Sandiwara Ibu Mertua.
Ibunya Barra, selalu tahu cara memainkan perannya dengan sempurna. Setiap kali berkunjung, ia memeluk Aca dengan erat, mengelus rambut menantunya itu, dan membawa oleh-oleh dengan wajah penuh kasih. "
0
1
JALAN TAPAKAN HIDUP ( p i l i h a n )
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Mereka diberi akal untuk berpikir, emosi, nafsu, bahkan pilihan untuk memilih jalan yang ingin mereka lalui. Dalam kehidupan, manusia itu berbeda
3
20
Plot Twist Termanis
Pagi itu, aroma kapur tulis, kertas ujian yang menumpuk, dan bau tanah basah usai hujan semalam memenuhi selasar sekolah yang mulai riuh oleh langkah kaki anak-anak. Laras duduk di meja kerjanya yang
0
1
Rumah Hantu di Jalan Angker
Lampu jalanan kota kecil ini padam satu per satu begitu memasuki pukul sepuluh malam. Angin perbukitan berhembus membawa aroma tanah basah dan kabut tipis yang merayap turun dari lereng. Di ujung Jala
0
1
Misteri Rumah Nenek
Lampu bohlam lima watt di lorong tengah itu berkedip pelan, memancarkan cahaya kuning kekuningan yang redup dan temaram. Bayangan tiang kayu jati penyangga atap rumah meliuk-liuk di dinding kayu seper
0
1
Kisah kasih tak sampai
Jatuh cinta berjuta rasanya.... Kunyanyikan lagu ini nggak habis sampai selesai berulang-ulang dengan lirik yang sama. Sambil mandi nyiram badan pakai gayung. Kedinginan. Pagi-pagi mandi air dingin
0
3
Gelar Pertama dari Jaket Hijau Ayah
Embun pagi belum sepenuhnya menguap dari dedaunan kebun teh yang melingkupi pinggiran Desa Bayongbong, di bawah megahnya bayangan Gunung Cikuray. Udara dingin khas Garut menusuk hingga ke tulang, teta
0
2
Hidup? Mati?
BRAK! BRAKK!! "KEHIDUPAN SAMPAH!!" Suara Sagara menggema di dalam kamar. Tangannya menghantam lemari sebelum akhirnya ia terduduk di lantai, memeluk kedua lututnya. Ponselnya bergetar. Ibu: "Gar, jemp
0
1
Apakah hidupku berarti?
Sebuah ruangan yang begitu luas dengan penerangan yang seadanya menjadi saksi kesedihan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Ia berasal dari keluarga kaya raya, yang setiap
0
1
Senja di Kaki Gunung Salak
Hawa dingin Kaki Gunung Salak selalu turun lebih cepat sebelum matari benar-benar tenggelam. Tahun 2015, aku masih seorang remaja belasan tahun yang memikul beban seragam putih-biru di Pesantren Bina
0
1
Goresan Luka Di Atas Kanvas Suci
Lampu gantung di atas meja makan memancarkan cahaya kekuningan yang lembut, menimpa dua mangkuk sup ayam yang asapnya perlahan menipis. Di kursi kayu berukir itu, Rani duduk memeluk lututnya sendiri,
0
1
Apa yang terjadi dengan lantai 13..?
APARTEMEN LEVEL 13 Hujan turun sejak sore dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Malam itu, empat sahabat—Raka, Dimas, Naya, dan Sinta—berdiri di depan sebuah apartemen tua yang sudah bert
2
4
Lili Putih di Bawah Langit Kelabu
Di balik dinding putih rumah megah yang tampak sempurna, tersembunyi retakan yang tak pernah terlihat oleh mata dunia. Luka tanpa darah. Tangis tanpa suara. Pergolakan batin yang membusuk perlahan di
4
4
PENJUAL MI AYAM PINGGIR JEMBATAN
PENJUAL MI AYAM PINGGIR JEMBATAN Bab 1 — Gerobak di Bawah Lampu Jalan Malam telah turun di Desa Sukamerta. Hujan yang sejak sore mengguyur desa baru saja berhenti. Jalanan terlihat basah dan mengil
0
1
Di Balik Diam yang Melukai
Langkahku terhenti di depan gerbang besi bercat hijau tua yang mulai mengelupas. SMA Negeri 1—sekolah yang sepuluh tahun lalu menyaksikan betapa lugunya aku merajut mimpi, kini menyambutku kembali seb
0
2
Di Bawah Kabut Cikulul
Langit Pangalengan selalu punya cara untuk menyimpan duka. Kebun teh Cikulul yang membentang hijau kerap kali diselimuti kabut tebal saban sore, menyembunyikan ujung jemari siapa pun yang mencoba sali
0
1
Bestie, Staycation Kita Seru Banget!
Malam itu, gerimis membungkus Dusun Bandan Waru dengan kabut tebal yang berbau minyak tanah dan bunga kantil busuk. Di sebuah rumah panggung kayu jati yang lapuk—rumah milik Mbah Kerto, dukun tertua y
0
1
Tiga Tokoh Pemberi Pelajaran
Lampu jalanan kota yang redup menyapu kaca jendela kamar. Gerimis tipis yang turun sejak petang menyisakan hawa dingin yang mengendap di balik dinding-dinding beton. Di balik meja kayu tua, aku duduk
0
1
Bubu dan Para Dewi Cantik
Bubu dan Para Dewi Cantik Pagi itu, Istana Almareon sedang sangat tenang. Terlalu tenang. Para pelayan berjalan tanpa suara. Para penjaga berdiri tegak di depan aula. Angin pagi berembus pelan me
0
1
Rexy Sang Presiden Republika
Lampu kilat flasgar media internasional menembus kegelapan malam di halaman Istana Kepresidenan Pravda, ibu kota Negara Republika. Karpet merah sepanjang seratus meter terbentang gagah, membelah lauta
0
1