"Kenapa aku harus daftar di AWG sih?aaahhh... gimana dong,pria mesum itu pasti tidak akan membiarkanku begitu saja,jika bekerja di sana aku pasti akan di kerjainya habis-habisan,tapi jika aku pergi dari AWG dengan pernyataan di tolak,aku tidak akan di terima di manapun".Diana sangat kesal,dia berjalan ke arah kontrakkannya,dia seperti orang stres yang berbicara sendiri saat berkendara.
Saat sampai di kontrakkannya,Diana memutuskan untuk mandi.Ketika keluar dari kamar mandi,dia melihat handphonenya bergetar,ada panggilan masuk dari nomor tak di kenal.
"Siapa ini?".Diana langsung bertanya tanpa bersalam dahulu.
"Hah rupanya kau memang tidak punya sopan santun,kau seharusnya mengucapkan salam dulu." Rupanya Dalmas yang telpon.
"Kau,dasar penguntit! kau mencari tahu tentangku yah!hah kau benar-benar menakutkan".Ujar Diana yang menuduh seenaknya.
"Kau percaya diri sekali,nomormu ada di cv pelamaranmu!". Dalmas menyangkal walauoun sebenarnya dia memang sedang mencari tahu tentang Diana.
"Ehem begitu yah,jadi apa yang membuatmu meneleponku?". Diana gelagapan saat mendengar hal tersebut.
"*Datang ke kantorku besok pukul 8 pagi,jangan telat,aku tunggu di ruang*anku". Dalmas langsung mematikan telepon sebelum mendengar jawaban Diana.
"Tapi apa yang...".Tanda panggilan di akhiri berbunyi,Diana sangat kesal dengan tingkah Dalmas."Dasar pria mesum,dia seenaknya memeirntahku,memangnya dia siapa,hah".Diana sangat kesal,dia ke dapur mengambil es dan ia tempelkan di pipinya."Tenang DI,rasakan kesejukannya,tenangkan dirimu,kau tidak boleh marah seperti itu,atau wajahmu akan keriput".Diana menenangkan dirinya,kemudian dia kembali ke kamar setelah merasa enakan,dia memutuskan untuk tidur tanpa makan malam dahulu.
-----------------
keesokan harinya,.....
"Ya ampun Diana kamu kok telat bangun mulu sih,ya ampun sisa 15 menit,cepat DI cepat".Diana ;langsung berlari ke motornya tanpa mengenakan sepatunya dahulu.dia memutuskan memakai sepatunya saat tiba di kantor nanti.
"Neng hati-hati bawa motornya".Mang Didi berteriak keras dari halaman rumahnya.
"Iya mang".Diana tak kalah keras teriakannya.
---------------
Di kantor........
" Tuan apakah anda yakin , Nona Diana akan datang!".Rico melihat jam tangannya yang menunjukan 5 menit lagi jam akan menunjukan pukul 8.
"Aku yakin dia akan datang,karna dia membutuhkan pekerjaan".Dalmas sangat percaya diri.
Tiba-tiba ada seorang gadis yang berlari dari arah pintu loby ke arah meja recepsionis.
"Mba,saya ada janji dengan Tuan mesum,eh maksud saya Tuan Dalmas!". Diana sepertinya terbiasa mengatai Dalmas pria mesum.
Rupanya Dalmas mendengarnya,karna Diana yang berbicara sangat keras,dan posisi duduk Dalmas yang tidak jauh dari belakang Diana.
"Aku mendengar kau menyebutku apa!".Dalmas mulai terpancing.
"Hah! kau ada di sini?". Diana terperanjak menyadari keberadaaan Dalmas.
"Kenapa kau masih terkejut? aku pemilik perusahaan ini,sudah sewajarnya aku di sini". Dalmas berdiri yang membuat Diana mendongak,karna tingginya hanya sampai di dada Dalmas.
"Yah aku tahu soal itu". Diana langsung mengerucutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya.
"Kau benar-benar kacau,lihatlah penampilanmu itu,sepatu di pakai di kaki,bukan gelantungan di tangan". Dalmas menyadarkan Diana mengenai penampilannya.
"Oh! maaf aku terburu-buru!".Diana salah tingkah,dia mengenakan sepatunya sambil berdiri,karna tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dia hamoir saja terjatuh,tetapi Dalmas langsung menangkapnya.
Seluruh karyawan yang berada di loby langsung melotot menyaksikan kejadian langka itu.Saat Dalmas menyadari hal tersebut,dia membanting tubuh Diana di sofa yang dia pake duduk tadi.
"Bisakah kau sedikit berhati-hati,aku tidak ingin mendapat laporan kecelakaan kerja!". Dalmas langsung memperingatkan Diana tapi sebenarnya itu untuk menutupi salah tingkahnya.
"Maaf,terima kasih!". Diana bersemu merah,dia melanjutkan memakai sepatunya dan berdiri kembali.
"Ikut aku keruangan ku". Pinta Dalmas pada Diana.
"Baik".Diana mengekor di belakang Dalmas.
"Tuan!saya bagaimana?". Rico mencoba bersuara agar tuannya menganggapnya ada saat itu.
"OH rupanya kau masih di situ,buatkan 2 kopi dan bawa ke ruanganku!". Pinta Dalmas pada Rico.
"Baik tuan!". Rico merasa kesal,bukannya di ajak ke ruangan dirinya malah di suruh membuat kopi.
---------------
Di dalam ruangan CEO AWG...
" Duduk". Dalmas
" Kenapa kau memanggilku kemari,akukan tidak wawancara kemarin?". Diana langsung berbicara ke intinya.
"Hah,kenapa aku bisa bertemu dengan wanita rese sepertimu sih". Dalmas menatap Diana geram.
"Kau jangan menatapku seperti itu". Diana bersemu merah,dia memikirkan hal yang aneh,karna mereka hanya berdua di ruangan itu.
"Kau memikirkan apa? aku memanggilmu untuk bekerja di sini,aku tidak akan membiarkan mu lolos dari ku,kau harus mengganti rugi untuk perbuatanmu kemarin!". Dalmas menjelaskan cepat sebelum Diana semakin kemana-mana pikirannya.
"Ya itu aku pasti menggantinya!". Diana mulai merasa dia tidak akan bisa pergi kali ini.
"Kau akan bekerja di bagian Marketing,aku akan menunjukan mejamu,ikuti aku!". Dalmas mengajak Diana tanpa mendengarkan jawaban Diana dahulu.
Diana hanya diam di tempat,dia tidak melangkah sedikitpun,dia merasa kesal karena sepertinya Dalmas melakukan sesukanya.
"Kau kenapa diam,ayo ikut!". Dalmas spontan menarik tangan Diana.
"Dasar pria mesum,kau hanya modus agar bisa menyentuh tanganku kan,lagipula kenapa kau memutuskan seenak mu saja,aku belum bilang iya untuk pekerjaan ini!". Diana menepis tangan Dalmas.
"Kau berani teriak di hadapanku,kau mau di posisi mana? lamaranmu kan di bagian itu,dan lagi kenapa kau terus memanggilku mesum.Ingat! sebelum kau melunasi biaya perbaikan mobilku kau akan tetap berada di sini,jika kau berani pergi akan kulaporkan kau ke pihak berwajib." Dalmas mengancam Diana.
"Kenapa kau harus membawa polisi sih? baiklah aku akan mengikutimu". Diana mengalah begitu saja saat mendengar kata polisi.
"Hah harusnya aku pakai cara ini sejak kemarin,dasar cewe aneh". Dalmas merasa menang.
"Kau...". Kalimat Diana menggantung saat Dalmas berpaling."Haah sudahlah DI, ikuti saja daripada urusannya jadi panjang".
"Ini mejamu,kau harus bekerja dengan serius,aku tidak senang mendengar kesalahan,laporan yang aneh-aneh aku tidak mau itu ada,jadi bekerjalah dengan baik!'. Dalmas mengingatkan Diana.
"Baik!". Diana menjawab malas dengan muka juteknya.
"Hah dasar wanita ini,perkenalkan dirimu pada rekan kerjamu". Pinta Dalmas.
"Aku tahu! selamat pagi semuanya,perkenalkan nama saya DIANA MARK,saya baru mulai bergabung hari ini,mohon bantuannya!". Diana menyapa mereka dengan ramah dan melemparkan senyum manisnya.
"Selamat pagi Diana,kami senang kedatangan anggota baru!". Jawab kepala bidang marketing.
"Iya benar Diana".Jawab anggota lainnya.
"Baiklah aku tinggal,aku akan ke ruanganku,kau akrablah dengan mereka!". Dalmas meninggalkan Diana di ruangan itu sambil menunduk.kenapa dia senyum seperti itu sih,imut sekali,aku ingin mencubit pipinya. Pikir Dalmas yang menutupi wajah kemerahannya.
-----------------------
"Hi DI!Aku Agata. Wah kau di antar langsung oleh CEO,kau pasti punya hubungan dengannya ya!". Ucap Agata yang meja kerjanya bersebelahan dengan Diana.
"Hi Agata,salam kenal ya! Aku tidak punya hubungan spesial dengan CEO,aku merusak mobilnya,jadi ada kemungkinan aku bekerja suka rela di sini". Diana menjelaskan dan tidak ingin ada kesalapahaman di sini.
"Wah begitu yah,aku tadi udah seneng loh,akhirnya CEO ada yang bisa luluhin". Ucap Bianka tiba-tiba.
Diana kaget,dia menoleh rupanya seisi ruangan marketing sedang berkumpul di hadapannya,kepala bidangpun ikutan gabung.
"Ah menurutku tidak begitu,aku melihat wajah CEO tadi merah saat melihat mu tersenyum,aku rasa CEO punya perasaan padamu! Oh iya aku kepala bidang ini Andra,berusia 32 tahun!". Pak Andra memperkenalkan diri dan umurnya.
"Hah kenapa bapak memberitahu umur bapak?". Bianka bertanya membuat yang lainnya tertawa.
"Memangnya kenapa,panggil aku Kakak,aku tidak ingin ada yang memanggilku bapak,nanti para gadis mengira aku sudah menikah!". Rupanya Pak Andra masih lajang.
hahahahha,seisi ruangan tertawa,merekapun secara bergantian memperkenalkan diri pada Diana.
"Apa yang mereka bicarakan,kenapa dia tersenyum seperti itu".Rupanya Dalmas masih berada di dekat ruangan,akan tetapi karna ruangan yang kedap suara,membuatnya tak bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
bersambung.....
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments