Zifah
Seorang gadis sedang menatap langit, tatapan nya
begitu sendu bagi yang melihat mungkin akan merasa bingung kerena gadis itu
terus menatap langit tanpa memperhatikan jika minuman yang dia pegang sudah
tumpah mengenai celana yang ia pakai.
“nak apa yang kamu pikirkan, pegang lah minum itu
dengan benar karena air itu sudah membasahi celana mu” ucap seoang ibu yang
lewat
Teguran ibu itu langsung membuat gadis itu tersadar
“eh iya aduh basah, lengket banget lagi” ucapnya
yang terkejut karena celana yang ia pakai sudah sangat basah dan juga lengket
karena yang ia minum adalah teh manis yang ia beli di tempat gelas plastik
“terikasih bu sudah memberitahu” ucapnya lagi karena memang ibu itu masih ada
didepan nya
“iya nak sama sama, kamu jangan banyak melamun apalagi ini sudah malam tidak
baik, dan kamu pun sendirian disini jadi lebih baik kamu pulang nanti orang tua
mu khawatir karena mencarimu” ucap ibu lagi
Gadis itu terdiam sejenang dia memikirkan yang ibu
itu bilang ‘orang tua’ dan dia kembali merasa sedih dan dia pun ingat kata
selanjut nya ‘khawatir’ ahhh gadis itu bernafas rasa nya jika mengingat suasana
rumah saat ini membuat nya merasa sesak seperti ada yang menghantam hatinya
tapi tidak tau apa dan lagian dirumah tidak akan ada yang khawatir.
“maaf bu boleh saya bertanya?” ucap gadis itu dan
hanya di jawab dengan anggukan kepala saja
“sekarang jam berapa yah bu karena hp saya lowbet” gadis itu berbohong lagi
karena memang dia tidak punya hp
“hmmm, sekang sudah jam 9 nak” ucap ibu itu
“APA” ucapnya kaget karana memang dia sangat kaget bagaimana mungkin dia tidak
tau waktu begitu terpesona nya ia dengan pemandangan malam itu hingga dia lupa
untuk pulang
“makasih banyak yah bu saya pergi pulang dulu” ucap nya sambil mengambil tas
yang ia simpan di kursi dan ia langsung berlari
Sesampainya didepan gerbang dia ragu untuk masuk
karena dia sangat lah takut dengan apa yang akan di lakukan oleh penghuni di
dalam rumah yang megah itu tapi tetap dia harus masuk dia harus terima akan apa
saja yang akan terjadi pada dirinya.
Gadis itu sudah sampai depan pintu, dulu ketika
kedua orang tua nya masih ada ketika ia main terlalu lama hingga malem ia akan
memasang wajah sedih nya dan bersalah nya karena pulang malam tapi sekarang ia
tidak bisa melakukan itu lagi.
Aku pasti akan kena omel sepanjang malam ini aduh, kenapa kamu bisa tidak tau waktu
sih kamu nyari masalah sendiri tau gak batin nya dia merutuki
diri sendiri karena ini memang kesalahannya
yang duduk disana adalah ibu tiri dan suaminya yah
itu suami ketiga nya karena suami kedua nya adalah papah ku dan jika bertanya
kemana ibu ku dia sudah tiada karena kecelakaan dan setelah itu papah ku
menikah lagi karena papah merasa kasian karena aku tidak ada yang mengurus dan
mengapa papah menikah dengan perempuan yang sudah memiliki anak itu karena dia
ingin aku memiliki teman dan apa lagi anak nya pun perempuan sama seperti ku dan
umur nya pun tidak terlalu jauh dengan ku jadi aku tidak akan kesepian seperti
biasanaya pikir ayah, tapi anak dari ibu tiri nya itu selalu iri padanya dia
selalu ingin apapu yang ia punya apapun itu termasuk ketika mereka sekolah di
sma dan ada seorang pria yang menyukai nya dan sodara tiri nya tahu maka dia
akan merengek kepada ibu nya agar aku di pindah kan sekolah nya dan yahh semua
terjadi sesuai keinginan nya.
“silva kau sudah pulang, kemarilah paman ingin
bicara dengan mu dulu” ucap paman yah dia memanggil papah baru nya itu dengan
sebutan paman karena dia tidak mau memanggil nya dengan sebutan papah, sama juga
dengan istri kedua papah nya dia memanggil dengan sebutan bibi tapi papah
merasa tidak masalah karena dia tahu putri kecilnya itu tidak mungkin bisa mengganti
nya dengan begitu mudah, papahnya hanya berpikir yang penting putri nya ada
yang mengurus hanya itu.
Yah gadis yang ada ditaman tadi itu bernama silva,
dan ibu tiri nya yang ia sebut bibi itu bibi sinta dan ayah kedua yang ia
panggil dengan sebutan paman itu bernama paman reno, bi sinta mempunyai anak
satu dari hasil pernikahan nya yang pertama yang bernama siska dia gadis cantik
tapi sayang nya dia selalu iri dengan apa yang di punya silva sejak kecil
karena silva mempunyai segalanya tidak dengan siska yang sejak kecil selalu kekurangan
dan selalu di ejek oleh temen temen nya hingga saat ibu nya menikah dengan ayah
nya siska yang bernama prayoga, dan bibi sinta mempunyai anak cowo dari
pernikahan nya dengan papah nya silva yang bernama raka yah dirumah itu yang
dekat dengan silva hanya pembantu rumah dan juga raka, raka sangat menyayangi
silva kakak perempuan nya itu sangat berbeda dengan kakak nya yang satu nya
lagi yang selalu ingin di wujudkan kemauan nya yang membuat raka pusing setiap
dia merenge berbeda dengan kakak nya silva selalu berusaha sendiri jika
menginginkan sesuatu
“iya paman ada apa” ucap silva yang merasa bingung
dengan perbedaan sikap paman nya itu biasanaya jika silva pulang telat ia akan
di marahi habis habisan tapi ini sangat berbeda sekali
Loh ada apa yah tidak seperti biasanya tapi kenapa aku jadi curiga yah sepertinya ada
yang tidak beres batin silva
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments