Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Don Tanpa Hati

Sang Don Tanpa Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Wanita perkasa / Karir / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Namanya Ares. Bos mafia Amerika yang paling ditakuti—dingin, kejam, dan tak percaya pada cinta. Mereka menjulukinya "Don Tanpa Hati", dan dia bangga akan gelar itu.

Demi memenuhi janji terakhir pada mendiang ayahnya, Ares memutuskan menikah. Bukan karena cinta—dia bahkan tak percaya kata itu—melainkan untuk mendapatkan seorang pewaris. Pilihannya jatuh pada Ingrid: gadis desa berusia sembilan belas tahun, polos, ceria, tumbuh di peternakan di antara hewan-hewan yang ia beri nama satu per satu. Ares merenggutnya dari keluarganya dengan ancaman, membawanya masuk ke dunia berdarah penuh senjata, pengawal, dan wanita-wanita simpanan yang haus akan takhta di sisinya.

Ingrid seharusnya hanya menjadi "istri di atas kertas". Tapi gadis yang tampak lugu ini menyimpan hati sekeras baja dan akal sehalus sutra. Alih-alih hancur, ia memilih bertahan—dan bertarung. Dengan senyum manis, lidah tajam, dan strategi yang membuat para saingannya bertekuk lutut, Ingrid perlahan menembus tembok es yang selama ini melindungi sang Don.

Namun mencintai seorang bos mafia berarti hidup di antara bayang-bayang: pengkhianatan, dendam, dan musuh yang mengincar titik terlemahnya—Ingrid sendiri. Mampukah cinta seorang gadis desa yang tulus benar-benar mencairkan hati pria yang bersumpah tak akan pernah mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ares

Los Angeles - California

Kantor Mafia

Dia kurang lebih seperti aktor di foto atas (gambar diambil dari internet)

Ares

Aku dingin, penuh perhitungan, disiplin; kata "Tidak" tidak ada dalam kamusku! Aku kehilangan ibuku saat masih bayi dan dibesarkan oleh ayahku, John Lansk, bos mafia Amerika yang ditakuti banyak orang.

Dia memberiku nama "Ares" karena maknanya, Dewa Perang, dan memang untuk itulah dia membesarkanku.

Banyak wanita menginginkanku karena ketampanan, kekuasaan, dan kekayaanku... tapi kebanyakan orang justru membenciku karena kesombongan dan kekejamanku.

Aku pengusaha hanya sebagai kedok, seperti kebanyakan dari kami para mafioso. Sebagai pengusaha aku selalu terseret ke dalam kontroversi, gara-gara temperamenku yang keras — dan aku tak akan pernah berubah. Aku tidak takut apa pun dan siapa pun.

Mereka memandangku berbahaya, dan yang mengenalku tahu bahwa aku memang begitu.

Ayahku pergi beberapa tahun lalu, dan sejak itu aku mengambil alih mafia, meski banyak yang menganggapku terlalu muda untuk jabatan setinggi itu. Setelah beberapa kali menunjukkan siapa aku sebenarnya, mereka takut padaku! Di dalam maupun di luar mafia.

Sebagian menyebutku Don Monster Berdarah, dan mereka tahu bahwa menghalangi jalanku lebih buruk daripada kematian itu sendiri.

Tapi aku memutuskan aku harus menikah. Waktuku sampai umur tiga puluh, tapi lebih baik kuselesaikan sekarang.

Ada dua wanita yang menemaniku bertahun-tahun — tentu saja bukan cuma mereka! Aku tak punya perasaan pada mereka, atau pada siapa pun; ini hanya urusan fisik!

Meski begitu, merekalah yang kupertahankan karena kebutuhan.

Hanya saja aku tak mau menikahi salah satu dari mereka. Aku tidak percaya pada perasaan seperti mencintai, menyukai, menyayangi... pokoknya hal-hal melankolis dan konyol yang membuat orang kehilangan fokus!

Aku sudah mengubah banyak aturan mafia, yang sebenarnya memungkinkanku menikahi siapa pun dari mereka.

Akulah yang membuat aturan! Tapi sebelum kehilangan ayahku, aku berjanji akan mengikuti tradisi yang diwariskannya, dan menikahi seorang perawan adalah salah satunya.

"Kau tahu tak harus melakukannya sekarang," kata Mark.

"Kurasa kau sebaiknya menunggu, kau terlalu terburu-buru, masih ada satu tahun lagi," kata Adam.

"Anak-anak, kalian ini seperti tak kenal sahabat kita," kata Jolie. "Kalau dia sudah bilang sesuatu, dia tak akan menariknya kembali."

"Aku setuju dengan Jolie," kata Derick.

"Jolie benar. Aku tak akan mundur, keputusanku sudah bulat. Aku akan menikah," kata Ares.

"Astaga! Lupakan sejenak sosok kejam yang kau perankan itu dan dengarkan aku," kata Mark. "Tak ada orang waras—" dia melirik Jolie, "—ya, kecuali Adam, yang mau menikah!"

Jolie dan Adam sudah lima tahun menikah, dan selalu bersahabat dengan Ares.

"Aku juga setuju dengan Mark," kata Derick.

"Kau selalu setuju dengan semua orang," sahut Jolie.

"Bukan begitu, kawan, tapi mereka berdua benar. Kau tahu Don kita yang tanpa hati ini tak akan berubah pikiran, dan kau juga tahu Mark benar! Ares baru dua puluh sembilan tahun, lihat aku yang dua puluh delapan — masih bayi!" kata Derick.

"Ya sudah kalau kau sudah memutuskan.... Coba beri tahu, kau akan menikahi yang mana, Ruth atau Nancy?" tanya Jolie dengan wajah jijik; dia tak menyukai keduanya.

"Bukan salah satu dari mereka," kata Ares sambil mengisap cerutunya.

"Kau harus berhenti dengan benda itu," kata Jolie, menunjuk cerutunya.

"Tidak, dan jangan cerewet padaku," jawab Ares, sedingin biasanya.

"Lalu kau mau menikahi siapa?" tanya Jolie.

"Pertanyaan bagus," sahut teman-temannya.

"Aku belum tahu. Aku mau daftar semua kemungkinan perawan di mafia yang berumur sembilan belas sampai dua puluh satu tahun," kata Ares.

Mark tersedak.

"Maaf, tapi ini bakal sulit — mencari perawan di umur segitu, pengalaman pribadi," kata Mark sambil tertawa.

"Sekali lagi aku setuju, lagi pula aturan yang mengharuskan calon istri Don seorang perawan itu sudah dihapus, dan kalau tak salah dihapus olehmu sendiri," kata Derick.

"Ya, tapi mendiang ayahku ingin aku menikahi seorang perawan. Karena calon istriku dulu meninggal, aku mau mencari yang lain," kata Ares.

"Kukira kau suka 'teman-teman kecilmu' itu, dan aku selalu mengira kau akan menikahi Nancy — dia cerdas, kau selalu membawanya ke rapat-rapat bisnis," kata Jolie.

"Dan aku akan terus membawanya, dan terus tidur dengan Ruth serta dengan siapa pun yang kumau. Aku cuma akan menikah! Aku tak percaya pada urusan suka, cinta.... Ruth luar biasa di ranjang, Nancy tahu cara membawa diri dan juga memuaskanku. Kau pikir gadis muda tanpa pengalaman bisa memuaskanku? Aku cuma ingin dia memberiku anak dan menjadi milikku seorang. Dia akan menyandang margaku," kata Ares.

"Kau ini benar-benar—" Jolie menahan diri, sebab tahu Ares bisa saja membunuhnya meski mereka sudah bersahabat bertahun-tahun, "—tanpa hati sungguhan."

"Untung kau memilih mengganti kata-katamu, Joli," kata Ares.

"Ngomong-ngomong, bagaimana caranya kita melakukan ini?" tanya teman-temannya.

"Daftar semua gadis umur sembilan belas sampai dua puluh satu tahun, lalu cari tahu segalanya tentang mereka! Perlu kugambarkan juga?" kata Ares tak sabar.

"Oke, ini mungkin butuh waktu," kata Adam.

"Aku mau nama mereka semua beserta foto dalam waktu maksimal satu bulan! Riset lengkap. Adam, aku butuh kau tetap bersamaku, kita harus bicara dengan beberapa pembangkang," kata Ares.

"Baik," kata Adam sambil tersenyum. Dia orang baik, tapi kejam.

"Dua orang ini bakal membuatku gila," kata Joli, merujuk pada Derick dan Mark.

"Sedikit saja, kok," sahut keduanya sambil tertawa.

"Jolie, aku percaya padamu. Bantu mereka membuat pilihan yang tepat," kata Ares.

"Baik," kata Jolie sambil keluar bersama Mark dan Derick.

Jolie

Ya Tuhan! Kumohon, hadirkanlah seorang wanita baik yang bisa mengubah hati Ares. Dia perlu mengenal cinta.

"Kau sedang memikirkan apa, kawan?" tanya Derick.

"Aku sangat berharap sahabat kita Ares bisa bertemu wanita baik yang mengubahnya," kata Jolie.

Mereka terbahak.

"Kawan, lupakan saja, itu tak akan terjadi. Lihat Nancy yang melakukan apa saja untuknya, tapi Ares bahkan tak pernah terpikir menikahinya, begitu pula Ruth," kata Mark.

"Ya, tapi mereka berdua mengerikan, mau-mau saja karena memang mau, dasar jalang! Dan masih merasa hebat pula," kata Jolie.

"Kasihan, mereka kan cuma keluar bersama Don yang menakutkan," canda mereka sambil tertawa.

"Mereka keluar karena mau! Dia tak pernah memaksa mereka, dan yang paling parah, yang satu tahu soal yang lain. Aku jijik pada mereka!" kata Jolie.

"Sebaiknya Ares tak mendengar itu," kata Derick.

"Dia tahu, dia sahabatku bertahun-tahun. Hanya saja aku tak pernah mengatakannya, mengingat temperamennya, dan aku pun tak akan. Tapi dia tahu! Ares sangat cerdas," kata Jolie.

"Nah, sekarang ayo kita jalankan misi yang nyaris mustahil — mencari gadis sembilan belas sampai dua puluh satu tahun yang masih perawan!" kata Mark.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!