# 3

Hari ini Nia sudah berada di kota Yogyakarta , kota yang terkenal dengan kota pelajarnya... jauh keadaan dengan di kota Nia sebelumnya yaitu di kota Jakarta yang penuh dengan keramaian, kepadatan penduduk, kemacetan di mana mana . Nia berada di kota Y tidak sendiri orang tuanya Nia sudah jauh jauh hari mempersiapkan rumah mungil.buat Nia dan saat ini Nia di temani seorang ART atau di panggil Bi Sumi dan ada Tantenya yaitu tante Cici adik dari Mama Nia yang masih belum menikah. Nia anak perempuan dari 2 bersaudara dan orang tua Nia sangat ketat menjaga Nia.

Ayah Nia bekerja di salah satu BUMN di kota Jakarta dengan jabatan cukup bagus dan tipe pemimpin yang di sukai anak buahnya, sedang Mama Nia adalah ibu rumah tangga biasa yang full mengurus keluarganya.

Hari ini hari 1 Nia masuk kampus yang terkenal warna jas almamater birunya. Hari pertama saja Nia sudah di lirik banyak kakak tingkatnya.

Selanjutnya Nia kuliah dan mengjikuti perkuliahan di fakultas kedokteran ini dengan baik dan lancar (harapannya 😊).

Sementara di rumah keluarga Ronald juga sedang sibuk karena siang ini Ronald akan berangkat ke luar negeri ya Mami Papinya Ronald menginginkan Ronald melanjutkan sekolah di Jerman sekolah pilihan Papinya.

Ronald putus komunikasi dengan teman temannya putih abu abu. Ronald berusaha kuliah dengan baik agar bisa kembali ke negaranya... di negara orang ni Ronald agak tidak betah tapi demi pendidikan dia rela ikhlas deh.

Ronald berusaha melupakan Nia tapi jujur tidak semudah itu... kabar tentang Nia selalu Ronald dapat dari Mei sahabat Nia.

Di kota Yogya Nia pun fokus dengan kuliahnya bahkan kini sangat amat sibuk.

" Bik bilang tante ya hari ini Nia pulang telat karena mau mampir ke Gramedia di jalan xxx " kata Nia kepada Bik Sumi sambil berjalan keluar rumah

" okeyyy...lo mb Nia gak naik mobil saja dari pada naik angkot mba " kata Bik Sumi tapi Nia sudah keburu jauh melangkah di luar pagar.

" mb Nia sudah cantik, pintar, gak sombong lagi...punya kendaraan tapi dia lebih suka naik angkot" gumam bik sumi memperhatikan Nia yang sudah hilang dari pandangan mata.

" bik...Nia masih di kamar ?" tanya Tante Cici tante Nia yang baru bangun

" gak Tante Cici ...barusan mba Nia berangkat naik angkot dan oya tadi mba Nia bilang katanya dia pulang telat Tante karena mau ke gramedia di jalan xxx " kata bik Sumi.

Siang itu sepulang kuliah Nia ke Gramedia seorang diri karena ada buku tang harus Nia beli. Nia sedang menunggu taksi online di pinggir jalan sendirian.

" haiii kamu Yuma kan ?anak kedokteran ?" kata laki laki yang bertanya sambil membuka kaca mobilnya dan berhenti di depan Nia.

Nia hanya diam tidak menjawab sedikitpun.

" ooo maaf...mungkin kamu lupa kenalkan Beny kita sama sama di fakultas yang sama hanya saya diatasmu " kata Beny mengenalkan diri.

Nia hanya senyum sekilas.

Yuma adalah nama depan Nia... di kampus ini Nia di panggil nama depan yaitu Yuma😊.

" oya kamu mau kemana ? ayo saya anter sekalian" kata Beny menawarkan diri

" makasih Kak...saya sedang menunggu grab " jawab Nia sekilas dan gak lama kemudian taksi online pesanan Niapun datang dan Nia berpamitan dengan Beny sambil masuk ke mobil taksinya.

" saya harus mencari tau lebih akurat tentang gadis ini, saya mulai menyukainya ... bagaimana mungkin dia menolak ajakan tumpangan Beny baru ini saya di acuhkan seorang gadis hhhh..." gumam Beny hanya menatap Nia dan taksi onlinenya berlalu dari pandangan Beny.

Malam itu Nia masih sibuk dengan hafalan buku primbon kedokteran yang tebelnya buat geleng geleng kepala... Bik Sumi melihat kamar anak majikannya masih menyala dan bik Sumi mengetuk kamar Nia

" masuklah bik...gimana bik ?" kata Nia

" mba Nia belum tidur ? ini sudah jam 23.45 mba besok lagi nanti sakit loo " kata bik Sumi

" husstt bibik jangan doain gitu dong, doainnya saya sehat sehat sehat " jawab Nia

" kalo itu sih pasti mba cantik..." jawab bik Sumi

" terus bibik sendiri kenapa belum tidur ?" tanya Nia

" bibik terbangun dan mau ngecek kunci kunci pintu terus liat kamar mba Nia jadi bibik kesini deh...Mb Nia mau bibik buatin teh hangat atau gorengan kayak pisang goreng , tempe goreng atau mau yang lain ?" tawar bik Sumi

" gak usah bik makasih ya...sebentar lagi saya mau istirhat kok jadi bibik lanjutin tidurnya ya " jawab Nia

" oke Mba...bibik permisi dulu ya" kata bik Sumi menutup pintu kamar Nia.

...----------------...

Di kampus Beny gak sengaja bertemu Nia di jalan, Beny menyapa Nia dan Nia hanya senyum sekilas.

" Soni kamu tau gak adik tingkat itu " tunjuk Beny ke arah Nia yang sedang ngobrol sama teman ceweknya

" yang mana...ooo itu Yuma, kenal sih gak tapi tau kenapa ? jangan bilang kamu suka dia ya...terus adik tingkat yang di fakultas ekonomi mau kamu kemanakan " kata Soni teman Beny karena Beny juga sedang dekat dengan anak fakultas ekonomi

" halahh kayak gak tau siapa aku saja kamu ni...yang aku penasaran kemaren sore ketemu di Gramedia dia ku tawarkan pulang bareng eee dia nolak Son..." kata Beny menepuk jidatnya.

" apa ???? serius...hahaha baru ini aku dengar play boy cap kampak di tolak cewek " jawab Soni tertawa lepas diikuti beberapa temannya yang lain.

Beny hanya menatap tajam ke arah teman temannya.

" sialan luuu " kata Beny

Beny di kampus terkenal play boy ya karena wajahnya yang tampan bawaannya yang borjuis sehingga banyak cewek cewek yang suka dia dan Beny tidak pernah di tolak cewek jika dia bilang suka.

Ayah Beny seorang dokter juga di kota Yogya.

...----------------...

Tidak terasa sudah 5 th Nia menempuh pendidikan di kota Yogya dan sudah meraih gelar dokter umum.

Orang tua Nia menginginkan Nia segera melanjutkan ke sekolah spesialis kandungan dan lagi lagi Nia menuruti keinginan orang tuanya.

Sementara di negara yang berbeda waktu.. Ronald pun sudah selesai kuliahnya dan sudah kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan keluarganya di bidang properti yang tersebar di mana mana.

Ronald tetap menjadi pribadi yang sederhana di luar pekerjaannya bahkan teman di putih abu abunya taunya Ronald anak dari golongan biasa.

Sore itu Ronald kedatangan temannya sekaligus sahabatnya yaitu Rudi, hanya Rudi yang tau alamat rumah Ronald.

" haiii " sapa Ronald menemui Rudi di ruang tamunya

" elu ya balik ke Indo gak kasih kabar wah sombong sekarang ni" jawab Rudi.

" sombong dari Hong Kong ... enak aja lu kalo ngomong " kata Ronald spontan

" waduh yang habis sekolah di LN masih aja ingat ngebanyol kita di jaman SMU hahahhaaha " kata Rudi.

Kedatangan Rudi berniat ingin mengadakan reuni akbar di sekolahnya dulu saat SMU dan Rudi menjadi panitia... Rudi berniat mengajak Ronald ikut jadi panitia juga.

" bukannya menolak bro tapi mending gue jadi makmum aja ya broo...gue dukung tuh acara reuni akbar kita ni jika ada kesusahan baru gue bantu, gue yakin elu dan tim bisa mengatasinya " kata Ronald diikuti tepok jidat Rudi 😂😂😂.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play