Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Jam di sudut ruangan menunjukkan pukul sepuluh malam ketika Alex masih duduk di meja nomor tujuh, satu-satunya meja yang lampunya masih menyala di lantai delapan belas.

Layar komputernya dipenuhi baris-baris angka. Laporan kuartal, proyeksi anggaran, revisi yang sudah ia kerjakan tiga kali karena atasannya terus mengubah pikiran. Cangkir kopi di sampingnya sudah dingin sejak dua jam lalu, tapi Alex tetap meminumnya juga, sekadar supaya matanya tidak terpejam sendiri.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari grup kantor.

"Woy kalian harus meniru Ferdi, dia membuat laporannya rapi banget."

Alex melirik pesan itu sebentar, lalu meletakkan ponselnya kembali tanpa membalas. Dia tahu siapa yang pembuat laporan itu yang sesungguhnya, yaitu dirinya. Dia juga tahu kenapa bukan namanya yang tercantum di sana—karena Ferdi, rekan setimnya, yang mengirimkan laporan itu ke atasan atas namanya sendiri.

Ini bukan kali pertama.

Pintu ruangan terbuka. Ferdi masuk dengan langkah santai, tangan di saku celana, senyum yang selalu terlihat seperti sedang menahan tawa.

"Masih di sini, Lex?" Ferdi berhenti di depan meja Alex, matanya melirik layar komputer. "Wih, rajin amat. Pantas Pak Hadi suka sama kerjaanku."

"Kerjaanmu? atau kerjaanku yang kamu kasih namamu?" Alex menjawab tanpa menoleh, jarinya tetap mengetik.

Ferdi tertawa pendek, seolah itu lelucon yang lucu. "Ah, kamu masih mikirin itu? Kan sama-sama tim. Lagian kamu gak keberatan, kan? Aku aja yang presentasi, biar kamu gak usah capek-capek ngomong di depan."

Alex tidak menjawab. Dia sudah terlalu lelah untuk berdebat, dan lebih penting lagi, dia tahu berdebat dengan Ferdi tidak akan mengubah apa pun. Ferdi adalah keponakan salah satu direktur. Alex hanya karyawan biasa yang masuk lewat jalur umum, tanpa koneksi, tanpa nama besar di belakangnya.

"Ngomong-ngomong," Ferdi menarik kursi kosong di sebelah, duduk seenaknya, "aku butuh data penjualan kuartal ini. Yang lengkap, sama proyeksi tahun depan. Buat bahan meeting besok pagi."

"Itu data rahasia perusahaan, Ferdi. Harus lewat persetujuan atasan dulu."

"Halah, kita kan satu tim. Lagian aku cuma butuh buat internal, bukan buat dijual ke orang luar." Ferdi menyandarkan tubuhnya, nadanya berubah sedikit lebih tajam. "Atau kamu gak percaya sama aku?"

Alex menghela napas. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih. Dia ingin pulang. Dia ingin tidur. Dan yang paling penting, dia tidak ingin masalah lagi hari ini.

Dia membuka folder di komputernya, menyalin berkas yang diminta, lalu mengirimkannya ke email Ferdi. "Sudah kukirim. Jangan disebar ke luar, ya."

"Tenang aja, Bos." Ferdi berdiri, menepuk bahu Alex dua kali, terlalu keras untuk sekadar gestur ramah. "Kamu emang bisa diandalkan."

Setelah Ferdi pergi, ruangan kembali sunyi. Alex menatap layar komputernya, lalu menatap jam dinding, lalu menatap tangannya sendiri yang mulai gemetar karena kelelahan.

Dia teringat kapan terakhir kali dia makan malam bersama seseorang. Dia teringat kapan terakhir kali dia pulang sebelum jam sembilan. Tapi yang tidak dia ingat adalah kapan terakhir kali seseorang mengucapkan terima kasih kepadanya dengan tulus.

Ponselnya bergetar lagi. Kali ini pesan dari grup keluarga besar—bukan keluarganya sendiri, melainkan keluarga calon istrinya.

"Alex, jangan lupa akhir bulan ada acara keluarga. Kamu harus datang."

Dia mengetik balasan singkat, "Baik, Bu," lalu meletakkan ponselnya lagi.

Di luar jendela, lampu-lampu kota masih menyala terang, seolah kota ini tidak pernah tidur, dan seperti dirinya, tidak pernah benar-benar berhenti bekerja.

Alex menutup laptopnya pukul sebelas malam. Dia berjalan sendirian menuju lift, melewati koridor kosong yang hanya diterangi lampu darurat. Bayangannya sendiri memanjang di lantai, satu-satunya teman yang menemaninya pulang malam itu.

Dia tidak tahu, malam itu adalah malam terakhir dia menganggap pekerjaan ini sebagai sesuatu yang bisa dipercaya.

1
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Mr. Pridom: udah dibilang tujuan MC membuktikan dirinya, uang bisa didapatkan, kalau semuanya terlalu mudah mah gak ada tantangan dan bosenin. /Sweat/sama aja kek download game pakai cheat unlimited money yang buat tantangan di game hilang
total 4 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!