Negeri Baitul Maqdis
THE INTRODUCTION
BAB 1
AWAL MULA CERITA
Menurut Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi. Sebelum cahaya Islam sampai ke dunia. Dunia saat itu berada dalam masaa kegelapan yang sangat pekat (darknees of world//renainance period). Kebobrokan moral, kekacauan kehidupan sosial, ekonomi, politik, kebengisan hukum (cruelty law), kebodohan (stupiedest), kerendahan seni (modesty art), miskin literasi (poor literacy), jeleknya kualitas sastra di seluruh penjuru dunia. Kala itu dunia di kuasai dua poros kekuatan besar, yaitu : Imperium Persia di sebelah timur dan Imperium kekaisaran byzantium/romawi
Namun pada dasarnya, sejarah peradaban Islam dibagi menjadi tiga periode. Yaitu, periode klasik, periode pertengahan (jatuhnya Baghdad sampai ke penghujung abad ke-17 M), dan periode modern.
Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Syamruddin Nasution dalam buku "Sejarah Peradaban Islam" yang diterbitkan tahun 2013 menjelaskan tiga periode ini dengan cukup rinci.
Periode Klasik
"Ini merupakan masa kemajuan, keemasan dan kejayaan Islam dan dibagi ke dalam dua fase. Pertama, adalah fase ekspansi, integrasi dan pusat kemajuan (650 – 1000 M). Kedua, fase disintegrasi (1000 – 1250 M)," menurut Syamruddin.
Pada masa inilah daerah Islam meluas dari Afrika utara sampai ke Spanyol di belahan Barat dan melalui Persia hingga ke India di belahan Timur. Daerah-daerah itu tunduk kepada kekuasaan Islam.
Sejumlah ulama besar bermunculan di fase ini. Seperti Imam Malik, Imam Abu anifah, Imam Syafi’i dan Imam Ibn Hambal dalam bidang Fiqh. Imam al-Asya’ri, Imam al-Maturidi, Wasil ibn ‘Ata’, Abu Huzail, Al-Nazzam dan Al-Jubba’i dalam bidang Teologi. Zunnun al-Misri, Abu Yazid al-Bustami dan alHallaj dalam bidang Tasawuf. Al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Miskawaih dalam bidang Falsafat. Ibn Hayyam, al-Khawarizmi, al-Mas’udi dan al-Razi dalam bidang Ilmu Pengetahuan, dan lain-lainnya.
Ilmu pengetahuan baik dalam bidang agama, umum dan kebudayaan juga ikut berkembang. Namun pada fase disintegrasi, keutuhan umat Islam dalam bidang politik mulai pecah.
"Kekuasaan khalifah menurun dan akhirnya Baghdad dapat dirampas dan dihancurkan oleh Hulagu Khan di tahun 1258 M. Khalifah sebagai lambang kesatuan politik umat Islam hilang," ungkap Syamruddin.
Periode Pertengahan
Syamruddin juga membagi periode pertengahan sejarah peradaban Islam dengan dua fase yaitu fase kemunduran dan fase tiga kerajaan besar.
Pertama, fase kemunduran (1250 – 1500 M). Di masa ini desentralisasi dan disintegrasi bertambah meningkat. Perbedaan antara Sunni dan Syi’ah dan juga antara Arab dan Persia bertambah nyata kelihatan. Dunia Islam terbagi dua.
Bagian Arab yang berpusat di Mesir terdiri dari Arabia, Irak, Suria, Palestina, Mesir dan Afrika utara. Bagian Persia yang berpusat di Iran terdiri dari Balkan, Asia kecil, Persia dan Asia tengah. Kebudayaan Persia mendesak kebudayaan Arab.
Kedua, fase tiga kerajaan besar (1500 – 1700 M) dan masa kemunduran (1700 – 1800 M). Tiga kerajaan besar
tersebut adalah kerajaan Usmani di Turki, kerajaan Safawi di Persia dan kerajaan Mughal di India.
1. Mengenai Persebaran Islam di Dunia
Pada awalnya Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk memperbaiki masyarakat jahiliah yang ada di Arab, khususnya di Mekkah. Setelah berjalan beberapa tahun lamanya kemudia Rasulullah SAW menyebarkan dan membangun islam di Kota Madinah. Bermula dari sanalah kemudian islam berkembang ke berbagai daerah.
Hal ini menunjukkan bahwa islam tidak hendak diturunkan hanya untuk masyarakat Arab saja melainkan disebarkan ke berbagai belahan dunia karen nilai islam adalah universal, tidak terikat waktu dan tempat. Untukitu Rasul dan para sahabat turut berdakwah dan menyebarkan islam di berbagai daerah lainnya walaupun Nabi Muhammad telah tiada.
Islam berkembang dan mulai muncul kerajaan berbasis islam. Wilayah jazirah arab, timur tengah sampai ke Eropa dan Asia mulai terjamah oleh ulama dan raja-raja islam. Kerajaan tersebut seperti khilafah Bani Ummayah, Mughal, Abbasiyah, Ottman, India, Malaka, Turki Seljuq, dan lainnya.
Hingga saat ini dapat kita ketahui bahwa hampir di seluruh pelosok dunia telah mengenal agama islam dan beredar pula sampai ke daerah-daerah Afrika, Amerika, Australia, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan bukti bahwa umat islam di zaman Rasulullah sangat gencar menyebarkan islam, menyiapkan para pemimpin dan ulama di tengah-tengah masyrakat sesuai dengan konteks dan masalahnya masing-masing.
1. Sejarah Perkembangan Kerajaan, Khilafah, dan Politik Islam
Berbagai cara pandang, kebijakan, dan tentunya hukum yang berlaku di suatu masyarakat tentunya sangat dipengaruhi oleh faktor pemimimpin atau rajanya. Hal ini dalam islam permasalahan sosial dan politik sangat mempengaruhi.
Contohnya saja. Di masa kepemimpinna dinasti ummayah banyak beredar pemikiran konsep takdir jabariah yang dimana nasib manusia sudah ditentukan segala-galanya sedangkan hasilnya bergantung kepada Allah, tanpa memikirkan faktor usaha. Kepasrahan begitu tinggi hingga yang terjadi masyarakat cenderung menerima keadaan saja tanpa mengubahnya susah payah.
Di masa kekhalifahan abbasiyah misalnya, dengan fokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masalah-masalah politik internal bisa diatasi namun setelahnya kembali terpecah belah dan islam mulai kembali mundur ke belakang.
1. Mengenai Peradaban dan Hasil Karya Umat Islam Untuk Dunia
Sejarah islam di dunia juga dapat dipelajari tentang bagaimana peradaban dan hasil karya tiap-tiap ummat yang ada di berbagai wilayah. Ada banyak sekali hasil peradaban dan hasil karya umat islam di dunia yang bisa dipelajari dan juga masih terasa manfaatnya hingga kini.
Mengenal peradaban dan hasil karya umat islam di masa lampu lewat sejarah dapat membangun motivasi kita untuk meneruskan berbagai perkembangan yang pernah ada dengan mengikuti konteks yang berkembang hingga di zaman moderen ini. Selain itu, kita pun bisa mengetahui dan akhirnya termotivasi untuk mewariskan apa yang ada sebelumnya lebih baik lagi.Apalagi tujuan penciptaan manusia dan hakikat manusia menurut islam di muka bumi ini hakikatnya adalah untuk membangun peradaban yang harus terus maju dan kuat.Dari sejarah islam di dunia kita bisa mengenal Ilmuwan-Ilmuwan Islam seperti : Ibnu Sina sebagai ahli filsafat dan kedokteran, Al Jabbar, Al Kindi, dan lain sebagainya. Mengenal sejarah ilmuwan tersebut dapat kita pahami pula bahwa islam adalah agama yang sangat mendukung dan mewajibkan ilmu pengetahuan sebagai alat perkembangan zaman. Tentunya dengan dasar Al-Quran serta Sunnah Rasul.
Dengan adanya para ulama muslim, umat islam pun akhirnya banyak mengenal ilmu-ilmu sains yang sangat berkaitan erat dengan Al-Quran. Contohnya saja proses penciptaan manusia yang begitu detail Allah jelaskan dalam ayat-ayat-Nya.
1. Berbagai Aliran dan Pemikiran Islam di Dunia
Mempelajari sejarah islam di dunia bisa juga berkenaan dengan aliran pemikiran islam yang berkembang. Disadari bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup manusia. Ketika sudah sampai pada tangan manusia ada banyak hasil pemikiran dan tafsir mengenai ayat-ayat Al-Quran yang akhirnya sampai pada munculnya berbagai aliran islam dan golongan.
Dari hal ini bisa ketahui bahwa sejarah islam di dunia pun sangat dipengaruhi dari berbagai penafiran tentang ayat Allah dan usaha untuk menterjemahkannya dalam situasi dan konteks yang berbeda di masa kini. Namun, di sisi lain juga bisa mengenali dan mengetahui bahwa islam di masa lalu juga bisa bersatu padu dan kuat di segala aspek walaupun sudah muncul berbagai perbedaan pendapat dan pemikiran.
Manfaat Mempelajari Sejarah Islam DuniaAda banyak manfaat mempelajari islam di Dunia dan tentunya semuya muslim diharapakan bisa mempelajari agamanya dari aspel sejarah yang berkembangnya.
Salah satu manfaat yang paling besar adalah kita bisa mengambil pelajaran berharga dari perjalanan islam di masa lalu. Misalnya saja kita bisa mengetahui apa yang membuat ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat dan bermunculan ilmuwan-ilmuwan islam yang mewariskan ilmu serta teknologi yang luar biasa di tengah masyarakat lain masih terbelakang. Begitupun kita akan mengetahui apa sebab-sebab dari umat islam mengalami kegagalan dan kehancuran di zaman tertentu.
Tujuan hidup menurut islam adalah untuk menegakkan islam dan kebenaran di bumi. Tanpa mengenal lewat sejarah dapat diketahui bahwa umat islam akan kalah, hancur, dan tidak belajar dari masa lalunya. Baik masa lalu yang dalam kejayaan atau masa lalu dalam kemunduran.
Cara Mempelajari Sejarah Islam DuniaUntuk mempelajari sejarah islam di dunia, maka umat islam harus mempelajarinya lewat cara dan metode yang benar. Ada banyak sekali kajian ilmiah mengenai metode atau cara mempelajari sejarah, khususnya sejarah islam.
Mempelajari sejarah islam dunia juga meupakan bagian dari tujuan pendidikan islam yang berkaitan dengan konsep manusia islam. Berikut penulis sertakan beberapa hal dasar yang harus dilakukan dalam mempelajari sejarah islam.1. Mencarinya dari Sumber yang Valid
Sumber yang valid disini artinya adalah orang yang menulis sejarah tersebut memiliki perangkat ilmu dan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Kevalidan bukan hanya soal gelar, status, dan juga soal agamanya. Kevalidan dinilai dari apa metode dan cara dia mengambil data, mengolahnya dan menjadikannya suatu acuan yang benar.
Dalam titik tertentu ada banyak sejarah islam yang disebar dan dibuat oleh kaum orientalis yang sengaja ingin menghancurkan islam. Di sisi lain ada juga yang
2 Mengkroscheckan dengan Nilai Dasar Islam yang ada di Al-Quran dan Sunnah Rasul
Mempelajari sejarah islam di dunia juga bisa kita crosscheck kan dari prinsip dasar islam yang ada di Al-Quran dan Sunnah. Dengan cara tersebut, maka kita tidak akan mudah untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh satu orang dan bisa menguji kevalidan data yang disampaikan
.
3 Referensi Lebih dari Satu
Mempelajari sejarah islam di dunia bisa kita mempelajarinya dari lebih satu referensi. Hal ini untuk menambah khazanah intelektual kita dan tidak mudah mengambil kesimpulan hanya dari satu referensi. Setiap ilmuwan memiliki beragam sudut pandang. Dari keberagaman itulah kita bisa menilai dan melihat lebih banyak wawasan. Sehingga wawasan sejarah islam di dunia lebih luas kita dapatkan.
Pengertian Khalifah Menurut Al-Qur’anSecara umum, di ketahui bahwasanya khalifah adalah julukan bagi setiap pemimpin umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.Khalifah sendiri merujuk pada arti pemimpin, yakni mereka yang menjadi pimpinan umat Islam.
Jadi menurut bahasa, Khulafaurrasyidin atau Khulafa Arrasyidin yaitu orang yang ditunjuk sebagai pengganti atau pemimpin yang selalu mendapat petunjuk dari Allah swt.
Dalam pengertian lain, khalifah sering di sebut sebagai pemimpin orang-orang yang beriman. Kadangkala, nama khalifah ini di kenal juga dengan sebutan “Amir”.
Untuk pengertian Khalifah menurut Al-Quran, dalam hal ini lebih merujuk pada ulil Amri di mana dalam Al-Quran di sebutkan bahwa mereka harus di taati.
Sedangkan kursi kekhalifahan dalam Islam, sejauh ini berturut-turut di awali dari masa Khulafaur Rasyidin.Kemudian di lanjutkan oleh dinasti Umayyah, dinasti Abbasiyah, hingga masa Turki Utsmani dengan kejayaannya masing-masing.
Sejarah Khalifah Islam Pasca Rasulullah SawPada masa Rasulullah Islam sudah mulai tertata dengan baik. Pada saat itu Rasulullah-lah yang menjadi pimpinan umat Islam di mana pun mereka berada.
Akan tetapi ketika Rasulullah wafat, tentu saja di butuhkan pengganti yang dapat memimpin umat Islam secara keseluruhan.
Berikut daftar kekhalifahan setelah Rasulullah Wafat :
1. Masa Khulafaur Rasyidin
2. Masa Dinasti Umayyah
3. Masa Dinasti Abbasiyah
4. Masa Dinasti Utsmaniyah
Simak penjelasan dari masing-masing masa kekhalifahan semenjak wafatnya Rasulullah berikut.
1. Masa Khulafaur RasyidinSejarah Kekhalifahan Islam pasca Rasululah SAW wafat di mulai dari masa khulafa’ur Rasyidin. Pada saat itu\, kursi Khaliah di duduki oleh para sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah.
Urutan kekhalifahan ini di mulai dari Khulafaur Rasyidin yang pertama, yakni Abu Bakar Assidiq. Beliau adalah salah satu dari Assabiqunal Awwalun yang juga merupakan orang terpercaya.
Selanjutnya, kursi khalifah setelah Abu Bakar wafat jatuh pada Umar Bin Khattab. Beliau adalah salah seorang pemberani yang juga sahabat dekat Rasulullah.
Sepeninggal Umar, khalifah selanjutnya adalah Utsman Bin Affan. Pada masa ini, perpecahan umat Islam sudah mulai tampak. Hingga akhirnya kepemimpian Khulafaur Rasyidin berakhir pad amasa Ali bin Abi Thalib, khalifah setelahnya.
Berikut tabel urutan Khulafaur Rasyidin :
Urutan
Nama
Masa Kepemimpinan
1
Abu Bakar Assidiq
632 – 634 Masehi
2
Umar bin Khattab
634 – 644 Masehi
3
Utsman bin Affan
644 – 656 Masehi
4
Ali bin Abi Thalib
656 – 661 Masehi
2. Masa Dinasti UmayyahRuntuhnya masa Khuafaur Rasyidin ini berakhir dengan begitu tragis karena pada saat itu terjadi peristiwa tahkim antara Muawiyah dan Ali.
Peristiwa Tahkim ini mengakibatkan perpecahan umat Islam menjadi tiga golongan, yakni syi’ah, Khawarij dan Pengikut Muawiyah yang akhirnya menjadi Bani umayyah. Pemicunya sendiri sebenarnya lebih pada faktor politik.
Muawiyah sendiri merupakan khalifah pertama adalam dinasti Umayyah. Dinasti ini berjalan kurang lebih dalam kurun waktu selama 89 tahun.
Tentu saja angka tersebut tidak mencapai satu abad hingga akhirnya di gulingkan oleh dinasti Abbasiyah.
Penggulingan ini terjadi pada tahun 750 M dan meliputi hampir seluruh kekuasaan dinasti Umayyah kecuali Andalusia.
3. Masa Dinasti AbbasiyahMasa kekhalifahan dinasti Abbasiyah ini berlangsung selama ratusan tahun. Akan tetapi\, tidak dapat di pungkiri jika pada masa ini\, kepemimpinan dinasti Abbasiyah berdampingan dengan beberapa dinasti lain secara silih berganti.
Diantaranya adalah di nasti Umayyah Andalusia yang gagal di gulingkan bersamaan dengan dinasti Umayyah lainnya, dinasti Fathimiyyah dan kesultanan Mamluk.
Pada masa Kekhalifahan ini ada banyak sekali perkembangan Islam yang terjadi di berbagai bidang. Baik ekspansi wilayah, bidang keilmuan dan masih banyak lagi.
Tentu saja dengan pengaruh yang besar dari banyak khalifah Islam terbesar di dalamnya.
Namun, pada akhirnya Abbasiyah Baghdad runtuh karena serangan negara Mongol di abad ke-13 dan yang terakhir ada di Mesir sebagai simbol saja.
4. Masa Dinasti Utsmaniyah Setelah habisnya masa kepemimpinan dinasti Abbasiyah\, masa selanjutnya di pegang oleh kesultanan Utamni yang juga berlangsung begitu lama. Bahkan\, ini terhitung hingga berabad-abad lamanya.
Kala itu, di bawah kepemimpinan Utsmaniyah, islam begitu berjaya dalam banyak hal. Khususnya dalam perluasan wilayah, bisa di katakan bahwa Islam sudah mencapai kesuksesannya.
Meski demikian, tetap saja pada masa ini Islam tidak berada dalam satu kepemimpinan karena saat itu wilayah daulah Utsmaniyah juga terbatas.
Dan di sampingnya terdapat dua kepemimpinan lainnya, yakni kerajaan Syafawi dan Mughal.
Karena itulah masa tersebut sering di sebut-sebut dengan masa 3 kerajaan besar Islam.
Akan tetapi, tetaplah Utsmani adalah yang terbesar diantara ketiganya.
Khalifah Islam TerakhirJika merujuk pada pembahasan sebelumnya, bisa di lihat bahwa daftar kekhalifahan yang terakhir berada di tangan Daulah Utsmaniyah. Hal ini menjadikan khalifah terakhirnya sebagai khalifah Islam terakhir.
Pada saat itu, kekhalifahan Islam Turki utsmani memang sangat berjaya di Eropa. Bahkan, daulah ini hampir menguasai sepertiga dunia. Namun, akhirnya mengalami keruntuhan juga.
Hampir satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1924 M, Turki Utsmani berhasil di gulingkan oleh bangsa Barat dengan motif dendam turun termurun yang masih mereka rasakan.
Bersamaan dengan itu, akhirnya Islam di seluruh dunia akhirnya tidak lagi di pimpin oleh satu kekhalifahan, tetapi tercerai-berai dalam banyak negara dan wilayahnya masing-masing.
Sultan terkahir yang merupakan khalifah Islam terakhir kala itu adalah Sultan Abdul Hamid II, yang lahir di Istanbul pada tahun 1842 M. Pada saat itu, sang sultan mewarisi tahta dari pamannya.
Namun, sangat di sayangkan karena kondisi kerajaan yang membentang begitu luasnya tersebut di wariskan dalam kondisi yang sangat rumit dalam berbagai bidang, termasuk politik dan ekonomi.
Beliau sendiri merupakan sultan yang sangat teguh menjaga syari’at Islam di negaranya. Karena itulah, kala itu hukum Islam di terapkan dengan sangat tegas.
Namun, pada akhirnya, beliau mengalami pengkudetaan dari para musuh melalui berbagai jalan. Hingga akhirnya, sultan Abdul hamid II beserta keluarganya mengalami pengasingan yang parah dalam beberapa fase.
Setelah wafatnya beliau, berangsur-angsur masa Turki Utsmani ini akhirnya runtuh. Hal ini sekaligus meruntuhkan kekhalifahan Islam yang pernah begitu berjaya selama berabad-abad di bumi ini.
Setelahnya sudah tidak ada lagi kekhalifahan Islam. Namun, suatu hari nanti, sesuai janji Allah, akan muncul khalifah islam akhir zaman yang akan mempersatukan umat sebelum kiamat terjadi.
B. DISENTEGRASI, STAGNISASI, KEMUNDURAN ISLAM
Pasca berakhirnya keruntuhan kekhalifahan. Tidak ada lagi sosok yang bisa dijadikan pemimpin Islam dalam semua lini kehidupan. Negara Islam pun terpecah menjadi negara-negara sekuler. Pengaruh barat, kapitalis dan yahudi semakin kuat di dunia. Kiblat kekuatan dunia beralih dari Turki ke Uni Soviet (Namun pasca runtuhnya Uni Soviet. Amerika menjadi kekuatan super power dunia). Masuknya kapitalis dan yahudi memainkan peran di dunia menyebabkan Islam menjadi mundur. Dunia barat mulai mengalami revolusi kemajuan yang sangat cepat. Sebaliknya, di timur tengah mengalami konflik akibat adu domba yang berujung pada peperangan serta kemunculan penguasa-penguasa rakus yang bejat seperti : Mustafa Kemal Atarturk pada awal abad ke 20 dan seterusnya. Kerjasama dan ketergantungan negara-negara muslim dan pengaruh dominasi AS pasca runtuhnya Uni Soviet. Juga mempengaruhi kemunduran Islam.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments
Nadine Amber
Hi! interested in gaining more readers or income? please leave me message so that I'll let you know
2022-03-02
0