Saat itu, hujan sedang berjatuhan membasahi bumi. April memegangi perutnya, terisak pelan. Berharap ini hanya mimpi.
"Kenapa? Kenapa dia tak mau mengakui anak ini?"
April melangkah, menyusuri trotoar jalan dengan hati sedih dan remuk. April merasa pusing, hingga dia terjatuh pingsang, dengan hujan berjatuhan semakin deras.
'oek...oek' Suara tangisan bayi menggema di tengah derasnya hujan.
Kepala April terjatuh di dekat sebuah keranjang kecil, berisi sesuatu yang mengubah jalan ceritanya disana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jerni A. Simamora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HUJAN DI BULAN APRIL Komentar