Indonesia
NovelToon NovelToon
KSATRIA YANG TERBUANG

KSATRIA YANG TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:68.2k
Nilai: 5
Nama Author: Freya Rajapatni

Wiraksara tak pernah menyangka kedatangannya ke China untuk meminta maaf atas insiden terbunuhnya utusan dari China dalam perang Paregreg membawa petaka bagi dirinya. Kaisar Yongle yang tidak terima dengan kematian 170 utusannya menyandera Wiraksara sebagai jaminan hutang Majapahit kepada China.
Selama menjadi sandera hutang di China, Wiraksara diperlakukan hina dijadikan pengurus kuda perang istana. Selama menjadi pengurus kuda istana dia berkenalan denganTie Shi putera Jenderal Tie Xuan yang dijadikan budak oleh Kaisar Yongle karena ayahnya Jenderal Tie Xuan pernah menentangnya. Dari Tie Shi, Wiraksara mendapatkan ilmu pukulan Telapak Tangan Baja. Persahabatannya dengan Pangeran Zhu Gaoxi membuatnya terlibat dalam berbagai konflik Sang Pangeran yang saat itu sedang bersaing dengan adiknya Pangeran Zhu Gaoxu dalam memperebutkan tahta.

Cover by Smartresize design

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Freya Rajapatni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Kaisar Yongle

Pangeran Ketiga Gaosui tersenyum dan menghampiri Gaochi dan

berkata

"Kakak, jangan terlalu membawa perasaanmu, sudahlah

Kak, apa kau tidak tahu dia itu bukan tamu negara kita, tetapi barang jaminan

hutang. Negara mereka miskin, hutangnya pada kita sudah menumpuk, bisa

dipastikan mereka tidak akan dapat menebusnya dari kita. Membayar ganti rugi

saja di cicil, bisa dipastikan dia sudah jadi budak kita. Paling-paling 2 atau

3 tahun mendatang negaranya sudah melupakannya."

Gaosui Pangeran ketiga mungkin adalah Pangeran yang paling

buruk tabiatnya di antara anak-anak Kaisar Yongle. Dia memang tampan, namun

kerjanya hanya bersenang-senang dan malas belajar ataupun latihan perang.

Sehari-harinya kerjanya hanya bersyair, main musik, berpuisi atau

bersenang-senang dengan koleksi selirnya. Jika tidak ada kesibukan, biasanya

dia menghabiskan waktunya dengan berjudi atau mabuk-mabukan bersama

teman-temannya yang lain. Dia sangat dekat dengan Pangeran Kedua Gaoxu yang

sealu membelanya jika dimarahi oleh ayah mereka.

“Tapi kalian tetap tidak boleh memperlakukan tamu dari

negara lain seperti tawanan perang. Bukankah negara kita dan Majapahit adalah

negara sahabat?” Tanya Pangeran Gaochi

“Ah sudahlah, mentang-mentang Ayah telah menunjukmu sebagai

pewaris tahta, bukan berarti kau bisa semena-mena terhadap Saudaramu yang lain!”

Omel Gaoxu.

Gaoxu yang merasa kesal terhadap kakaknya, pergi

meninggalkan tempat itu bersama kasimnya. Tinggalah Gaochi dan Wiraksara saling

berhadapan. Dengan ramah Gaochi berkata

“Maafkan atas perlakuan adikku dan negara kami kepadamu.”

“Tidak, tidak apa-apa, terimakasih atas pertolonganmu. Saya

mohon diri dulu hendak meneruskan pekerjaan di kandang kuda,” kata Wiraksara

sambil mohon diri

Hari sudah sore ketika Wiraksara tiba di pondok mereka.

Angin dingin musim gugur menerpa wajahnya sebentar lagi musim dingin akan tiba.

Di depan pondok dilihatnya Tie Shisedang memeriksa daging ayam, ikan asin yang

digantung di teras rumah. Tie Shi juga membuat cabai kering dan sayuran yang

diasinkan dalam gentong-gentong.

“Paman, banyak sekali makanan yang kau buat, sejak awal

musim gugur kau sudah membuat makanan-makanan ini,” ujar Wiraksara.

Tie Shi tersenyum menatapnya dan berkata

“Di China musim dingin berlangsung selama 3 bulan. Jadi kau

harus menyediakan bahan makanan yang cukup untuk 3 bulan sebelum musim dingin.

Kalau kau tidak menyediakan bahan makanan yang cukup, kau akan mati kelaparan

selama musim dingin. Itulah sebabnya kami harus bekerja keras selama 3 musim sebelumnya,

mengumpulkan makanan agar dapat bertahan selama musim dingin. Berbeda dengan

negaramu yang tak pernah mengenal salju karena matahari bersinar sepanjang

tahun. Kalian tidak perlu susah-susah menabung bahan makanan untuk musim

dingin,” ungkap Tie Shi

Wiraksara termangu-mangu mendengar penjelasan Tie Shi

Mungkin itu sebabnya orang-orang China begitu giat bekerja

karena ditempa kondisi alam mereka yang keras, pikir Wiraksara.

Wiraksara menyaksikan sendiri, para pendatang dari China

banyak yang lari ke Nusantara karena negerinya sering dilanda peperangan.

Ketika datang ke Jawa mereka tidak banyak membawa harta dan berdagang dengan

modal seadanya. Mereka kebanyakan orang yang ulet, pekerja keras, dan tidak

boros. Ditambah lagi jika di negeri orang mereka membuat perkumpulan

orang-orang China di perantauan yang saling membantu ketika salah satu dari

mereka sedang kesusahan. Tak heran dalam beberapa tahun saja usaha mereka sudah

berkembang pesat. Yang semula hanya pedagang eceran, kini menjadi pedagang

besar yang melayani pedagang grosiran.

Wiraksara tertarik dengan  ikan dan daging ayam dengan bumbu berwarna

merah yang sedang dijemur Tie Shi.

“Ikan dan daging ayam ini diawetkan dengan bumbu apa ini?”

Tanya Wiraksara.

Tie Shi tersenyum dan berkata

“Ikan dan daging tidak melulu diawetkan dengan garam, ini

adalah bumbu khas Szechuan, ada campuran cabai Szechuan dan rempah-rempah.  Rasanya lebih enak daripada hanya diawetkan

dengan garam saja.”

Ternyata ikan tidak hanya diawetkan dengan cara diasinkan,

paman Tie Shi membuatnya dengan memberi bumbu-bumbu tertentu yang membuat ikan

ini awet dan rasanya lebih enak, batin Wiraksara.

“Paman, ajari aku membuat semua ini,” pinta Wiraksara.

Tie Shitersenyum dan menjawab

“Tentu saja, nanti aku beri resepnya. Nah, tolong bawa masuk

ke dapur gentong berisi asinan sayuran dan karung umbi-umbian ini,” perintah Tie

Shi.

Wiraksara langsung mengangkat gentong-gentong berisi sayuran

asin, ke dapur, lalu mengangkat gantungan  ikan dan ayam, serta sekarung talas dan ubi

rambat ke dapur.

“Sala, mengapa tadi kau pergi lama sekali?” tanya Tie Shi

“Hari ini aku sedang sial, aku dijadikan sasaran hidup panahan

oleh Pangeran Kedua, untung saja Pangeran Pertama segera datang menghentikan

perbuatannya. Huh,  bisa mati aku diburunya

kalau sampai Pangeran Pertama tidak datang,” kata Wiraksara.

Tie Shi terkejut mendengar cerita Wiraksara, seketika dia

kuatir Wiraksara akan menemui ajal seperti adik laki-lakinya dulu.

“Benarkah demikian? Tapi kau tak terluka kan?” Tanya Tie Shi

dengan cemas.

“Tidak Paman, jangan kuatir, aku tidak apa-apa.”

****

Pagi harinya seperti biasa Wiraksara melakukan tugasnya

menyikat bulu kuda dan memberi mereka makan. Selagi sedang asyik bekerja

terdengar suara langkah kaki kuda mendekat. Seorang prajurit datang menemuinya

dan berkata

“Kau utusan dari Majapahit itu?”

“Ya, ada apa kau mencariku?”

Pangeran Pertama Gaochi ingin bertemu denganmu di

kompleknya, tinggalkan pekerjaanmu dan segeralah ke sana.

“Baik aku segera ke sana,” ucap Wiraksara.

Wiraksara menghampiri Tie Shi yang sedang menempa besi untuk

sepatu kuda.

“Paman, aku minta izin menemuai Pangeran Gaochi. Seorang

prajurit tadi memintaku untuk menghadap di kediamannya,” ujar Wiraksara.

“Baiklah Wiraksara, tapi cepat pulang ya, kalau bisa hindari

Gaoxu dan Gaosui supaya tidak repot urusannya nanti. Lihat saja nanti, mereka

tidak akan pernah berhenti menyusahkanmu,” kata Tie Shi memperingatkan.

Setelah meminta izin pada Tie Shi, Wiraksara segera pergi

menemui Gaochi di kompleknya. Seorang pelayan istana menunjukan lokasi kediaman

Pangeran Gaochi, Wiraksara terus berjalan ke arah yang ditunjukan pelayan itu.

Di tengah perjalanannya dia melihat Putri Xianning sedang berjalan bersama

dayang-dayangnya. Ketika berpapasan, seperti adat setempat Wiraksara memberi

hormat kepada Sang Putri. Melihat Wiraksara, Putri Xianning berteriak

“Hei kau pemuda yang kemarin itu, bagaimana apakah kau

bertemu dengan Chenchen hari ini?”

Ah, sialan ketemu putri ceriwis ini lagi, Chenchenmu sudah

berada di dalam perut ular tau, batinnya dengan kesal.

Dengan memasang akting wajah sedih dan prihatin Wiraksara

berkata

“Sayang sekali Tuan Putri, aku tidak menemukan Chenchen,

mungkin dia pergi ke tempat lain. Cobalah kau mencarinya ke arah lain mungkin

saja anjing itu dapat ditemukan,” ujar Wiraksara.

Putri Xianning tampak kesal mendengar jawaban Wiraksara.

“Tidak mungkin! Terakhir seseorang melihatnya berada di

sekitar kandang kuda setelah itu menghilang.”

Wiraksara hendak membantah lagi namun terdengar seseorang

menegur sang putri suaranya begitu berwibawa membuat Sang Putri berhenti berbicara.

“Xianning, sudahlah jangan ganggu dia lagi, dia kemari untuk

bertemu denganku. Kalau kau menginginkan pengganti Chenchen, aku akan

memberikan lagi anjing yang mirip dengannya,” kata Gaochi.

Wiraksara menoleh, dilihatnya Pangeran Gaochi mendatanginya

dan Putri Xianning.

“Ah Kakak, Chenchen tidak akan tergantikan oleh siapapun,

pokoknya aku mau dia kembali,” kata Xianning merajuk.

Gaochi tersenyum dan bertanya kepada adiknya

“Lalu apa yang membuatmu bisa melupakan Chenchen?”

Putri Xianning tersenyum penuh arti dan berkata

“Aku mau kalung permata batu Rubi hadiah dari Maharaja India

itu.”

Terkesiap Gaochi mendengar permintaan Putri Xianning.

“Hei, kau tidak bisa memintanya, perhiasan itu kesukaan

isteriku!”

1
Lilik Muliyadi
mantap Thor
pendekar Nusantara keliling dunia
vrans thio
kampret
Tamburelo
wah....terbuang beneran nih. sehingga lupa up date. mulih wae le.😃
Chezzy
tolong untuk penulisan, kalo belum waktunya jangan tekan enter 2x jadi susah bacanya.
anggita
terus berkarya, semoga sukses novelnya. 💪
anggita
novel silat lokal dengan latar belakang sejarah kerajaan. 👍👌👏
Eko Subagyo
tetap semangat dan gass poll update nya Thor 👍❤️🙏
Eko Subagyo
jadi dia keturunan Firaun 🤔❤️👍
Eko Subagyo
top 👍
Eko Subagyo
wow cerita silat Nusantara berlatarbelakang sejarah tetap semangat dan lestarikan agar tidak tergerus zaman 👍❤️🙏
Eko Subagyo
joss 👍
Eko Subagyo
top 👍
Eko Subagyo
mantab Ki sanak lanjutkan 👍❤️🙏
Eko Subagyo
sepertinya bagus cerita silat Nusantara berlatarbelakang sejarah dan tetap semangat Thor 👍❤️🙏
Dani Mardani
mantappp
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah
Dikjo Ucluk
kok gak balik² masih di cina
Dikjo Ucluk: jauh amat kapan ceritanya balik ke majapahit
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!