# 5

Saat Nia selesai melaksanakan solat maghrib, Nia kaget saat melihat Ronald sedang berdiri seorang diri diujung lorong ke arah mushola

" sudah selesai ? ayo kita turun...tadi aku rencana turun tapi melihat kondisi sepi aku urungkan turun dan menunggu mu dulu, maaf kalo aku kurang sopan " kata Ronald saat berpapasan dengan Nia .

Mereka pun akhirnya turun bersama ke lantai 1 mengikuti acara reuni. Di dalam lift mereka hanya diam dan diam.

Saat lift sudah terbuka dan mereka berbaur bersama teman yang lain Nia menghentikan langkahnya dan menatap Ronald

" terima kasih tadi sudah menemaniku " kata Nia pelan dan segera meninggalkan Ronald tanpa menunggu jawaban Ronald

Ronald kaget dan tersenyum bahagia karena Nia mau menyapa dan bicara ke Ronald.

" sama sama...aku akan menemanimu sampai akhir hidupku " jawab Ronald di dalam hati

Ronald dan Nia kembali ke acara reuni, banyak acara yang di buat selain ramah tamah, ada kuis dan saling sapa beda angkatan alumni.

Ronald dari jauh hanya memandang Nia...gadis yang super cuek dan Ronald selalu setia menunggu Nia ,tidak ada yang bisa menggantikan nama YUMA TITANIA S di hati Ronald.

" Mei...sepertinya besok pagi gue harus kembali ke Yogya seperti yang gue bilang sama elu waktu di telpon...tadi tuh panggilan dari kampus Mei " kata Nia di sela sela ngobrol mereka

" yaaaaahh kok cepet sih padahal besok gue rencana mau ngajak elu jelong jelong Nia..." kata Mei cemberut

" hussst wajah jelek loe jangan di keluarkan ntar di kira orang elu gue jahatin lagi " goda Nia melihat wajah sahabatnya yang sedih

Mei lalu memeluk Nia dengan erat dan erat

" sudah ah...jangan kayak anak kecil , udah mau nikah masih gini...ntar kalo elu nikah gue usahain datang deh asal gue diundang " kata Nia menghibur Mei dan melepas pelukan Mei

" janji...kalo gitu gue nikahnya besok pagi deh " kata Mei

" watttt hahahhaha gila looo... lo yang mau melamar pacar loe kalo gini sih bukannya elu yang di lamar !!! " jawab Nia spontan tertawa lepas bahagia kocak karena ide gila Mei.

Mei dan Nia sama sama tertawa lepas dan dari jauh Ronald melihat semuanya.

" kalian ngetawain apa sih ?" kata Vina datang ke meja mereka

" ini loo Vin...besok pagi Mei mau melamar itu pacarnya agar mau diajak nikah siangnya " jawab Nia yang mengundang gelak tawa Mei dan Vina

Gak lama Rudi datang dan ikut bergabung sama mereka karena jarang jarang melihat Nia tertawa lepas.

" kayaknya rame nih...ikutan dong...ada apa nih " tanya Rudi

" ini Rud...besok Mei mau ngelamar pacarnya, elu mau ikut ?" tanya Vina

" enak aja lu Vin...itu kan Nia yang ngomong bukan gue yang ngomong " kata Mei manyun ke Nia sementara Nia hanya menahan tawanya

" ceritanya bukan gitu ya gaessss semua...jadi gue rencana mau kongke kongke sama Nia besok tapi ternyata Nia besok harus kembali ke Yogya nah disini gue sedih...baru beberapa hari gue ketemu sahabat terbaik gue ni eee dia sudah mau menghilang lagi dan tentu dalam waktu yang lama karena diakan selingkuh sama buku mau ngelanjutin... " kata Mei menjelaskan belum selesai kakimya sudah diinjak Nia sehingga membuat Mei menghentikan kata katanya.

" waaadoowww sakit Nia..." kata Mei ke arah Nia

" soorryy Mei, sorry..." kata Nia sambil melihat ke kakinya Mei santai. Maksud Nia agar Mei tidak memberitahukan ke teman teman tentang sekolah lanjutannya...Nia memang sangat rendah hati tidak ingin di sanjung terlalu berlebihan.

" sorry gue balik dulu ya sudah malam khawatir di kunci orang rumah " kata Nia pamit kepada temannya dan segera ke parkiran.

" Nia besok gue anter elu di airport yaaaaa " teriak Mei dan Nia hanya menunjukkan jempolnya yang berarti YES.

Saat semua sedang menikmati reuni...Ronald menemui Mei...

" Mei...besok Nia benarkah akan kembali ke Yogya ?" tanya Ronald

" ya Nald tadi sore yang dia sibuk dengan hapenya itu panggilan dari kampusnya bukan seperti yang Vina dan Rudi omong ngawur... " jawab Mei

" looo Mei bukannya Nia sudah selesai kuliahnya , lalu ngapain dia balik lagi ?" tanya Ronald

" dia mau ngelanjutin spesialisnya Nald...mau ambil kandungan sih katanya " jawab Mei sambil ngemil

" spesialis ? maksud looo Nia itu dokter Mei ?" selidik Ronald

" wait Nald... jadi elu gak tau Nia sekolah apa ? ya elahhh (sambil tepok jidat) Nald..Nald...elu suka Nia tapi elu gak tau cewek elu sekolah di fakultas apa ? " kata Mei heran

" jujur Mei...sebenarnya gue pingin sekali menghubungi Nia waktu gue di Jerman tapi gue takut...takut Nia gak suka...elu kan tau gimana Nia, semakin dia di kejar semakin jauh dia dan itu gue gak mau...gue gak mau buat Nia gak nyaman, gue sangat menjaga perasaan dia, gue gak mau dia benci gue..." jawab Ronald menjekaskan.

" gue salut ama cinta elu ke Nia...kejar dia broo... gue tau sampai detik ini Nia gak punya pacar hanya elu harus maklum Nia kutu buku, dia anak mama banget dan sangat nurut kata orang tuanya... jangan menyerah karena gue yakin dia pasti ada sedikit rasa cinta sama elu hanya elu jangan menyerah " kata Mei

" Mei gue butuh bantuan elu...tolong bantu gue...elu sama Nia kan deket " kata Ronald memohon

"gue bantu elu ...gue janji... karena gue gak mau sahabat gue bersama laki laki gak baik, gue gak rela kalo dia dapat laki laki gak baik karena gue tahu Nia wanita baik dan solehah pasti akan mendapat pasangan yang baik juga" kata Mei

" makasih " jawab Ronald

" oya... besok jam 9 Nia akan kembali ke Yogya dan pesawatnya berangkat jam segitu, kalo elu mau ketemu ayuh bareng gue " kata Mei

" mau oke...makasih ya ketemu di airport ya " jawab Ronald

" oke " jawab Mei.

Jam 23.00 Ronald sudah berada di rumahnya dan menyapa Maminya yang masih belum beranjak tidur.

" Hellooo my baby boy " sapa Mami Ronald

" mami plisss Ronald bukan bayi atau balita lagi...Ronald tuh sudah besar sudah lulus sekolah loo Mami, bahkan Ronald bisa looo buat baby ." goda Ronald ke Maminya

" no no no bagi mami you masih baby hanny... selama you belum mengenalkan ke mami pacarmu maka you tetep baby bagi mami oke !!! but the way you tadi said buat baby ? ooo my good no sayang nikah dulu baru buat baby ya " jawab Mami Ronald dengan logat bulenya.

Ronald hanya diam sambil meneguk air mineral di meja makannya.

" Nald...kapan Mami mempunyai cucu...Mami Papi sudah tua nak...pingin ada suara ramai di rumah ini nak... atau Mami cariin ya Nak ?" kata mami Ronald

" no no Mami... Ronald pilih sendiri, Ronald hanya butuh doa Mami Papi...udah ah Ronald ngantuk " kata Ronald pamit ke kamarnya.

" itu anak katanya bisa buat baby tapi pacar belum punya, di cariin mamih gak mau, apa di kira buat baby pake adonan tepung dan telur "kata Mami Ronald heran.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play