lanjut.......
“Loh, tumben banget si Athena bilang gitu.” Heran Stacey sembari menyeruput kuah baksonya.
“Iya, semalem dia pulang telat, kayaknya tepar deh, gatau juga. Pokoknya dia semalem dia digampar sama emaknya sendiri.” Jelas Nora.
“WAAH? HAHAHA.” Stacey yang mendengar hal itu lantas tertawa, lucu sekali drama keluarga ini.
Sekolah hari ini berjalan seperti biasanya, tidak ada hal spesial yang bisa diabadikan pada hari itu selain berangkat bersama seorang pria tampan. Kini Nora sedang menunggu di halte depan sekolahnya, ia berniat untuk menaiki bus, akan tetapi Damethier sudah menunggunya di sebrang jalan. Yang benar saja, seorang Nora Ashfold harus menyebrang jalan raya yang padat akan kendaraan yang berlalu lalang? Nora lalu mengetikkan sebuah pesan di ponselnya yang bertujuan untuk Damethier.
“Kak, aku gak bisa nyebrang. Puter balik kesini.” Damethier yang menerima pesan itu langsung memasuki mobilnya dan mengendarai mobilnya mengikuti arah untuk putar balik. Tak lama ia sampai di depan halte, tepat dimana Nora berdiri. Tanpa basa-basi Nora masuk ke dalam mobil.
“Ayo cerita tentang ayah, Kak.” ucap Nora. Damethier menghembuskan nafas.
“Kamu siap emangnya kalo kita ngungkit cerita tentang beliau?” Tanya Damethier.
“Sebenernya aku enggak siap sih, tapi gak apa-apa. Ayo cerita!” Nora sangat excited karena akan mendengar cerita tentang ayahnya dari seorang karyawan yang sudah dipastikan banyak bekerjasama dengan sang ayah.
“Kita cari makan dulu aja gimana?” Ajak Damethier. Nora hanya mengangguk, menandakan ia setuju untuk makan terlebih dahulu.
Damethier mengajak Nora ke sebuah restoran kesukaannya, ‘Caffè del Corso,’ sebuah restoran yang memiliki nuansa seperti panggangan kue dari Italia, Damethier merasa dirinya yakin dan percaya diri bahwa Nora pasti akan menyukai tempat ini. Mereka memesan beberapa jenis kue dan minuman, seperti pie apel, strawberry milkshake, serta sebuah espreso.
Sudah dapat dipastikan bahwa suasana hati seorang gadis itu menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Damethier pun ikut tersenyum ke arah gadis di sampingnya yang sedang menggigit sisi pie apel miliknya, satu suapan tersebut membuat pipinya menjadi seperti bakpau, tanpa berpikir panjang Damethier menyentuh pipinya.
Nora terkejut, pupil matanya membesar, ia mellihat ke arah Damethier sembari mengunyah pie tersebut. Yang ditatap pun membalas tatapan kecil itu sembari memberikan tawa kecil, “lucu sekali, Nora.”
Nora memberikan sebuah senyuman kecil yang canggung, ia menghiraukan Damethier dan memilih untuk melanjutkan menyeruput strawberry milkshake miliknya, setelahnya ia memberikan ekspresi yang mengisyaratkan bahwa minuman tersebut sangat enak, ia mengangkat alis sembari mengacungkan jempolnya pertanda bahwa minuman itu sangat enak. Damethier merasakan sebuah kesenangan dihatinya, ia akan menuju sebuah keberhasilan.
Hari semakin gelap, Nora merasa senang di akhir hari ini sebab ia menghabiskan waktu bersama orang asing, akan tetapi merasa dekat dengannya.
“Jadi ayah tuh orangnya gimana, Kak?” tanya Nora saat dikeheningan dalam mobil yang akan menuju rumahnya.
“Nora, saya cerita besok saja ya? Sudah malam. Besok saya kembali kesini.” Damethier memberikan tatapan sayu dan sebuah elusan dipucuk kepala Nora sebagai tanda permintaan maaf.
Yang dielusnya hanya terdiam, ia tidak merasa risih sama sekali, malahan bisa dibilang Nora merasa nyaman dengan elusan itu. Sudah lama tidak ada yang memberinya sebuah perhatian setelah kepulangan sang ayah.
Terimakasih Nantikan kelanjutanya di episode berikutnya bay bay semua xixix
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Updated 14 Episodes
Comments