Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03.

Davina memilih bungkam. Bagi Alfa, aksi diam istrinya itu sudah cukup menjadi jawaban yang membuatnya kembali mengepalkan tangan kuat-kuat. Wajahnya yang tadi penuh amarah kini berubah datar, dingin dan tak terbaca.

“Hebat… Kalian berdua benar-benar aktor yang hebat," gumamnya sambil tersenyum pahit.

Davina mencoba melangkah mendekat, tangannya terulur ingin meraih lengan Alfa, tetapi pria itu segera mengangkat tangan seolah enggan bersentuhan dengan wanita yang masih berstatus istrinya itu.

Davina langsung berhenti di tempat. Ia menarik kembali tangannya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Ammar yang berdiri diam tak jauh dari sana.

Alfa menatap keduanya bergantian. Kemarahannya tak lagi meledak-ledak, justru wajahnya kini terlihat begitu tenang. Ketenangan yang jauh lebih mengerikan daripada saat dia berteriak marah tadi. Kini tatapannya terkunci pada Davina, lantas mengembuskan napas kasar yang terasa berat di dada.

“Aku pikir… aku adalah rumah bagimu, tempat kita berbagi kehidupan, tapi ternyata aku hanya tempat persinggahanmu saja," ucapnya getir.

"Selama ini aku sibuk di luar sana, berjuang keras agar keluarga kecil kita hidup berkecukupan, tapi kamu justru sibuk membangun duniamu yang baru. Dunia yang sama sekali tak ada tempat untukku di dalamnya.”

Alfa mengalihkan tatapan tajamnya ke arah Ammar, sorot matanya berkilat penuh kepahitan. “Dan rupanya orang yang kamu pilih adalah sahabatku sendiri. Orang yang aku anggap seperti saudara, sangat aku percaya, bahkan aku beri makan dan tempat tinggal saat dia tak punya apa-apa.”

Davina masih bungkam. Perlahan ia melangkah mendekat ke sisi Ammar, lalu menggenggam erat tangan lelaki itu, seolah menunjukkan di pihak mana dirinya berada.

Alfa mundur beberapa langkah menjauh. Pandangannya jatuh pada tempat tidur berantakan di sisi mereka, saksi bisu pengkhianatan yang baru saja ia saksikan sendiri. Dadanya terasa perih, sakit yang tiada terkira menyayat ulu hatinya. Beberapa saat dia hanya berdiri diam, berusaha mencerna bagaimana seluruh kehidupan yang selama ini diyakininya sempurna, bisa hancur lebur dalam satu malam.

Hening sejenak. Hanya suara napas mereka masing-masing yang terdengar di ruangan itu. Alfa kemudian mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah istrinya. Tekad bulat tergambar jelas di sana.

“Davina Irawati…” suaranya berat, tegas berwibawa. “Aku, Alfa Rizky Pradana, mulai detik ini membebaskanmu. Hubungan suami istri di antara kita selesai sampai di sini.”

Alfa berhenti sebentar, menelan ludah yang terasa pahit. “Sekarang… kemasi barang-barangmu dan pergilah dari rumahku. Aku tak ingin melihatmu lebih lama di sini.”

Davina tersentak kecil mendengar penuturan itu. Namun, keterkejutannya hanya berlangsung sesaat. Ia melirik sekilas ke arah Ammar, dan tanpa disadari oleh Alfa, bibir keduanya terangkat tipis, membentuk senyum kemenangan yang penuh makna.

Davina kembali menatap Alfa. Kali ini tatapannya benar-benar berbeda. Tak ada lagi rasa bersalah, yang ada hanyalah keberanian dan rasa percaya diri yang mengerikan. Ia tersenyum miring, senyum itu sama persis seperti senyuman Ammar tadi.

“Kamu yakin menyuruhku pergi, Mas?” tanyanya pelan tetapi terdengar tajam. “Apa kamu sudah pikun sampai lupa siapa pemilik rumah ini? Kamu menyuruhku pergi… padahal rumah ini atas namaku, dan kamu sendiri yang memberikannya padaku secara sukarela.”

Davina selangkah maju ke depan mendekati Alfa yang mulai tampak bingung. “Bukan cuma rumah ini, Mas. Segitu percayanya kamu sama aku sampai-sampai semua urusan surat-menyurat, tanah, kendaraan, hingga aset usaha yang kamu bangun dengan keringatmu… semuanya kamu limpahkan pengurusannya padaku. Kamu cuma tahu tanda tangan sana-sini tanpa mau membaca isinya.

Deg!

Jantung Alfa serasa berhenti berdetak sesaat. Keringat dingin mengalir membasahi punggungnya. Dia mulai menangkap arah pembicaraan ini, tetapi dirinya berusaha menepis karena terlalu mengerikan untuk dibayangkan.

“Maksud kamu apa…?” tanya Alfa parau, suaranya hampir hilang.

Davina tertawa kecil, lalu menoleh ke Ammar seolah minta dukungan. Ammar pun ikut tersenyum sinis, lalu maju berdiri di samping Davina.

“Maksud kami sederhana saja, Alfa,” sahut Ammar dengan nada dingin. “Kamu pikir kami cuma bersenang-senang di belakangmu selama bertahun-tahun? Kamu salah besar. Semua ini sudah kami rencanakan rapi sejak lama. Dan sekarang sudah saatnya kamu sadar meski sangat terlambat… bahwa semua harta dan asetmu sudah berpindah tangan. Semuanya sudah sah atas nama Davina."

“Jadi, kalau ada yang harus pergi dari sini… itu bukan aku, tapi kamu, Mas. Kamu sudah tak punya hak atas apa pun lagi di rumah ini. Semuanya milikku… milik kami berdua,” sambung Davina kembali, suaranya lembut tetapi setiap kata yang keluar bagaikan pisau yang menancap tepat di jantung Alfa.

Lantai tempat berpijak Alfa serasa berputar hebat. Dia menatap mereka berdua bergantian, rasa benci, kecewa, dan rasa sakit bercampur menjadi satu. Namun, ada satu hal lagi yang masih menjadi harapannya dan paling berharga di atas segalanya.

“Baiklah kalau begitu…” ucap Alfa dengan sisa tenaganya. “Ambil saja semua harta kotor itu. Aku tak peduli. Tapi satu hal… Naima ikut denganku. Dia putriku, darah dagingku, dia satu-satunya milikku yang tersisa. Aku akan membawanya pergi.”

Alfa berniat berbalik untuk mengambil putri kecilnya yang sedang tidur di kamar sebelah, tetapi ucapan Davina menghentikan langkahnya seketika.

“Berhenti…” suara Davina terdengar tegas. “Kamu tak boleh membawa Naima ke mana-mana.”

Alfa berbalik cepat, matanya membulat tak percaya. “Apa maksudmu? Dia anakku! Ayah mana yang akan membiarkan anaknya tinggal bersama dua manusia tak bermoral seperti kalian!”

Davina menggeleng pelan, senyum mengejek terukir di bibirnya. Ia mendekat, berbisik pelan, sangat jelas. “Siapa bilang Naima anakmu, Mas?”

Alfa mengerutkan kening, dadanya berdebar kencang luar biasa. Firasat buruk tiba-tiba menyergapnya.

“Jangan bicara omong kosong Davina.!"

Davina menatap Alfa lekat-lekat, menikmati setiap inci rasa sakit yang terpancar dari wajah mantan suaminya.

Ammar mendekat, tersenyum menatap Alfa dengan pandangan meremehkan, lalu berkata dengan suara lantang penuh kemenangan. “Dengar baik-baik, Alfa… Naima bukan lah anakmu. Dia anakku, darah daging kami berdua.”

Duaaarrr!!!

Kalimat yang terlontar dari mulut Davina, bagaikan sambaran petir di tengah hujan badai dan berhasil meluluh-lantakkan sisa-sisa hati nurani Alfa hingga menjadi debu. Kakinya lemas, dia terhuyung mundur dan harus bersandar di dinding agar tidak ambruk. Pandangannya kabur, napasnya tersendat.

“Ti… tidak mungkin… kalian pasti berbohong agar aku tidak membawanya pergi,” gumamnya tak percaya.

Davina tertawa puas melihat wajah putus asa Alfa. “Hahaha… Mas Alfa yang polos…Bagaimana mungkin kamu bisa punya anak, sedangkan sejak empat tahun lalu, hampir setiap hari aku selalu mencekokimu dengan obat penurun kesuburan?"

Ia selangkah mendekat, matanya berkilat jahat. "Semua aku lakukan supaya aku tak bisa punya anak darimu. Karena aku tak sudi mengandung benihmu. Dan Naima lahir sebagai bukti rencana kami berhasil sempurna!”

Tubuh Alfa luruh ke lantai. Airmata jatuh bercucuran membasahi pipinya. Airmata kemarahan bercampur kepedihan yang tak terlukiskan. Dirinya bukan hanya dikhianati cinta, dicurangi dan dicuri harta, serta dimanipulasi kesehatan. Akan tetapi, yang lebih menyakitkan lagi ternyata selama ini ia memeluk, menyayangi, dan membesarkan anak hasil perselingkuhan istri dan sahabatnya sendiri.

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dilema 😥
total 3 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!