Indonesia
NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Misterius

Di ujung lorong yang gelap, seseorang berdiri memperhatikan dari balik bayangan dinding.

Tatapan orang itu tajam mengarah ke Jason, tangannya mengepal kuat sampai urat di lengannya terlihat jelas.

Orang itu mendengar semuanya, melihat semuanya dan jelas tahu apa yang baru saja dilakukan Jason.

Suasana lorong terasa semakin mencekam ketika Jason akhirnya keluar dari ruang bayi.

Bik Lili langsung panik, ia buru-buru mundur menjauh sebelum Jason melihatnya berdiri di sana jantungnya berdetak sangat cepat.

Ia berbelok ke lorong lain sambil memegang dadanya sendiri namun baru beberapa langkah, Bik Lili mendadak berhenti.

Tidak jauh di depannya ada seseorang berdiri dalam bayangan dan tubuh Bik Lili langsung menegang ketakutan.

Ia hampir berteriak sosok itu dengan cepat mengangkat telunjuk ke depan bibir

Memberi isyarat agar Bik Lili diam dan Bik Lili langsung menutup mulutnya sendiri lalu matanya membelalak karena melihat orang itu yang wajahnya ditutupi masker

Lorong rumah sakit malam itu sangat sepi hingga suara langkah kaki Jason masih terdengar samar dari kejauhan.

Sosok misterius itu sedikit menggeleng pelan seolah memperingatkan Bik Lili untuk tidak bertindak gegabah.

Sosok misterius itu kembali memberi isyarat cepat kepada Bik Lili agar tetap diam dan bersikap biasa dan menyuruh Bik Lili untuk pergi segera

Bik Lili akhirnya mengangguk pelan meski tubuhnya masih gemetar lalu ia dengan langkah cepat segera pergi keruangan tunggu

Beberapa detik kemudian, langkah kaki Jason terdengar semakin dekat.

Jason muncul dari ujung lorong dengan wajah dingin.

Matanya sempat melihat ke sekitar seperti memastikan tidak ada siapa pun di sana.

Bik Lili langsung menunduk gugup sedangkan sosok misterius tadi sudah menghilang entah ke mana.

Jason berjalan melewati Bik Lili yang sedang duduk diruang tunggu namun sebelum masuk keruangan, pria itu sempat berhenti beberapa detik.

“Bibi belum pulang?” tanya Jason

Bik Lili langsung menegang.

“S-saya mau lihat keadaan ibu dulu, Pak.”

Jason menatapnya lama seolah mencoba membaca sesuatu dari wajah wanita itu.

Namun akhirnya ia mengangguk pelan.

“Jangan banyak bicara malam ini.”

Setelah mengatakan itu, Jason berjalan keruangan Kasandra terlebih dahulu karena Kasandra sudah dipindahkan ke kamar rawat Vip berdekatan dengan kamar Fisya

Dan ia juga ingin memberitahu Kasandra karena ia telah berhasil menukar bayi mereka

Ia langsung menuju kamar rawat Kasandra yang berada di lantai atas

Saat pintu kamar dibuka, Kasandra yang sedang berbaring langsung menoleh.

“Jason?” ucapnya pelan.

Jason segera masuk lalu menutup pintu rapat-rapat.

Kasandra langsung duduk perlahan meski tubuhnya masih lemah setelah melahirkan.

“Bagaimana?” tanyanya tidak sabar.

Jason mendekat lalu tersenyum tipis.

“Sudah berhasil.”

Mata Kasandra langsung berbinar.

“Benarkah?”

Jason mengangguk.

“Aku sudah menukar bayi kita.”

Kasandra langsung tertawa kecil penuh puas.

“Akhirnya…”

Ia memegang selimutnya erat-erat.

“Akhirnya anak kita nanti yang akan mewarisi semua harta keluarga Alexander.”

Jason duduk di samping ranjang.

“Mulai sekarang semua akan berubah.”

Kasandra tersenyum puas.

“Istrimu yang bodoh itu akan menjadi gelandangan miskin dan nanti kita yang akan merawat anak istri bodoh mu itu, kita akan jadikan anaknya Fisya itu babu dirumah kita"

Mereka berdua tertawa pelan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Kasandra lalu menatap Jason serius.

“Fisya tidak curiga?”

Jason menggeleng.

“Dia bahkan belum sadar penuh setelah melahirkan.”

Kasandra terlihat semakin lega.

“Bagus.”

Namun mereka tidak sadar… di balik pintu yang sedikit terbuka, seseorang sedang berdiri diam sambil memegang ponsel.

Kamera ponsel itu mengarah tepat ke arah Jason dan Kasandra, semua percakapan mereka terekam jelas.

Orang misterius itu tersenyum tipis sambil memperhatikan layar ponselnya.

“Rekaman ini akan berguna nantinya dan akan menjadi bukti ketika waktunya tiba,” gumamnya pelan dan senyumnya mengembang penuh arti.

Setelah memastikan rekamannya aman, orang itu perlahan menjauh dari kamar Kasandra tanpa suara.

Sedangkan di dalam kamar, Jason sama sekali tidak menyadari semuanya.

“Aku sudah bilang kan, semuanya pasti berhasil,” ucap Jason sambil menggenggam tangan Kasandra.

Kasandra tersenyum puas.

“Aku tidak sabar melihat Fisya kehilangan semuanya”

Jason menghela napas pelan.

“Sekarang yang penting kita harus hati-hati.”

Kasandra mengangguk.

“Tentu"

Jason lalu berdiri.

“Aku harus ke kamar Fisya sekarang.”

Kasandra tersenyum sinis.

“Pergilah ke istri bodoh mu itu.”

Jason langsung keluar dari kamar tanpa menyadari ada seseorang yang sejak tadi mengawasi mereka.

Sementara itu… Bik Lili perlahan masuk ke kamar rawat Fisya.

Ruangan itu cukup tenang hanya suara alat monitor yang terdengar pelan.

Fisya yang sebelumnya tertidur perlahan membuka mata saat mendengar pintu dibuka.

“Bik…” ucapnya lirih.

Bik Lili langsung mendekat.

“Iya Bu.”

Fisya terlihat sudah sedikit segar meski wajahnya masih pucat.

“Bibi sendirian? Di mana Mas Jason?”

Pertanyaan itu membuat Bik Lili gugup, ia langsung teringat semua yang dilihatnya malam ini.

“S-sebentar lagi ke sini, Bu,” jawabnya asal.

Fisya menatap Bik Lili beberapa detik seolah mencoba membaca ekspresinya.

Namun akhirnya ia mengangguk pelan.

“Bibi sudah lihat anak saya?”

Bik Lili langsung menggeleng cepat.

“Belum Bu.”

Fisya tersenyum tipis.

"Bibi tahu tidak kalau anak saya itu perempuan dan mempunyai tanda lahir bik"

Bik Lili hanya terdiam dan tersenyum kearah Fisya

Tidak lama kemudian pintu kamar kembali terbuka.

Jason masuk dengan wajah penuh perhatian.

“Sayang…”

Ia langsung menghampiri ranjang Fisya.

“Bagaimana keadaan kamu? Aku sangat khawatir sekali.”

Fisya menatap suaminya diam-diam.

“Tadi kamu habis melahirkan langsung pingsan,” lanjut Jason.

Fisya tersenyum tipis namun tatapannya sulit diartikan.

Jason mulai merasa tidak nyaman melihat cara istrinya menatap.

“Oh ya sayang, tadi aku lihat Kasandra juga melahirkan di sini.” ucap Jason mencoba mengalihkan suasana

Fisya langsung menoleh pelan.

“Oh ya?”

Jason mengangguk.

“Iya.”

“Apakah dia diantar suaminya?” tanya Fisya penuh arti.

Jason terlihat sedikit salah tingkah.

“Tidak, kasihan sekali dia, katanya suaminya sedang di luar kota.”

Fisya tersenyum kecil.

“Sama dong sama aku.”

Jason mengernyit.

“Maksudnya?”

“Sama-sama tidak diantar suami, sama-sama suami sibuk.” jawab Fisya

Ucapan Fisya membuat Jason langsung terdiam sesaat.

Ia tertawa kecil mencoba terlihat santai.

“Beda lah sayang, aku nungguin kamu tadi waktu melahirkan.”

Jason langsung melirik ke arah Bik Lili.

“Tanya saja Bik Lili.”

Bik Lili langsung gugup.

“I-iya Bu…”

Fisya kembali menatap Jason lama.

“Oh syukurlah Mas,” ucapnya pelan dengan nada aneh.

Jason mengusap tengkuknya sendiri entah kenapa malam ini ia merasa Fisya berbeda.

Tatapan istrinya membuatnya tidak nyaman.

“Anak kita sehat kan?” tanya Fisya pelan.

“Sehat dan anak kita perempuan yang cantik sama seperti ibunya" jawab Jason cepat.

Mata Fisya langsung berbinar.

“Benarkah?”

Jason mengangguk sambil tersenyum.

“Iya.”

Fisya terlihat lega.

“Alhamdulillah…”

Jason lalu melirik jam di tangannya.

“Bik, sudah malam banget. Bibi pulang saja, biar saya yang jaga ibu di sini.”

Bik Lili terlihat ragu namun sebelum ia menjawab, Fisya lebih dulu bicara.

“Kalau Bibi mau nginep di sini gak apa-apa lah Mas. Kasihan Bibi pulang sendiri.”

Jason langsung tersenyum tipis.

“Tenang sayang, nanti aku pesankan taksi online buat antar Bibi.”

Fisya mengangguk pelan, Bik Lili sebenarnya takut pulang sendirian malam-malam seperti ini, apalagi setelah mengetahui rahasia besar Jason.

Namun tatapan Jason membuatnya tidak berani membantah.

“Kalau begitu saya pulang dulu Bu,” ucap Bik Lili pelan.

Fisya mengangguk.

“Hati-hati ya Bik.”

Jason langsung berdiri.

“Ayo Bik, saya antar ke bawah.”

Bik Lili mengikuti Jason keluar kamar begitu pintu kamar tertutup, wajah Jason langsung berubah dingin.

Mereka berjalan menuju lift dalam diam, suasana terasa mencekam.

Saat lift terbuka dan mereka masuk, Jason langsung bicara tanpa melihat Bik Lili.

“Bibi tadi ngomong apa ke Fisya?” tanya Jason

Bik Lili langsung menegang.

“S-saya gak ngomong apa-apa Pak.”

Jason akhirnya menoleh tajam.

“Yakin?”

Bik Lili mengangguk cepat.

“Saya gak bilang apa pun soal tadi.”

Jason menatapnya beberapa detik.

“Bagus.”

Lift kembali terbuka di lantai bawah mereka berjalan keluar rumah sakit menuju area parkiran.

Malam terasa dingin Jason berhenti di dekat mobilnya lalu menatap Bik Lili serius.

“Dengar ya Bik.”

Bik Lili langsung gugup.

“Apa yang Bibi lihat malam ini jangan sampai keluar sedikit pun.”

“Saya ngerti Pak…” jawab Bik Lili

Jason mendekat pelan

“Kalau sampai Fisya tahu, Saya gak akan diam.”

Bik Lili langsung pucat.

“Saya gak akan ngomong Pak, sumpah.”

Jason tetap menatapnya dingin.

“Karena kalau rahasia ini terbongkar, bukan cuma saya yang hancur, bibi juga akan saya habiskan"

Bik Lili menunduk ketakutan dan Jason menghela napas kasar.

“Bibi kerja saja seperti biasa, anggap gak ada apa-apa malam ini.” ucap Jason lagi

“Iya Pak…” jawab bik Lili singkat

Jason lalu mengeluarkan ponselnya dan memesan taksi online.

Beberapa menit kemudian mobil datang namun sebelum Bik Lili masuk ke mobil, Jason kembali bicara.

“Satu lagi.”

Bik Lili menoleh pelan.

“Kalau saya sampai tahu Bibi bicara ke siapa pun itu…”

Jason berhenti beberapa detik.

“Saya pastikan Bibi menyesal.”

Bik Lili langsung mengangguk cepat dengan mata berkaca-kaca.

“Iya Pak.”

Jason membuka pintu mobil.

“Pulang.”

Bik Lili masuk ke dalam mobil dengan tangan gemetar.

Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya kacau, ia terus teringat wajah bayi kecil itu.

Anak kandung Fisya dan bayi itu, mereka bayi yang tidak bersalah tapi di jadikan permainan oleh Kasandra dan Jason

Air mata Bik Lili jatuh perlahan.

“Dan pada akhirnya nanti mereka yang akan hancur sendiri…” gumamnya dengan penuh keyakinan

***

Sementara itu… Di kamar rawatnya, Fisya masih terjaga sendirian.

Tatapannya kosong memandang langit-langit kamar.

Perlahan tangannya menyentuh perutnya yang kini sudah kosong.

Lalu tanpa alasan yang jelas, air mata mengalir dari sudut matanya.

Entah kenapa… hatinya terasa sangat tidak tenang malam ini...

"Tunggu pembalasanku Jason" ucap Fisya pelan

__Bersambung__

1
Zeannisa Qolbiyah
tamat ceritanya hapus dari dftr baca😄
sunaryati jarum
Masa rumah sakit ada kekacauan dan keributan tidak petugas medis dan keamanan tidak ada yang masuk.Tidak masuk akal. Orang baik kok kalah sama penjahat, sudah delapan tahun merasa diatas angin ternyata masih menang.Semoga Sebastian hanya mati suri dan langsung siuman.
Queen_Fisya08: tenang Mak pemeran utama gak akan pernah kalah 🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
masa orang baik kalah yg jahat malah menang .
Queen_Fisya08: tenang kak tenang... peran utama pasti yang menang 🤭...
total 1 replies
Dokkan Battle
anying mati??! MUTER AMAT NIH CERITA FIS DROP
Ma Em
Untung Tina datang jadi ada yg bantu pak Anton kalau tdk ada yg bantu pasti Angel sdh dibawa sama Bayu dan nikah dgn juragan Arif , Jason kira Tina sdh nurut dan patuh padanya tdk taunya Tina sengaja mau menggagalkan Jason dan Kasandra untuk menguasai perusahaan Fisya .
Ma Em
Angel jgn jadi orang jahat saja nanti takutnya Angel malah suka pada Sebastian .
Queen_Fisya08: tenang kak, sudah ada alurnya 🤭
total 1 replies
falea sezi
goblokkk🤣 demi bales dendam anak di jadiin pembokat 🤣🤣 goblokkkk
Queen_Fisya08: sabar sabar
total 1 replies
falea sezi
laki kurang ajar😒
sunaryati jarum
Syukurlah jika Sebastian sudah baik- baik dan Angel juga sudah siuman.Semoga Tina segera ke rumah sakit membuat jebakan untuk menangkap orang suruhan Jason yang ingin membunuh Sebastian
Ma Em
Tina kamu sdh tau rencana busuk Jason dan Kasandra , semoga Tina bisa mencegah kejahatan Jason dan Kasandra dan sdh punya bukti rekaman kejahatan Jason untuk bukti membuat laporan pada polisi , Semoga Fisya cepat pulang dari luar kota .
sunaryati jarum
Ternyata kecerdasan, kecerdikan , cepat tanggap dan sikap bertindak yang dimiliki Tina berasal dari darah Bastian dan Fisya.Sayang Sebastian masuk jebakan karena musuh tahu kelemahannya.Namun Tiina memiliki bukti kejahatan Jason dan Kassa d
Kasandra
sunaryati jarum
Lenyapkan Agnes nggak masalah toh itu putrimu dengan Jason, Kasandra
Dokkan Battle
Kasandra membunuh anaknya sendiri.. tapi terlalu banyak drama jadi BOSENIN
Datu Zahra
dari motor mogok sampe bisa kekamar VIP narasinya kurang Thor, jadi aneh. bisa²y lompat jauh begitu, terlebih ini RS loh. ya kali gampang banget maen selonong sampe masuk ruang perawatan VIP yang tata letak ruangnya bukan diemperan gedung RS
Queen_Fisya08: Ok terima kasih kak atas masukannya 🙏
total 1 replies
Ma Em
Kasandra kamu pasti akan menyesal karena anak yg selalu kamu siksa dan mau kamu lenyapkan itu anak kandungmu sendiri Kasandra , pasti Kasandra akan gila setelah mengetahui kebenaran nya karena Agnes anak Kasandra dan Jason sedangkan Tina anaknya Fisya dan Sebastian .
Ma Em
Sebastian cepat sadarlah jgn terlalu lama kamu tidur karena Sebastian dlm bahaya lawan mereka semua jgn biarkan Jason dan antek anteknya senang melihat hdp Sebastian menderita balas perbuatan Jason .
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!