi bapak minta, ada lagi?"
"Sekarang duduk."
Raga Zahra sejujurnya sudah muak, namun karena sadar posisinya sekarang, dia hanya bisa menurut.
"Suami gue kenapa ini.. Dia sakit kah?" batin.
"Semuanya lancar kan?"
"Lancar pak."
"Besok bawa laptop kamu."
"Iya pak."
Hanan masih tak berkutik dan masih fokus pada kertas yang tadi diberikan Zahra. Zahra masih terdiam dengan pandangan mata kemana-mana. Hanan meliriknya dan kemudian menghembuskan nafasnya kasar.
"Sampai kapan kamu kaya gini? Kenapa kamu panggil saya pak, kita hanya berdua. Dan apakah tadi kamu tidak mengenali suara suamimu sendiri?"
Zahra hanya mengerutkan keningnya, karena tiba-tiba Hanan membanting kertasnya dan kelihatan marah kepadanya.
"Tunggu mas, mas kenapa jadi marah? Memangnya aku tau itu mas, aku nggak mikir dong tadi mas atau bukan. Aku juga sedikit gugup karena baru pertama kali. Kenapa sikap mas kaya orang baru ketemu? Lagian kan juga tadi mas bilang, apakah begini kamu berbicara dengan atasan, ya udah aku panggil mas jadi pak. Menyebalkan. Aku jadi males kalau kayak gin…
Murid Kesayangan Guru Agama
S2. -
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 118 Episodes
Comments