MASOCHIST BOSS
PROLOGUE
Seorang CEO muda yang mempunyai kelainan Sex yang begitu menyimpang.
Dimana ia sangat menyukai kekerasan, siksaan, dan penderitaan terhadap dirinya.
Terkadang ia akan memanggil karyawannya secara pribadi, diperintahkan untuk menyiksanya agar hasratnya terpenuhi.
Tapi, suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan empat sekawan yang sedang dihukum saat dia berkunjung ke sekolah menengah atas yang berada dibawah naungan perusahaannya.
Tertarik
Akankah CEO muda itu akan menggunakan empat sekawan itu, untuk memenuhi hasrat nya?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~MASOCHIST BOSS~
EPISODE 1
"Hah... Hah... Hah..."
"Ah..!! Ah..!! Ah..!!"
"Lebih... Lebih dalam lagiiihhh...."
"Hah.. Hah.. Hah.."
"lee taeyong kau benar benar... Ketathh..."
"Aahh.. Nngghh..."
Malam yang panas yang saat ini seorang lee taeyong rasakan. Melakukan hubungan sex dengan karyawannya sendiri dikantornya. Karyawan itu seharusnya sudah pulang sore tadi, tapi taeyong memanggilnya secara pribadi untuk memuaskan nafsunya.
"Koyak tubuhku... Siksa aku dengan panismuuhh..."
"Kau menyukainya huh?"
Lubang anal yang penuh akan penis karyawannya dan satu dildo yang sejak pagi bersemayam di sana. taeyong benar benar menyukai mainannya itu berada didalam tubuhnya. Sejak pagi, alat itu tak lepas dadi tubuhnya. Bahkan saat karyawannya akan memasukkan penis kedalam lubangnya, alat itu hampir diambil olehnya dan langsung saja taeyong berteriak melarangnya untuk mencabut mainannya.
Tak hanya dildo, ada juga dua vibrator yang sudah tenggelam dalam tubuhnya karena terdorong dildo dan penis karyawannya. Dalam genggaman nya terdapat remote control, pengatur kecepatan ke tiga alat itu. taeyong menekan tombol tambah pada remote itu dan getaran pada dildo dan dua vibrator semakin cepat, membuat taeyong semakin mengetatkan lubangnya.
"Ah... taeyong... Jangan diketatkan..."
"Hahaha... Tapi kau menikmatinya bukanhh..."
"Aahhh~"
Pergerakan pinggul karyawan itu semakin dipercepat saat taeyong semakin mengetatkan lubangnya. Sudah berjam jam mereka berhubungan, sudah berkali kali pula karyawan itu melakukan pelepasan.
Sedangkan taeyong sendiri baru mengalami pelepasan dua kali. Entah taeyong yang terlalu kuat, atau karyawannya saja yang lemah dan tak bisa mengimbangi permainan taeyong.
"Ah... Ah... Ah..."
Tinggal beberapa hentakan lagi, karyawan itu akan pelepasan "Lebiihh... Lebihhh dalam laggiiihhh..." hingga pada akhirnya...
"AAAHHHH~"
"AAKKHH..."
Karyawan taeyong menyemburkan cairan putih kentalnya kedalam lubang taeyong, dan taeyong untuk ketiga kalinya ia mengotori perutnya dengan cairannya sendiri. Berakhir sudah aktivitas panas mereka saat ini, kedua nafas mereka juga sudah terengah-engah.
"taeyong... Aku sudah lelah..." ujar karyawan itu, dan langsung menyabut penisnya dari lubang taeyong. Setelah tercabut, lubang itu mengalirkan banyak sekali cairan putih kental milik karyawannya.
Tak hanya itu, dildo, vibrator yang ada berada didalam, ikut keluar. Lubang taeyong berkedut. Mengembang dan mengempis, sesuai irama deru nafas taeyong.
taeyong terduduk di atas mejanya yang menjadi pengganti ranjang untuk melakukan kegiatan panas mereka. Menatap rendah karyawannya yang terduduk dilantai "kau lemah! Aku baru mengalami tiga kali pelepasan dan kau sudah menyerah?!"
Kepala karyawan itu menunduk, merasa bersalah kerena tak bisa memuaskan atasannya "m-maafkan saya, tuan"
"Pulanglah! Aku tak ingin melihatmu lagi!!"
Karyawan itu segera bangkit dan membenarkan celananya lalu keluar dari ruangan taeyong.
"Huft... Dari semua karyawan yang pernah ku coba, belum ada yang bisa bertahan"ujarnya sambil mengancingkan kembali bajunya dan turun dari mejanya. Berjalan dengan begitu anggunnya mendekati jendela kantornya yang menampilkan pemandangan malam.
"Mau itu wanita, atau pria. Semuanya sangatlah lemah!"
Keesokan paginya, di perjalanan menuju SMA XXX Jaehyun yang menaiki mobil sedan mewah miliknya duduk di kursi penumpang bagian belakang. Menatap kearah jendela sembari merasakan lubang analnya dikoyak oleh mainan mainannya.
Tangan kirinya yang masuk kedalam saku celananya mengelus penisnya sendiri. Untungnya taeyong memasang stick cock pada lubangnya, jadi cairan putih kentalnya tak akan bisa keluar. Meski begitu, penis taeyong gak henti hentinya berhenti membengkak dan membesar.
"Hah~"
"Aku membutuhkan lebih, dari ini..."
Sesampainya di wilayah sekolah, mobil sedan hitam mengkilap itu berjalan menuju tempat parkiran, melawati lapangan luas yang di sana terdapat empat murid yang sedang berleha leha di pinggir lapangan itu yang sepertinya sedang mengistirahatkan diri mereka.
Mobil telah terparkir apik yang tak jauh dari lapangan itu. Mata taeyong tak luput dari empat pemuda tadi "siapa mereka, yang ada ditengah tengah lapangan itu?" tanya taeyong kepada sekretaris nya yang duduk dibangku depan.
"Mereka murid disekolah ini, tuan. Katanya mereka adalah pembuat onar yang selalu mencari cari masalah. Dilihat lihat, sepertinya mereka habis dihukum"
"Di hukum?"
"Iya tuan"
Di hukum. Mendengar kata itu, taeyong menyunggingkan sudut bibirnya. Tangan kanannya yang memegang remote control, ibu jarinya menekan tombol tambah yang membuat vibrator dan dildo dalam tubuhnya menambah getarannya. Juga, elusan pada penisnya semakin digencarkan.
"Hah~ Cari informasi tentang mereka, lalu laporkan padaku!"
"Baik tuan"
'Empat pemuda itu, akan memuaskan hasratku'
Sekretaris taeyong, bernama Kun keluar dari mobil terlebih dahulu, membukakan pintu untuk tuannya. taeyong keluar begitu pintu sudah terbuka. Sosoknya yang begitu indah, dan anggun. Orang orang akan beranggapan bahwa taeyong adalah malaikat yang jatuh dari surga. Mereka tak akan mengira, dibalik keindahannya terdapat dirinya yang lain yang tidak akan bisa di nalar oleh manusia pada umunya.
taeyong berjalan seperti biasa, seperti tak merasakan apapun pada tubuhnya. Terus melangkah, dan taeyong mendekati keempat pemuda tadi. Menunjukan senyuman manisnya "permisi anak muda, ada yang ingin kutanyakan"
Perhatian keempat pemuda itu, langsung tertuju pada taeyong "ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku ingin tahu, dimana ruang kepala sekolah? Bisa kalian menunjukkan padaku? Atau kalian bisa mengantarkan ku kesana?"
Keempat pemuda itu saling melempar tatapan satu sama lain, seperti ingin menyampaikan pendapat mereka masing masing melalui telepati.
Seorang pemuda yang memiliki rupa seperti cheetah itu bangkit dari duduknya dan diikuti oleh tiga kawannya.
"Baiklah, akan kami antar"
taeyong semakin mengembangkan senyumannya, hingga terciptanya dua lubang pada pipinya "terimakasih"
Pemuda itu mengangguk. Mata taeyong sempat melihat area bawah tubuh empat pemuda tadi. Memperkirakan ukuran mereka berempat.
'Ah~ sepertinya lubangku akan hancur jika mereka masuk bersamaan' batin taeyong
"Mari kami antar"
taeyong mengangguk dan mengekori empat pemuda yang sudah berjalan didepannya. Lagi lagi, mata taeyong menelisik setiap sudut tubuh empat pemuda itu. Membayangkan dirinya digagahi oleh mereka. Hanya membayangkannya saja, membuat nafsu taeyong semakin menaik. Tak sabar untuk merasakan milik mereka.
taeyong sebenarnya tahu, dimana letak ruang kepala sekolah karena sekolah ini adalah miliknya. Ia hanya basa basi saja dan membuat alibi untuk mendekati empat pemuda yang baru saja menjadi incaran taeyong.
Kun yang berperan sebagai sekretaris hanya, sudah mengetahui jalan pemikiran tuannya. Ia hanya bisa diam diam menggelengkan kepala, dan menghela nafas.
Kebiasaan taeyong, sifat taeyong, sudah menjadi rahasia umum dikantornya. Maka dari itu, Kun bisa membaca pikiran boss masokis nya itu. Lagipula, Kun juga pernah melakukan hubungan intim dengan taeyong. Jadi, sudah dipastikan aksi taeyong saat ini adalah untuk menarik perhatian empat pemuda yang berjalan memimpin mereka.
'Dasar boss masokis!!'
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments