ingin menjaga

Setelah beberapa saat

“ahhhh sudah baiklah bi aku ke atas dulu yah” ucap silva yang sudah menyimpan sayur dia atas meja makan

Silva sudah rapih dengan baju yang ia kenakan dan

tak lupa silva mengikat rambut lurus panjang nya itu, silva turun dari tangga

dan melihat semua sudah makan, walau sifat mereka begitu silva tetap bersyukur

yang penting dia tidak disuruh pergi dari rumah.

Flashback

Diruang keluarga sudah ada pengacara tuan prayoga dan sekertaris papah nya yang sedang

menunggu semua keluaga berkumpul di sana karena dia ingin membacakan wasiat

dari tuan prayoga sebelum meninggal.

Akhirnya semua sudah berkumpul dan semua duduk

dengan tenang tapi tidak dengan silva dia sangat hancur karena papah nya yang

selalu menjadi kekuatan nya sudah tiada lagi didunia ini itu yang membuat nya

sangat hancur tapi di satu sisi dia merasa beruntung karena dia selalu ditemani

adik tersayang nya, ya raka selalu memegang tangan silva dan selalu memeluknya

disaat di pemakaman jika tidak ada raka mungkin dia akan pingsan di pemakaman

dan tidak akan ada yang membawanya.

“baiklah karena semua sudah berkumpul saya akan

memberi tahu sesuatu kepada kalian”ucap pengacara itu sambil membalikan lagi

kertas yang ada ditangan nya dan semua sedang menunggu apa yang akan di bacakan

oleh pengaca itu

Pengacara itu memberitahu semua aset yang dimiliki

oleh tuan prayoga dan memberitahu jika asisten tuan prayoga yang akan

menggantikan nya sebelum ada pengganti yang ada dikeluarga itu.

Dan yah mereka semua menerima nya bahkan silva

seperti tidak perduli karena dia sangat sedih saat ini dia merasa ingin pergi

ke kamarnya dan diam dia ingin sendiri saat ini.

Cukup lama silva duduk diruang tamu bersama yang

lain nya tapi walau dia ada disitu tapi pikiran nya seperti tidak ada disitu

Ayah aku akan mengunjungi mu sesering yang aku bisa

yah aku akan mengunjungi kalian batin silva

Flashback off

“silva jangan lupa kamu harus cepat pulang” ucap

bibi sinta

“iya bi” ucap silva

Ketika silva membuka pintu dia terkejut karena adik nya yang bernama raka belum pergi kesekolah

“loh, kamu kok masih dirumah kamu gak bolos kan”

ucap silva sambil jalan mendekati adik nya itu

“apa sih kak yah tidak lah aku memang masuk agak siang karena guru sedang rapat

untuk kenaikan kelas tau jadi aku akan masuk siang nanti kak” ucap riko santai

“ohhhh gitu yah, ya sudah kakak pergi dulu yah” ucap silva yang langsung jalan

tapi tangan raka lebih cepat menyangkal tangan sang kakak agar tidak

meninggalkan nya

“ada apa” ucap silva

“ya ampun ka aku disini kan nungguin kakak aku mau anter kakak ku sayang ini ke

kampus” ucap raka sambil menaik kan alis nya satu yah memang raka sangat tampan

dia tinggi dan gagah seperti papah nya yaitu papah nya silva juga

“ahh masa sih” ucap silva sambil tersenyum”baiklah kamu sangat manis sekali

sih” ucap silva sambil mengacak rambut raka, raka tidak pernah marah karena

rambutnya disentuh oleh kakak nya itu dia malah senang karena kakak nya bisa

tersenyum raka akan melalukakan apapun untuk senyum manis sang kakak tapi tidak

dengan kakak siska atau pun ibu dan ayah nya yang baru itu dia akan marah jika

mereka menyentuh rambut nya itu entah lah mengapa tapi raka memang begitu.

Dan silva pun akhirnya pergi bersama raka, 15 menit dan mereka pun sudah sampai

“kak” ucap raka ketika menunggu silva turun dan membuka helm yang ia berikan

tadi

“ia” ucap silva sambil membenarkan rambut nya

“ini kak” raka memberikan satu kantung kepada silva

“apa itu dek” ucap nya silva

“itu makanan untuk kakak aku tau kakak pasti tidak pernah makan pagi jadi aku

bawakan untuk kakak”

“ah tidak usah lebih baik untuk mu saja karena kamu tadi tidak ikut makan” ucap

silva

“aku juga bawa kak lagian biasanya aku juga emang tidak ikut makan, dan aku bawa

dua yang satu untuk kakak dan yang satu nya lagi untuk aku kak, tapi jika kakak

tidak mau makan aku pun tidak akan makan” ucap rika yang terus bicara tanpa

berhenti

“kau ini banyak bicara sekali yasudah sini biar kakak makan kamu jangan lupa

makan yah inget itu okey”

“oh iya kak ini ambil lah” ucap raka sambil memberikan hp nya ke silva

Silva pun bingung kenapa adik nya ini selalu membuat nya merasa ingin menangis karena adik nya ini selalu memikirkan nya

“tidak aku sedang tidak butuh kok” ucap silva mengalihkan pandangan nya

“ambil ajah kak lagian aku juga harus fokus ujian kalau aku terus pegang hp

pasti tidak akan fokus” ucapnya lagi

Tidak ada jawaban yang di berikan silva untuk

adiknya itu dan membuat raka meraih tangan sang kakak dan langsung meletakan hp

nya di tangan kakak nya itu

“jaga dengan baik yah kak nanti aku ambil lagi okey”

ucap raka sambil tersenyum dan mengedipkan mata nya tanpa berfikir lagi raka

langsung meninggal kan sang kakak yang masih saja mematung melihat nya.

Kak maaf kan aku belum bisa banyak berbuat untuk kakak mamah dan paman itu memang

sangat kejam, pah maaf kan raka belum bisa buat kakak bahagia  batin raka

Kenapa kamu sangat memperhatikan aku dek aku sangat menyayangi mu dek gak akan kakak

biarkan perusahan papah hancur karena kalau hancur pasti kamu juga akan kena

imbas nya batin silva

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play