Indonesia
NovelToon NovelToon
SETELAH AKU MATI, AKU MENJADI TUAN MUDA

SETELAH AKU MATI, AKU MENJADI TUAN MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bapak rumah tangga / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:259
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Chen Guowei, buruh konstruksi yang tewas tertimpa rangka baja akibat kecelakaan kerja yang disengaja oleh Lu Group, diberi kesempatan hidup kedua selama 365 hari oleh penjaga jiwa Shen Wuming.

Ia bangkit kembali dalam tubuh Lu Jingyan, pewaris keluarga Lu yang baru siuman dari koma.

Terikat aturan dilarang mengungkap identitas, Guowei mendekati istri dan keluarganya sebagai Jingyan sambil menyelidiki konspirasi di balik kematiannya dan melindungi keluarganya dari ancaman.

Di tengah konflik perebutan kekuasaan keluarga Lu dan kecurigaan istrinya, Lin Meiying, Guowei harus memilih: menuntaskan misi 365 hari atau menghadapi takdir mati untuk kedua kalinya saat keluarganya menyadari kepulangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Pesan yang Tak Sempat Terkirim

Hujan lebat mengguyur distrik pelabuhan malam itu, menyamarkan suara deru mesin derek raksasa di lokasi proyek pembangunan gedung pencakar langit setinggi lima puluh lantai milik Lu Group. Di lantai 35 yang belum berdinding, angin malam bertiup liar, mengguncang perancah besi dan rangka-rangka baja besar yang terpasang rapuh di atas kepala.

Chen Guowei menyeka keringat dingin yang bercampur air hujan di dahinya. Usianya baru 35 tahun, tetapi garis-garis lelah di wajahnya, kulit yang terbakar matahari, serta tangan kapalan membuatnya terlihat sepuluh tahun lebih tua. Sebagai buruh konstruksi harian yang kerap merangkap sebagai kurir lepas selepas jam proyek, hidupnya adalah perlombaan tiada henti melawan kemiskinan kota besar. Hari ini, ia terpaksa mengambil lembur tambahan demi melunasi uang sekolah putrinya, Chen Anqi, yang sudah menunggak dua bulan, serta biaya tebus obat ibunya yang mulai sering mengeluh sesak napas.

Ponsel murah di dalam saku rompi keselamatan kerjanya bergetar pelan. Sebuah pesan singkat dari istrinya, Lin Meiying, muncul di layar yang retak seribu: “Ayah, cepat pulang ya. Adik tadi bertanya-tanya terus, katanya rindu pelukan Ayah sebelum tidur.”

Guowei tersenyum pahit di tengah kesendiriannya. Jempolnya yang kasar dan berbalut debu semen bergerak cepat mengetik balasan, mengerahkan sisa-sisa daya baterai ponselnya yang nyaris padam: “Iya, Sayang. Selesaikan penguncian baut terakhir ini sebentar lagi. Ayah pulang setelah ini.”

Namun, sebelum ibu jarinya sempat menekan tombol kirim, sebuah suara logam melengking yang nyaring dan mengerikan memecah keheningan malam. Kriet… Brakk!

Rangka baja raksasa seberat ratusan kilogram di atas kepalanya mendadak kehilangan keseimbangan akibat baut pengunci utama yang patah secara misterius. Guowei mendongak, matanya membelalak kaget. Sekilas, di tengah kilatan petir yang menyambar, ia melihat sesosok bayangan manusia berpakaian jas mewah berdiri di ambang lift barang lantai itu, menatap dingin ke arahnya sebelum berbalik melangkah pergi tanpa suara. Tidak ada waktu untuk lari. Rangka baja itu ambruk dengan kecepatan penuh, menghantam tubuhnya tanpa ampun dan menguburnya seketika di dalam tumpukan beton basah serta serpihan besi.

Ponsel Guowei terlepas dari genggamannya, melayang jatuh ke lantai bawah. Layar yang retak itu sempat menyala sekian detik menampilkan tulisan merah terang: Pesan gagal terkirim. Kegelapan pekat yang dingin pun menelannya bulat-bulat.

Di alam arwah yang sunyi, hampa, dan dipenuhi kabut putih pekat, kesadaran Guowei perlahan-lahan kembali berkumpul. Tidak ada rasa sakit lagi di dadanya, tetapi ada beban penyesalan yang teramat berat menghimpit jiwanya. Di hadapannya, berdiri sosok tinggi menjulang berbusana tradisional kuno dengan jubah hitam kelam—Shen Wuming, sang penjaga jiwa.

"Chen Guowei, garis takdir umurmu di dunia fana seharusnya masih menyisakan puluhan tahun," suara Shen Wuming menggema berat tanpa emosi, menembus relung jiwa Guowei yang kebingungan. "Kematianmu malam ini bukanlah kecelakaan murni, melainkan pembunuhan berencana yang sengaja disamarkan sebagai kecelakaan kerja demi menutupi kasus korupsi dan penggelapan dana proyek para petinggi Lu Group."

Guowei tersentak, bayangan hantaman besi dingin seolah masih berkelebat di ingatannya. "Keluargaku... bagaimana nasib istri dan anak-anakku sekarang? Mereka tidak tahu apa-apa!"

"Tanpa kehadiranmu sebagai penopang ekonomi, istrimu akan segera diusir dari kontrakan karena menunggak sewa, ibunya akan kritis di rumah sakit tanpa penanganan, dan anak-anakmu terancam putus sekolah. Mereka sedang berjalan menuju jurang kehancuran total," jawab Shen Wuming telak, menghantam pertahanan mental Guowei.

Sang penjaga jiwa melayangkan tangan kanannya ke udara, menciptakan riak pusaran air bercahaya keemasan yang memperlihatkan potret seorang pemuda tampan berwajah pucat namun berdarah bangsawan. Pemuda itu tengah terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit VVIP yang dipenuhi selang medis canggih.

"Aku memberimu kesempatan hidup kembali selama tepat 365 hari," lanjut Shen Wuming dengan nada mutlak. "Kau akan bangkit kembali dalam tubuh Lu Jingyan, pewaris sah tunggal Lu Group yang baru saja dinyatakan meninggal secara medis akibat koma panjang setelah mengalami kecelakaan misterius."

Guowei tertegun, menatap lekat-lekat pantulan wajah asing di pusaran cahaya itu—wajah seorang tuan muda konglomerat yang tampan, kaya raya, dan berkuasa, sangat kontras dengan wujud aslinya semasa hidup sebagai buruh kasar yang kotor dan terpinggirkan.

"Tapi ingat, ada aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar," tegas Shen Wuming, sorot matanya menajam menusuk jiwa. "Kau dilarang keras mengungkap identitas aslimu kepada siapapun di dunia nyata, terutama kepada istrimu dan keluargamu. Jika kau melanggar pantangan ini barang sedikit saja, jiwamu akan langsung musnah lenyap selamanya tanpa pernah bisa berinkarnasi lagi."

Sebelum Guowei sempat mengajukan pertanyaan atau menolak persyaratan berat itu, sebuah sambaran cahaya putih menyilaukan melesat menghantam tubuh arwahnya, menyeretnya jatuh ke dalam pusaran dimensi bawah.

Di dalam sebuah kamar rumah sakit swasta super mewah yang beraroma antiseptik mahal dan keharuman bunga lili segar, jari-jemari tangan yang lentik, bersih, dan terawat tiba-tiba bergerak pelan. Di samping ranjang, mesin monitor detak jantung yang tadinya menampilkan garis lurus mendadak berbunyi nyaring, memecah kesunyian ruangan.

Lu Jingyan membuka matanya perlahan-lahan.

Cahaya lampu kristal di langit-langit ruangan terasa begitu menyilaukan penglihatannya. Napasnya memburu, paru-parunya menghirup oksigen steril yang mahal. Namun, di balik detak jantung baru yang menghidupkan raga seorang pewaris konglomerat itu, tersimpan jiwa seorang buruh kasar yang terbakar oleh dendam kesumat.

Dendam atas kematiannya yang tidak wajar, kerinduan yang meremukkan hati pada keluarganya, dan penyamaran besar sebagai seorang tuan muda kini resmi dimulai detik itu juga. Di dalam dada Lu Jingyan yang kini bernapas kembali, waktu penanda 365 hari telah resmi berdetik mundur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!