Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Lamaran
Mobil Bantlye warna putih tiba di halaman sebuah rumah sederhana. Seorang pria berkemeja hitam rapi nampak turun dari mobil dan dengan gesit membukakan pintu mobil untuk seseorang yang duduk di kursi belakang.
Seorang pria tampan dan gagah keluar dari dalam mobil. ia mengenakan stelan jas mahal penampilannya rapi dan gerak geriknya sedikit kaku. kaca mata minus bertengger di hidung mancungnya menambah kesan wibawa dan karisma yang ia miliki.
"Ini rumahnya?" suaranya terdengar dingin dan datar bertanya pada pria yang tadi membuka pintu mobil untuknya.
"Benar tuan ini rumah Darti" jawab pria muda itu dengan sopan.
Seorang perempuan muncul membuka pintu rumah lebar-lebar menyambut kedatangan tamu terhormat dan sangat penting.
"Tuan Hades Perwira, silahkan masuk ke gubuk saya.." Darti yang sudah rapi dengan baju baru berbahan songket itu mempersilahkan Hades dan sekretarisnya memasuki rumahnya.
Hades melihat sekeliling, ia mencari keberadaan gadis yang bersedia menikah dengannya.
"Apa gadis itu tahu soal aku?" tanya Hades pada Darti.
"Saat ini belum tuan, tapi kalaupun dia tahu juga tidak masalah. Vony tidak akan berani macam-macam, tuan tenang saja" Darti mencoba meyakinkan Hades agar tidak ragu menikahi keponakannya. ia tidak boleh kehilangan kesempatan emas ini. kapan lagi seorang pembantu bisa memiliki menantu bekas majikannya yang kaya raya.
"Panggil gadis itu" kata Hades.
"Baik tuan, tunggu sebentar Vony sedang bersiap di kamarnya" Darti melangkah pergi memanggil Vony di kamarnya yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan bibinya dengan calon suaminya.
"Vony" Darti melangkah memasuki kamar Vony. gadis itu duduk diam di pinggir ranjang seperti arca.
"Cepat keluar tuan Hades menunggu mu, ingat jangan berani membatalkan lamaran ini, atau selamanya hidupmu akan aku buat menderita!" ancam Darti.
Vony mengangguk samar, patuh pada sang bibi. ia bangkit dari duduknya berjalan perlahan keluar dari kamar. Vony sedikit mengangkat wajahnya menatap dua orang pria yang tengah memandang ke arahnya, ia lalu kembali menunduk. dua pria itu seeprti sedang menelisik memberi penilaian atas fisik Vony.
Hades menatap Vony dari atas sampai bawah lalu ia melihat Aldo sekilas meminta pendapat sekretarisnya. Aldo tersenyum sembari mengangguk.
Sebelum acara lamaran, Aldo sudah mencari tahu soal Vony ia juga sudah menerima hasil tes kesehatan yang di lakukan gadis itu. hasilnya Vony sehat tidak bermasalah apapun.
"Baiklah, pernikahan diadakan secepatnya secara terbuka. akan ada media dan jumpa pers jadi kau ajari dia jangan sampai membuatku malu di hadapan umum" kata Hades angkuh.
"Baik tuan"
"Kalian bersiaplah, nona Vony kau ikut satu mobil bersama tuan Hades sementara Darti nanti akan ada yang menjemput mu kemari" kata Aldo.
"Iya saya ikut saja apa kata tuan Hades" Darti tersenyum sumringah begitu tahu secepatnya ia akan mendapatkan tambang uang.
Darti menarik perlahan lengan Aldo, ia berbisik sesuatu.
"Bagaimana dengan imbalan yang akan aku terima?" tanya Darti.
"Tidak perlu khawatir, hari ini juga kau akan terima uang sesuai kesepakatan dengan tuan Hades, tiga miliar akan di transfer ke rekening mu sebagai upah dan juga uang tutup mulut"
Darti tertawa kecil sembari mengangguk. ia sudah tidak sabar menikmati hidup menjadi miliuner setelah sering di rendahkan oleh orang lain dan juga keluarga besarnya sendiri. ternyata keputusannya merawat Vony tidak salah. setelah dewasa gadis itu membawa keberuntungan besar untuknya.
Mobil Bantlye putih meninggalkan halaman rumah Darti membawa Vony ikut bersama Hades ke kota. selama perjalanan Hades hanya terdiam dan sibuk dengan ponselnya ia sama sekali tidak mempedulikan Vony bahakan sekedar basa basi-pun tidak.
Vony memalingkan wajahnya menatap jalanan menuju kota meninggalkan daerah tempatnya di besarkan. ia tidak tahu apakah dirinya akan mampu bertahan dengan pernikahan itu. Ingin rasanya Vony lari tapi ia tidak berani. sementara di sisinya pria tampan dan dingin itu terus mendiamkannya.
Jika tidak tertarik padaku kenapa dia mau menikah? sebenarnya apa yang terjadi dengannya? kenapa dulu ia bercerai?
Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Vony. ia penasaran dengan duda yang sedang duduk disampingnya itu. selain pendiam pria itu juga misterius. jiwa detektif Vony meronta menuntut untuk dirinya mencari tahu lebih dalam tentang masalalu calon suminya.