Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.
Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?
Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 1.
Clarissa perlahan membuka matanya.
Silau dari sinar matahari, membuat matanya seketika terasa perih begitu matanya terbuka.
Ia kemudian mengangkat ke dua tangannya, untuk melindungi matanya dari sinar matahari.
Setelah merasa matanya tidak lagi terganggu dengan sinar matahari, perlahan Clarissa melihat sekitarnya, yang terasa asing baginya.
Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan penuh amarah dari bawah tempat ia berdiri saat ini, serta suara tangisan seorang anak perempuan yang masih kecil.
"Clarissa! kamu memang sudah gila!!!"
"Huaaaa.... !!"
Mata Clarissa terpaku melihat seorang pria yang sangat ia kenal, sedang menggendong anak perempuan kecil yang sedang menangis.
Clarissa dengan tatapan tidak mengerti, diam saja melihat pria yang ia kenal itu bergegas dengan langkah cepat, berlari membawa pergi anak perempuan kecil, yang menangis itu dalam gendongannya.
Seketika Clarissa mengedipkan matanya memandang lelaki yang berlari itu, membuatnya pun sontak berlari mengejar pria itu.
Tapi ia hanya bisa melihat lelaki itu berlari membawa si gadis kecil dalam gendongannya.
Clarissa baru menyadari, kalau saat ini ia tengah berdiri di atas sebuah balkon vila.
"Stephen Sylvester!!" teriak Clarissa panik.
Ia merasa heran, mengingat wajah marah Stephen tadi padanya, membuatnya mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Kenapa dia? apa yang terjadi?" gumam Clarissa merasa sangat bingung sekali, "Baru saja aku menyatakan suka padanya, kenapa sekarang dia begitu marah padaku??"
Clarissa masih sangat ingat, kalau ia baru saja memberikan suprise pada Stephen di halaman taman sekolah mereka.
Ia masuk ke dalam sebuah kotak besar, seperti sebuah paket hadiah yang dikirim seseorang untuk Stephen.
"Stephen Sylvester! ini hadiah yang diberikan Clarissa Wilson untuk kamu!!" panggil salah satu teman Clarissa memanggil Stephen.
Clarissa ingat Stephen terheran-heran melihat kotak hadiah yang cukup besar itu.
Teman-teman mereka mengelilingi mereka ditaman sekolah, dan saat Stephen akan membuka kotak besar itu, tiba-tiba kotak dibuka seseorang dari dalam kotak.
"Suprise!!!" seru Clarissa.
Ia berdiri di dalam kotak, sembari melempar pita-pita hadiah yang menutupi dirinya, dan membuatnya persis seperti hadiah yang bernyawa.
Wajah Stephen tampak terkejut melihatnya munculnya ia dari dalam kotak tersebut.
Clarissa sangat bahagia melihat wajah terkejut Stephen.
Ia berhasil membuat Stephen terkejut.
Dan tatapan mata Stephen jelas sekali menunjukkan, kalau Stephen tidak percaya melihatnya menjadi sebuah hadiah untuk Stephen.
Tubuh Clarissa berputar di dalam box kotak itu, lalu ia kemudian menghadap ke arah Stephen.
"Stephen, aku suka padamu! hari ini tahun dua ribu dua puluh, tanggal tiga puluh Juli, mulai hari ini, aku akan selalu suka hanya sama kamu saja, Stephen Sylvester!!"
Clarissa mengulurkan tangannya kepada Stephen, "Maukah kamu jadi pacarku?"
Teman-teman Clarissa, yang sangat mendukung Clarissa menjalin hubungan dengan Stephen, bersorak memberi semangat sembari bertepuk tangan.
"Terima! terima! terima!!!"
Terdengar suara yang begitu riuh teman-teman mereka.
"Baik!"
Terdengar jawaban Stephen.
Mata Clarissa terbuka dengan lebar mendengar jawaban Stephen, ia tersenyum senang, sekaligus tidak percaya dengan jawaban Stephen.
"Kamu menerimaku?" tanyanya dengan wajah yang berbinar.
Stephen menganggukkan kepalanya.
Clarissa sangat senang sekali, ia pun menghambur untuk memeluk Stephen, tapi ia masih berada di dalam box kotak, dan membuatnya sedikit kewalahan keluar dari dalam kotak.
Begitu ia berhasil keluar dari dalam kotak, tubuhnya serasa menghambur memeluk Stephen.
Tangan Stephen dengan cepat menahan tubuhnya, yang hampir saja terjatuh, karena saking gembiranya menghambur ke pelukan Stephen.
Mereka kemudian saling menatap sembari menyunggingkan senyuman hangat.
"Clarissa sudah menyukai Stephen selama bertahun-tahun, akhirnya mereka jadian!" gumam teman-teman Clarissa melihat Clarissa dan Stephen yang akhirnya berpacaran.
Clarissa yang tengah menatap mata Stephen, perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Stephen.
Ia ingin mencium Stephen, dan Stephen juga melakukan hal yang sama sepertinya mendekatkan wajahnya ingin mencium Clarissa.
Teman-teman Clarissa merasa tegang sendiri, melihat Clarissa dan Stephen akan berciuman.
"Akhirnya! akhirnya! mereka pun resmi pacaran!"
Clarissa mendengar gumaman teman-temannya itu, melihat ia akan mencium Stephen.
Tapi, selanjutnya ia tidak ingat lagi apa yang terjadi, setelah ia hampir mencium Stephen.
Bersambung........
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...