Indonesia
NovelToon NovelToon
Hidupku Berubah Saat Aku Jadi Perempuan

Hidupku Berubah Saat Aku Jadi Perempuan

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Persahabatan / Light Novel / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gusti m.Ainnur f.

Randy merupakan seorang anak remaja berusia 19 tahun, orang yang suka menyendiri dan diasingkan oleh keluarganya hidupnya penuh akan kepahitan namun sesuatu merubah hidupnya.

kini dia hidup sebagai perempuan dan menggantinya namanya menjadi Risa, perlahan dia harus menerima dirinya yang ini namun perlahan juga semakin berubah hidupnya apa yang sebenarnya terjadi apakah Randy akan menerimanya diri atau tidak sebagai perempuan atau bagaimana lihat novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusti m.Ainnur f., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

POV: Fira

"Apa Risa ingin dijual di pasar gelap?!, yang benar kau pak?!" Sivia terkejut.

"Tenanglah siv kita sedang ke kantor polisi jaga sikapmu" balasku.

"Bagaimana bisa aku menjaga sikapku, kau tau pasar gelap itu tidak main-main tau tidak, pak jelaskan lebih detailnya dimana kira-kira lokasi penculik itu aku akan segera ke sana" balas sivia.

"Siv kau jangan gila itu beresiko tau tidak!" balasku.

"Aku tidak peduli jika itu berisiko atau tidak, aku hanya ingin untuk menyelamatkan temanku bagaimanapun caranya" balas sivia.

"Iya aku tau tapi bagaimanapun kau harus tenang" balasku.

"Sudah-sudah saya mohon anda untuk tenang, saya tau anda khawatir ok tapi jangan sampai terlalu panik akan hal seperti ini, kami dari pihak kepolisian akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban" balas pak polisi.

"Jadi saya harap nona-nona untuk bisa mengerti kami dan mengatasi masalah ini" pak polisi menambahkan.

"Saya harap bapak bisa melakukan secepatnya aku tidak ingin telat, kasus ini merupakan masalah besar dan jika kalian para polisi datang terlambat uh, aku tidak tau lagi mau bilang apa ini dunia nyata bukan film aku tidak ingin terjadi seperti itu" balasku.

Dia pun langsung pergi keluar dari kantor polisi.

"Sivia tunggu saya minta maaf pada apa yang dikatakan teman saya, dia hanya terbawa emosi saja tadi" balas Fira.

"Uh iya tidak apa kok lagipula apa yang dikatakan dia juga benar, kami para polisi terkadang terlalu lambat untuk mengatasi sebuah kasus" balas pak polisi.

"Tidak pak, bapak tidak seperti itu bapak bisa mengatasinya dengan cepat kok saya yakin kok" balasku.

"Begitu rupanya terima kasih kami akan berusaha semaksimal mungkin" balas pak polisi.

Aku pun tersenyum dan tidak lama aku keluar dari kantor polisi.

Di luar aku bisa melihat sih Sivia yang duduk di pinggiran aspal jalan.

Entah kenapa dia terlihat sangat murung dan tidak semangat seperti biasanya, jadi aku langsung menghampirinya.

Setelah sampai di dekatnya aku duduk di sampingnya.

"Uh siv kau ini sebenarnya ada masalah apa sih kenapa kau terlihat sangat panik seperti itu, apa kau masih belum bisa percaya sama polisi?" tanyaku.

Saat aku menanyakan itu dia hanya diam dan tidak berkata apa-apa.

"Siv percayalah padaku semua bakal baik-baik saja, Risa tidak akan kenapa-kenapa disana secepatnya para pelaku itu akan ditangkap, dan tidak akan ada kasus penculikan wanita lagi" ucapku.

"Apa kau yakin kalau para pelaku itu bisa secepatnya ditangkap?" tanya Sivia.

"Uh itu" Aku terdiam saat dia mengatakan itu.

"Ah kau pada akhirnya tidak bisa menjawab kan, kau tau meski kita sudah melaporkan polisi, tapi apa kau yakin mereka akan menangani nya secepat mungkin" balas Sivia.

"Sejujurnya Fira aku takut akan kehilangannya, dia merupakan sahabatku yang cukup berharga, ya walau kami juga belum berteman cukup lama" Sivia menambahkan.

"Sebelum aku bertemu denganmu aku sudah cukup menghabiskan banyak waktu bersamanya, berteman akrab dengannya saling mengobrol bersenang-senang, bahkan aku sampai hampir melupakan diri mu" tambah Sivia.

"Siv" ucapku.

"Haha maaf iya jika kata-kata itu agak cukup menyakitkan untukmu, sejujurnya Fira bagaimanapun kau juga tetap sahabat baik lu begitu pun Risa, kalian berdua adalah hal yang berharga untukku itulah kenapa aku tidak ingin kehilangan kalian" balas Sivia.

"Aku takut hal itu akan terjadi lagi, dan aku tidak mau" Tambah Sivia.

Aku dapat melihat Sivia yang menunduk, dan menutup mulutnya dengan air mata yang mengalir dari pipinya.

Melihatnya seperti ini aku pun memeluk dirinya, jika kuingat Sivia mempunyai masa lalu yang cukup buruk akan saat kecil.

Begitu pun kami di dunia ini memang semua orang mempunyai semua masalahnya kan.

Iya karena itu dasarnya manusia masalah selalu akan ada, aku harap Risa di sana juga akan baik-baik saja.

Semoga dia bisa bertahan dan kami masih sempat untuk menemukannya.

...----------------...

POV:Risa

Sudah cukup lama aku beristirahat di tempat sini, jadi aku bangun dan memutuskan untuk keluar.

Namun sesampainya di pintu aku berpikir apa yang aku lakukan, apakah keluar cukup aman.

Bagaimana kalau mereka langsung datang, karena takut aku jadi ragu untuk membuka pintu.

Tapi aku tidak bisa selamanya disini mungkin ada sesuatu yang bisa aku makan kan, jadi mau tidak mau aku membuka pintu.

Dan saat aku membuka pintu semuanya terasa kosong dan cukup gelap, ya aku sudah terbiasa di seperti ini.

Untuk apa takut di tempat gelap, jadi aku langsung pergi ke tempat ruang tamu gubuk ini.

Dan aku membuka tudungnya namun kosong, tidak ada satupun makanan.

Aku sudah cukup lapar, tidak mungkin aku tidak makan hingga tiba-tiba ada seseorang yang menyentuhku di belakang.

Merasakannya aku sontak terkejut, dan langsung menunduk dan menutup mataku.

Namun aku diam-diam membuka sedikit celah di telapak tangan dan melihatnya.

Rupanya itu sih rie dia sudah balik.

"Maaf aku membuatmu terkejut iya" ucapnya.

"Uh ya ampun, kukira apaan tadi " balasku.

"haha ngomong rupanya kau sudah bangun, sekarang kau sudah merasa lebih baik kan karena istirahat yang cukup" balas rie.

"Iya mungkin" balasku.

"Oh baiklah kalau begitu sekarang ikut aku ke kamar dulu" balas rie.

Aku hanya mengikuti apa perkataannya dan kembali ke kamar.

Sesampainya di kamar aku dapat melihat rie duduk, dan dia memintaku untuk duduk di sampingnya.

Namun aku merasa tidak enak, tapi mau bagaimana lagi jadi aku pun menghampirinya dan langsung duduk di sebelahnya.

Setelah duduk di sebelah nya, dia langsung memegang satu tanganku, membuka obat luka.

Dan mengoleskannya ke saku dan dahiku, jujur saja ini cukup perih sih.

Dia juga membersihkan lukaku, terlebih lagi dengan dahiku sikuku.

Yang cukup terluka dia juga memberiku kapas di dahiku.

Dan menutup semua luka yang ada.

"Bagaimana sekarang sudah merasa lebih baik?" tanyanya.

Aku pun langsung mencoba menggerakkan kakiku perlahan, dan meski kepalaku masih ada rasa sakit.

Tapi ini sudah lebih baik dibanding sebelumnya sekarang.

"Iya ini sudah lebih baik terima kasih" balasku dan tersenyum.

"Bagus lah kalau begitu ok, karena ini sudah cukup malam akan lebih baik kita pergi ke luar dari kamar sekarang" balasnya.

"Ayo ke meja aku sudah menyiapkan beberapa makanan mungkin kau akan menyukainya" balasnya.

"Uh baiklah" jawabku.

Aku pun hanya mengikutinya, dan sesampai di luar aku langsung duduk di meja makan.

Dan dia segera mengambil beberapa lauk dan memberiku nasi.

"Ya ini dia ada cumi, ikan goreng, dan yang terakhir pastinya ada jengkol kalau kau tidak menyukainya tidak apa sih, bebas kau ingin memilih lauk yang mana" jelasnya.

"Begitu iya ok deh" jawabku dan mengambil nasi yang sudah ada di piring dan beberapa lauk.

Aku tidak menyukai jengkol jadi aku hanya mengambil cumi dan ikan saja.

Kami pun akhirnya makan bersama, hingga beberapa menit telah berlalu akhirnya kami sudah selesai.

Dan setelah sudah selesai makan aku merapikan, piring yang sudah kotor.

"Oh kau cukup rajin juga ya Risa, tidak sangka kau akan merapikan semua piring ini, apakah kau akan mencucinya" ucap rie.

"Begitulah bagaimanapun kebersihan merupakan suatu hal yang penting" balasku.

"Hmm padahal kau tidak perlu melakukan itu, bagaimanapun ini tempatku dan kau hanya tamu disini" balasnya.

"Tidak apa kok walau aku hanya tamu, aku merasa tidak enak juga pada kau tuan rumah kau sudah menyelamatkanku, jadi ini juga sebagai balasan untukmu" balasku.

"Oh ok deh jika itu memang maumu" jawabnya dan tersenyum.

Aku pun pergi ke tempat ruang dapurnya, meski tidak begitu luas karena ini juga gubuk kan.

Aku berusaha membersihkannya secepat yang aku bisa, dan setelah semua selesai dan kinclong aku pun berniat untuk ke kamar.

Namun sebelum itu aku ingin mengganti baju, mungkin aku bisa mandi tapi nanti dulu.

"Kau sudah selesai cuci piringnya?" tanya rie.

"Hmmph iya aku sudah menyelesaikan nya" balasku.

"Oh bagus deh ngomong-ngomong maaf, kalau aku gak ada baju cewek kau bisa memakai baju laki-laki di lemari dekat kamar" balasnya.

"Baju laki-laki?" bingungku.

"Yap" balasnya.

Jika aku ingat-ingat sudah lama sekali aku tidak memakai baju seperti itu, iya itu karena aku yang sudah berubah seperti sekarang ini sih.

Tapi apakah muat, dengan tubuhku yang sekarang.

"Uh baiklah mau tidak mau iya kan, ok deh terima kasih rie jadi tidak enak karena merepotkanmu" balasku dan segera masuk ke kamar.

"Tidak apa-apa kok kau juga tidak merepotkan ku" balasnya.

"Uh yasudah aku ganti baju dulu iya" jawabku dan langsung membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya.

Sesampainya di dalam kamar, sesuai yang apa dia bilang aku pun membuka lemari.

Dan segera mulai memakai baju, semua baju ini agak kebesaran.

Butuh waktu yang cukup lama hingga aku menemukan baju yang tepat.

Setelah menemukan baju yang tepat ini, aku pun mengikat rambutku.

Sejujurnya aku kurang menyukainya rambut panjang, mungkin lain kali aku akan memotongnya.

Tapi mungkin tidak bagus juga, entah kenapa aku merasa tidak enak untuk memotong rambut panjang ku ini.

Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Sivia dan Fira aku harap mereka baik-baik saja.

Ngomong-ngomong tentang Sivia aku jadi ingat dah sama hari itu, hari aku dan Sivia jalan-jalan dan bersenang-senang.

Seingat ku mungkin itu 2 Minggu yang lalu deh sudah cukup lama.

1
Starlight.✯
support.Zat klorofrom tu.
よぎり
Tadi jam 1 siang
よぎり
Itu KTPnya gk diubah?
よぎり
Wah parah 🗿
よぎり
Jumpsuit, pakaian lompat 🗿
よぎり
Panik panik paniiiik
よぎり
Jgn di goyang doang, di maenin juga
よぎり
Ini bukan mimpi bang, eh mbak 🗿
Misora Shiro
cermin bisa nipu orang? gw harus hati² ni😨
ANONIM
👍👍👍👍👍👍👍
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤
Randy sus broh
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤
mau tanya,kenapa ya cerita ku popularitas nya dikit tapi like sama coment nya banyak,cara naikin popularitas gmn sih?
Helen writer: kurang tau juga saya sih, saya hanya membuat cerita saja
total 1 replies
jeyaaka
nooo di culik
jeyaaka
tanya author🗿
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: halo bang kita ketemu lagi bang,yang ini cerita ga nanggung kan bang?
total 1 replies
Kurosaki Lacia
lanjut kah?
Helen writer: lanjutan dari cerita sebelumnya
total 3 replies
SugarGenius
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Helen writer: sudah lanjut ke sequel barunya update setiap Rabu silahkan check di profil saja iya terima kasih
total 1 replies
Kurosaki Lacia
ga ada chapter bonus kah? tentang kisah cinta Risa?
Helen writer: gak ada, adanya sequel nanti rilis Rabu ini malam tepat
total 1 replies
HippySunshine
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
Kurosaki Lacia
akhirnya di lanjut lagi
NewJerseyJack
SERUU.....BUET CERITANYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!