Indonesia
NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:865.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Keluarga

"Asal kalian tahu, rumah yang kalian tinggali atas nama mama Indah Wijaya. Kalian yang bilang merawat ku, toh nyatanya kalian biarkan aku mengais rejeki sendiri. Makan minum yang kalian berikan sudah aku ganti sebagai babu gratisan. Balas budi apalagi? Bukankah sudah kubayar lunas?" tegas Berlian.

"Dan sekarang! Dengan tak tahu malu nya kalian anggap aku sebagai keluarga. Semut aja ketawa terbahak melihat ini," Berlian meluapkan emosi.

"Aku bukan dewi kebaikan, aku hanya manusia yang punya ambang batas. Mulai sekarang aku tak ingin melihat kalian lagi," tandas Berlian.

"Cih, belagu banget sih kak," tanggap Intan.

"Emang kenapa? Toh tak merugikan kamu," imbuh Berlian.

"Berlian sombong karena ada yang disombongin. Daripada kalian. Kere tapi sombongnya selangit," kata Dom sinis.

Intan hendak menjambak Berlian, tapi telah diantisipasi Dom.

Berlian langsung ditarik ke pelukan Dom, sehingga Intan hanya mengenai tempat kosong.

Intan limbung akibat salah langkah.

"Awh, perutku," keluh Intan meringis.

Berlian memutar bola mata nya malas untuk melihat drama kesekian kali.

Kedipan Intan tak luput dari pandangan Dom.

"Pah, perutku sakit," Intan mengulangi.

"Berlian, tuan Dom. Jika sampai terjadi apa-apa dengan bayi yang dikandung Intan, awas saja kalian," nyonya Adrian menatap tajam ke arah Berlian dan Dom bergantian.

"Sudah lah Mah, kakak tak akan mengerti hal seperti ini. Karena kakak mandul," mulai lah Intan memprovokasi.

"Awh... perutku Mah, nyeri banget di sini," Intan menunjuk perut bagian bawah.

"Kita ke rumah sakit," nyonya Adrian mendekati Intan.

"Siapa yang mengijinkan kalian pergi?" Dominic berdiri dan memberi isyarat anak buahnya mendekat.

"Kalian memang tak waras. Demi wanita mandul di sana, kalian menganiaya janin tak berdosa," teriak nyonya Adrian histeris.

Berlian mencoba menahan Dominic. Kilatan mata marah Dominic terpampang nyata.

"Seret mereka ke gudang!" perintah Dom, amarahnya meluap.

"Tuan Dom, anda memang tak punya hati," kata Intan dengan ekspresi kesakitan.

"Cih, melihat drama keluarga kalian membuatku muak,"

Para pengawal menarik paksa ketiganya.

Intan pura-pura pingsan.

Pria yang memegang Intan sigap memeriksa denyut jantung dan ritme nafas. Dia mendongak dan menatap sang bos. Dan Dominic menangkap sinyal itu.

"Tendang saja perutnya!" perintah Dominic.

"Kalian semua kumpulan orang stresss," nyonya Adrian berteriak.

Intan terbaring tenang.

"Satu..."

"Dua..." pengawal bersiap. Nyonya Adrian semakin histeris, meronta dan ingin menahan pengawal yang ingin menendang sang putri.

"Ti...," Dom menjeda ucapannya

Kaki pengawal mengayun...

Intan yang merasakan desiran angin dari sampingnya langsung bangkit, tak mau merasakan tendangan kuat dari sepatu pengawal Dom.

"Tuh kan drama," seru Dominic.

"Tolong kami Berlian, biarkan kami pergi. Kami tak akan menganggu hidupmu lagi," mohon tuan Adrian.

Setelah dipikirkan lagi, daripada berurusan dengan Dominic, lebih baik mereka menjauh dengan aman. Tuan Adrian merubah putusan awalnya.

"Papa,"

"Ayah,"

Nyonya Adrian dan Intan kompak tak setuju. Hidup miskin adalah musuh keduanya.

"Kak,"

"Berlian, plisss...," keduanya memohon ke Berlian dengan tangan bersedekap di depan dada.

Berlian tak menjawab. Dalam hati sebenarnya ogah memberi maaf, tapi alangkah berdosanya jika dia tak memberi kesempatan mereka.

Dominic mengambil langkah saat melihat Berlian mulai goyah.

"Proses mereka!" perintah Dom.

Dom mengajak pergi Berlian.

Ketiganya yang merupakan mantan keluarga, berteriak dan memohon ke arah Berlian tapi tak digubris oleh Dominic.

"Tuan, apa yang akan anda lakukan?" tanya Berlian di sela langkah mereka.

"Panggil tuan sekali lagi, aku cium kamu sepuluh kali," seru Dominic, Berlian reflek menutup mulut.

"Ingat janji kamu tadi saat di depan uncle," bisik Dominic. Hembusan nafas Dominic membuat Berlian bergidik.

"Aku nggak janji apa-apa," nyatanya tak ada bahasan tentang musti memanggil apa saat di mansion mewah tuan Wiranata.

"Kamu janji panggil aku sayang," ucap Dominic serius.

"Mana ada begitu?" Berlian tak percaya.

"Ada saksinya. Uncle Wiranata," bilang Dominic.

"Ngarang," sahut Berlian.

"Emang ngarang. Karena ini cuman novel sayang," canda Dominic.

"Issshh, nggak lucu," Berlian sewot.

Dominic mencubit gemas pipi Berlian yang merona.

Dominic mengatakan semua itu untuk mengalihkan perhatian Berlian dari ketiga orang tak penting tadi.

Mau diapakan mereka selanjutnya, biarlah menjadi urusan Dominic dan tuan Wiranata tanpa melibatkan Berlian.

.

Ponsel Dominic berdering kala mereka berdua dalam mobil.

"Siapa?" celetuk Berlian.

Dominic menunjukkan layar ponsel. Ada nama Asisten Brian di sana.

"Oh," sahut singkat Berlian.

"Halo," sapa Dominic.

Dominic mewakilkan semua urusan perusahaan ke Asisten Brian saat dirinya sibuk dengan urusan pribadinya.

"Tuan, nyonya besar datang ke perusahaan. Dan tak mau pergi sebelum anda datang ke sini," beritahu Asisten Brian.

Decak kesal terdengar di mulut Dominic.

'Nyonya besar? Itu artinya mama Dominic. Nyonya yang pernah menamparku,' ucap Berlian dalam hati.

"Bilang saja aku sibuk," tukas Dominic.

"Sudah tuan. Nyonya besar kekeuh menunggu anda," lanjut Asisten Brian.

"issssshh merepotkan," desis Dominic.

"Oke, aku ke sana," lanjut Dom.

"Harusnya bersyukur masih ada mama yang perhatian," kata Berlian saat Dominic menutup panggilan dari Asisten Brian.

Dominic menggenggam erat tangan Berlian.

"Apa kamu siap menghadapinya?" tatap Dominic menuntut jawaban.

"Maksud kamu?" tanya Berlian menanggapi.

"Keluarga Alexander," tandas Dominic.

"Selama kamu berada di sampingku dan percaya padaku, aku siap," kata Berlian yakin.

"Makasih," Dominic mengecup punggung tangan Berlian.

"Tapi sebelum melangkah jauh, aku ingin tanya sesuatu?" Berlian menatap ke arah Dominic.

"Apa?"

"Kamu sudah siap dengan segala konsekuensi mendekatiku?" tatapan Berlian semakin serius.

Dominic mengangguk.

"Dengan tak ada keturunan? Apa keluarga Alexander akan menerima nya?" Berlian ingin memastikan.

"Yang akan menikahi kamu itu aku, bukan keluarga Alexander," tegas Dominic.

"Menikah itu artinya kita harus membina hubungan baik dengan keluarganya juga," sahut Berlian.

"Benar. Itu berlaku kalau keluarga kita bersikap baik. Tapi kalau sebaliknya, kita juga bersikap sama seperti mereka sayang," tanggap Dom.

"Udah nggak usah dipikirkan. Keluarga Alexander itu menjadi urusanku," lanjut Dom.

"Aku nggak akan biarkan keluarga Alexander berbuat onar," genggaman erat Dominic menguatkan Berlian.

"Makasih,"

Trauma hubungan masa lalu Berlian menjadi fokus utama Dominic saat ini.

.

.

Thanks, buat yang masih setia menunggu up author.

Mampir ke judul lain, boleh banget.

Like, subscribe, vote, kasih bunga kopi de el el makaciiih

💖

1
Khairul Azam
perkataan tuan alexsander itu bukankah termasuk pelecehan
Khairul Azam
banyal fitnah karena km gak mau klo ayahmu mau mengumumkan klo km iti anaknya, itu jg termasuk dosa jg karena memboarkan orang lain berpikir biruk.
echa purin
👍👍👍
Ita Ita
novelnya sangar bagus dan menarik.
moenaelsa: makasih 🌟 kak
total 1 replies
Titien Prawiro
Diambang batas gk ada lanjutannya apa.
Yuliati Soemarlina
yeh berlian bukan morotin..itu perhiasan dikasih mertuanya..
Yuliati Soemarlina
ketabrak ga sengaja aja dipermasalahkan kinara...modus nipu nih 2 manusia cecunguk ??
Yuliati Soemarlina
pemain" drama saling bersinggungan...
ken darsihk
tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠
ken darsihk
Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya
ken darsihk
Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
jgn nyela berlian..dengarkan ucapan dr..jgn sok tau...lama" nyebelin juga si berlian ini
Yuliati Soemarlina
lihat tanda" nya..kamu hamil berlian..
Yuliati Soemarlina
berlian n dom sama" ngebohongi ortu...kenapa thor ceritanya jelimet begini...rahasia"...teruuus🤭🤭🤭
Yuliati Soemarlina
berlian..rahasia teruuuuuus...cape deh...🤭
Yuliati Soemarlina
2 org licik bersekutu..apakah akan berhasil ?
Yuliati Soemarlina
klo ceritanya bagus tentu bagus komentarnya thor...
Yuliati Soemarlina
Dom cepat halalkan berlian...biar gak terus diganggu ulat keket si kinara
Yuliati Soemarlina
akibat berlian keras kepala..banyak fitnah..apa yg kamu pertahankan berlian..lemot banget otak peran utama ini
Yuliati Soemarlina
bungkam tuh mulut lemes si kinara..tunjukan pd dunia bahwa kamu anak tunggal wiranata..biar orang" tdk merenehkanmu..kesel juga baca cerita ini thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!