Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin Pengganti

Keributan yang terjadi di ruangan tamu tertangkap pendengaran Kanaya, hingga akhirnya ia bergegas keluar. Saat Kinanti memberitahu soal Yogi yang menghilang, seketika hatinya terasa mencelos. 

Langkahnya lebar dan terburu-buru menuju ruang tamu. Di sana, terlihat Wirawan, calon mertuanya duduk dengan menundukkan kepala, bersama dengan Yudha, calon adik iparnya. Sementara papanya masih diselimuti amarah. Sang mama bahkan telah berurai air mata. Jika yang dikatakan Kinanti benar, bisa ia rasakan betapa kecewa papa mamanya itu, karena pernikahan ini sangat didambakan kedua orang tuanya. 

"Ada apa, Pa?" Kanaya mendekat dan duduk di samping papanya, lalu mencengkram lengan sang papa. Penyakit hipertensi yang diderita papanya membuat ia khawatir akan kambuh, jika papanya terus dipengaruhi emosi.

"Yogi kabur, Ya!" Anita lebih dulu menjawab, masih terisak.

"Laki-laki brengsek itu mempermainkan keluarga kita!" Danur berujar dengan geram.

Kini pandangan Kanaya berpindah pada Wirawan. "Apa yang sebenarnya terjadi, Om?" Dia menuntut jawaban dari calon mertuanya itu.

Suara hembusan nafas Wirawan terdengar, "Om ..." Kalimatnya seolah tercekat di tenggorokan. Berat rasanya menceritakan kembali tindakan memalukan yang dilakukan anak sulungnya itu. "Om benar-benar minta maaf, Kanaya. Om juga tidak mengerti, gimana pikiran anak itu! Yogi kabur ke Bali." Suara berat Wirawan penuh penyesalan.

"Kabur ke Bali? Ada urusan mendesak?" tanya Kanaya penasaran.

"Dia menemui mantan kekasihnya yang mengalami kecelakaan." Suara Wirawan terdengar lirih. Tak bisa berbohong soal alasan kepergian Yogi. 

"Mantan kekasih?" Kanaya menaruh curiga, ada sesuatu yang disembunyikan dari keluarga calon suaminya itu. Sudah berstatus mantan, tapi, Yogi justru meninggalkan acara pernikahan yang akan digelar esok hari. "Begitu penting kah mantan kekasihnya itu?" Tangannya mengepal. Dadanya seketika terasa sesak. Dia kesal, bukan karena patah hati karena dikhianati, namun ia marah karena keluarganya dipermalukan. 

Tidak mungkin Yogi akan datang ke akad nikah besok pagi. Kalau dia datang, dirinya merasa terhina karena Yogi lebih memperdulikan mantannya dibandingkan pernikahan mereka.

"Saya benar-benar minta maaf, Pak Danur, Bu Anita, Kanaya. Ini semua diluar dugaan kami." Seandainya harus bersimpuh untuk meminta ampunan, mungkin Wirawan akan bersedia melakukannya. Namun, permasalahannya tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata maaf.

"Anak Anda mempermainkan keluarga kami, Pak Wira. Ini sangat memalukan! Anda tahu ada yang tidak beres dengan anak Anda, kenapa menerima perjodohan ini?" Danur menuding Wirawan dan Yogi bersekongkol menghancurkan nama baiknya.

Wirawan terdiam, tak menemukan alasan yang pantas untuk disampaikan pada calon besannya itu. Dia tahu jika Yogi sudah mempunyai kekasih, namun memaksa putranya itu untuk memutuskan hubungan asmara dengan kekasihnya dan menerima dijodohkan dengan Kanaya. Alasannya cukup jelas, jika Yogi menikah dengan Kanaya, hubungan kerjasama bisnis dengan perusahaan Danur berjalan lancar. Bisa dikatakan ia mendompleng nama besar Danur di dunia bisnis.

"Maaf, Pak Danur. Saya benar-benar menyesal. Saya tidak pernah bermaksud mempermainkan Pak Danur dan keluarga." Wirawan bersumpah, tak tahu rencana Yogi melarikan diri.

"Jadi acara besok gimana ini, Pa?" Anita cemas. Esok hari acara akad nikah akan digelar, sementara calon mempelai pria melarikan diri.

"Batalkan saja!" Keputusan Danur dipengaruhi emosi tanpa pikir panjang.

Bagaimana mungkin acara dibatalkan? Segala persiapan sudah matang, undangan telah disebar. Gaun pengantin dan persiapan wedding party yang akan digelar di sebuah hotel bintang lima pun, sembilan puluh persen hampir rampung.

Membatalkan pernikahan sama saja dengan mengundang gunjingan orang-orang, apalagi Kanaya seorang guru dan Danur adalah pebisnis sukses yang punya banyak relasi.

"Maaf, Om, Tante. Bukan saya bermaksud lancang. Tapi, membatalkan acara pernikahan, sepertinya itu bukan jalan keluar terbaik." Yudha yang sejak tadi hanya mendengarkan perdebatan antara papanya dengan Danur akhirnya angkat bicara.

Sudut bibir Kanaya berkedut, tersenyum getir mendengar ucapan Yudha. "Memangnya yang dilakukan kakaknya itu hal yang benar?" cibirnya dalam hati.

"Lalu jalan keluar yang baik menurutmu apa, hah?" Nada bicara Danur menyentak, seolah tak menerima keputusannya membatalkan pernikahan putrinya ditentang oleh Yudha.

"Saya tahu kalau kakak saya melakukan kesalahan fatal dan itu nggak bisa dimaafkan. Saya mengerti kekecewaan yang dirasakan Om dan keluarga. Jika Om, Tante dan Mbak Kanaya nggak keberatan dan merestui, biar saya yang menggantikan Mas Yogi untuk menikahi Mbak Kanaya." Kalimat selanjutnya yang meluncur dari bibir Yudha seketika membuat Kanaya dan kedua orang tuanya terkejut hebat.

Beberapa jam sebelumnya ...

Rumah kediaman Wirawan.

Sejak menerima permintaan sang papa untuk menikahi Kanaya, hati Yogi dibuat gelisah. Dia sangat mencintai Wulan, kekasihnya. Sangat berat baginya mengakhiri kisah cinta dengan sang kekasih yang sudah terjalin lima tahun. Apalagi ketika melihat air mata Wulan saat ia menceritakan apa yang direncanakan orang tuanya.

Wulan tidak ingin berpisah dan mengancam akan mengakhiri hidup jika Yogi mengabaikannya, membuat Yogi  akhirnya berjanji, tak akan meninggalkan Wulan. Mereka akan tetap menjalin hubungan asmara meskipun nantinya dia berstatus suami Kanaya.

Namun, telepon dari ayah Wulan jelang shubuh tadi, membuat ia kehilangan kewarasannya. Ayah Wulan mengabari jika Wulan mengalami kecelakaan dan saat ini masih tak sadarkan diri.

Yogi merasa bersalah dan bertanggung jawab atas musibah yang menimpa Wulan. Dia akhirnya memutuskan pergi menyusul Wulan ke Bali tanpa sepengetahuan  orang tua dan anggota keluarganya yang lain..

Di saat orang rumah masih terlelap dan sebagian ART sibuk di dapur, Yogi memutuskan kabur dari rumah, tak memikirkan rencana pernikahannya dengan Kanaya. Dalam benaknya saat ini, hanya ingin berada di samping Wulan, menemani kekasihnya yang sedang meregang nyawa. Dia merasa bersalah, menganggap dirinya penyebab Wulan kehilangan konsentrasi ketika mengendarai mobilnya.

"Yud, Mas-mu mana? Dari pagi belum kelihatan." Rima, Mama Yogi merasa aneh, karena sejak pagi tadi, tak melihat penampakan Yogi. Padahal beberapa keluarganya dari luar kota mulai berdatangan di kediamannya.

"Nggak tahu, Ma. Aku juga belum lihat," jawab Yudha santai. Tangannya membuka bungkus daun pisang kue pipis, cemilan tradisional yang identik dengan acara hajatan.

"Coba kamu cek, Yud. Sudah hampir jam sebelas, kok belum keluar kamar?" Tak sedikitpun curiga, Rima menyuruh anak bungsunya itu mengecek ke kamar Yogi.

"Oke, Ma. Aku cek dulu ..." Sambil menarik lembaran tisu di meja untuk mengelap tangannya, Yogi lalu berjalan menuju anak tangga, menuju kamar sang kakak yang berada di lantai atas.

"Mas ...!" Yudha mengetuk pintu lebih dulu, mengira pintu dikunci dari dalam.

Tak ada jawaban, membuat Yudha akhirnya mendorong handle pintu hingga daun pintu terbuka

"Mas?" Yudha melangkah masuk ke kamar Yogi. Namun, tak ia dapati kakaknya itu di kamar.

"Mas?" Untuk ketiga kalinya Yudha memanggil Yogi. Dia berjalan mendekat ke arah kamar mandi. Telinganya ia rapatkan dekat daun pintu, memastikan apakah Yogi ada di kamar mandi atau tidak.

"Mas, Mama manggil, tuh!" ucapnya sambil mengetuk pintu.

Satu menit

Dua menit 

Tiga menit

Tak ada reaksi apapun dari dalam kamar mandi, bahkan suara percikan air pun tak terdengar. Yudha membuka pintu untuk mengecek di dalam.

Kosong 

"Mas?" Kening pria berusia dua puluh delapan tahun itu berlipat membuat matanya memicing dan alisnya saling bertautan. Yudha bingung, bagaimana sang kakak tak ada di kamar, sementara sejak pagi Yogi belum keluar dari kamarnya.

Yudha meraih ponsel di kantong celana loose pants-nya untuk menghubungi sang kakak.

"Halo, Mas di mana?" tanyanya masih santai saat sambungnya teleponnya langsung terhubung dengan nomer Yogi. Dia belum mencurigai apapun.

"Aku di Bali, Yud." 

Jawaban sang kakak sukses membuat Yudha tercengang tak percaya.

"Hahh? Mas Yogi di Bali? Ngapain, Mas? Besok Mas nikah, lho!" Nada bicara Yudha mulai panik.

Dengusan nafas Yogi terdengar di telinga Yudha disambung dengan kalimat, "Wulan kecelakaan, Yud. Dia kritis, masih belum sadar. Mas nggak bisa ninggalin dia."

Seketika itu tubuh Yudha membeku, merasakan akan ada masalah besar yang akan menimpa keluarganya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!