Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 17

Arum menyandarkan tubuhnya pada dinding lorong, napasnya tertahan dan wajah cantiknya perlahan memucat. Nama Angkasa yang disebut Adam mendadak menghantam kesadarannya bagai petir di siang bolong.

"Tidak... Ini tidak mungkin," gumam Arum dengan suara gemetar.

Otaknya berputar cepat, menyusun kepingan ketakutan yang kini membakar dadanya. Jika Senja bekerja erat dengan Angkasa, pria yang dijodohkan dengannya dan memegang kunci nasib bisnis keluarganya maka kebohongan ganda yang ia bangun selama ini bisa runtuh kapan saja.

"Kenapa kamu malah bengong, Arum?!" bentak Adam lagi, frustrasi meluap-luap melihat Arum yang mendadak linglung. Pria itu menangkup wajahnya sendiri dengan kedua tangan yang bergetar.

"Aku bisa gila! Kalau investasi dari perusahaan Angkasa ditarik, perusahaanku tidak punya modal operasional untuk bulan depan! Belum lagi Papa dan Mama... kalau mereka tahu Senja mendaftarkan gugatan cerai karena bukti perselingkuhan kita, aku bisa dicoret dari hak waris!"

Arum memalingkan wajahnya, mencoba menutupi kepanikannya dengan sisa-sisa keangkuhan.

"Mas, tenang dulu... Kamu jangan panik begitu. Pak Angkasa itu cuma atasan Senja, kan? Dia cuma tidak mau ada keributan di lobi kantornya. Mana mungkin seorang CEO sibuk ikut campur urusan rumah tangga staf biasa?"

"Kamu tidak melihat bagaimana tatapan matanya tadi, Arum!" potong Adam dengan nada tinggi, matanya menatap Arum tajam.

"Dia membela seperti pelindung Senja! Dan yang membuatku makin takut, Senja punya semua bukti utuh, foto, video, sampai rekaman percakapan kita yang kamu terus kirim padanya. Kalau Senja membocorkan itu ke orang tuaku atau bahkan ke publik, nama baikku hancur!"

Arum menelan ludah yang terasa pahit. Dalam hatinya, ia menjerit ketakutan.

'Bukan cuma nama baikmu yang hancur, Mas... Tapi kalau Angkasa tahu aku selingkuh dengan suami orang, pernikahan politik keluargaku dengannya batal total! Papi bisa jantungan! Aku tak mengira rasa iseng memanasi hati Senja bisa separah ini...'

"Lalu... lalu sekarang kamu mau apa?" tanya Arum, suaranya kini melunak, menyisakan kecemasan nyata.

"Aku harus menahan Senja!" tegas Adam seraya mengepalkan tangan.

"Aku tidak boleh membiarkan perceraian ini berjalan mulus. Aku harus menemui Senja lagi, membujuknya atau memaksanya mencabut gugatan itu sebelum orang tuaku dan media tahu!"

"Kamu gila, Mas?!" teriak Arum, matanya membelalak kaget.

"Kamu mau mengemis-ngemis pada wanita itu?! Setelah semua foto dan video yang kukirimkan pada dia?!"

"Ini soal kelangsungan hidupku, Arum!" balasan Adam tak kalah telak.

"Kamu pikir kalau aku bangkrut dan dibuang keluargaku, kamu masih mau bersamaku, hah?! Jangan egois! Kamu yang membuat kekacauan ini dengan mengirimkan bukti-bukti itu!"

Arum terdiam, lidahnya kelu. Kemarahan Adam yang memuncak membenarkan ketakutannya sendiri. Ia maju satu langkah, mencoba meraih lengan Adam dengan nada memohon yang dibuat-buat.

"Mas... maafkan aku. Aku cuma cemburu, aku cuma ingin kita cepat bersatu..." bisik Arum lembut, menggunakan jurus lamanya untuk melunakkan Adam.

"Tapi tolong, jangan temui Senja di kantornya lagi. Kalau Pak Angkasa marah besar, dampaknya makin parah."

Adam menarik nafas panjang, memijit pelipisnya yang berdenyut semakin hebat.

"Lalu aku harus menemui Senja di mana? Tempat tinggalnya yang baru saja aku tidak tahu. Dia sudah pergi dari rumah!"

"Cari tahu lewat temannya, atau tunggu dia di luar area kantor," desak Arum cepat.

"Selesaikan baik-baik tanpa melibatkan Pak Angkasa. Buat Senja merasa bersalah atau ingatkan dia tentang orang tuamu yang menyayanginya. Senja itu lembek, Mas. Kamu pasti bisa meluluhkan hatinya lagi."

Adam menatap Arum lama, mencoba mencari pembenaran atas ide tersebut.

"Ya... kamu benar. Senja sangat menghormati Mama dan Papa. Dia tidak akan tega membuat mereka serangan jantung."

Tanpa disadari Adam, Arum menghembuskan napas lega yang teramat sangat. Di balik matanya yang berpura-pura cemas, pikiran Arum mulai menyusun rencana licik baru. Ia harus memastikan Senja tidak pernah mendapat kesempatan untuk berbicara sepatah kata pun tentang dirinya kepada Angkasa.

Pagi harinya, suasana di gedung pencakar langit milik Angkasa terasa tenang namun penuh ketegangan tersembunyi. Di lantai teratas, Senja sedang duduk fokus di kubikelnya, meneliti jajaran angka di layar monitor untuk membongkar kerugian janggal PT Megah Citra Mandiri, perusahaan milik keluarga Lyra.

Ting!

Pintu lift eksekutif terbuka. Suara denting tumit sepatu stiletto yang nyaring memecah keheningan koridor utama.

Seorang wanita tampil sangat elegan dengan gaun perancang ternama, kacamata hitam berbingkai besar, dan tas bermerek yang ditenteng di siku lengannya. Ia melangkah anggun, memancarkan aura putri konglomerat yang terbiasa dihormati.

Namun di balik kacamata hitam itu, mata Lyra memancarkan kepanikan liar. Semalaman ia tidak bisa tidur membayangkan Angkasa menarik seluruh investasi atau, lebih buruk lagi, menemukan bukti keterlibatannya dengan Adam.

"Selamat pagi, Mbak Lyra," sapa sekretaris depan Angkasa dengan nada sopan namun agak ragu.

"Apakah sudah ada janji dengan Pak Angkasa?"

"Tidak perlu janji," sahut Lyra dingin seraya melepas kacamata hitamnya, menampilkan riasan mata yang tebal untuk menutupi lingkaran hitam akibat cemas.

"Saya tunangannya. Saya mau masuk sekarang."

Tanpa mengetuk pintu, Lyra mendorong pintu kayu jati berukir yang menjadi pembatas ruang kerja sang CEO.

Brak.

Angkasa yang sedang duduk membelakangi pintu sambil menatap pemandangan kota Jakarta dari dinding kaca besar, perlahan memutar kursi kulitnya. Wajahnya amat tenang, tak terkejut sedikit pun. Di meja kerjanya, sebuah cangkir kopi hitam masih menggepulkan uap tipis.

"Tidak ada yang mengajarimu tata krama menyapa sebelum masuk ke ruangan orang lain, Lyra?" tanya Angkasa datar. Suaranya rendah, namun dinginnya sanggup membekukan ruangan berAC itu.

Lyra mengepalkan tangannya, berusaha menjaga dagunya tetap terangkat tinggi. Ia melangkah mendekati meja kerja Angkasa, mencoba memasang senyum manis yang biasa ia gunakan di depan orang tua pria itu.

"Angkasa, sayang... maafkan aku," cicit Lyra dengan nada manja yang dibuat-buat, melangkah makin mendekat.

"Angkasa, sayang... maafkan aku," cicit Lyra dengan nada manja yang dibuat-buat, melangkah makin mendekat. Ia mengikis jarak, berusaha menampilkan wajah tanpa dosa yang selalu berhasil melelehkan hati siapapun, termasuk calon mertuanya.

"Aku hanya rindu," lanjut Lyra seraya meletakkan tas mewahnya di atas meja kerja Angkasa.

"Lagipula, sebentar lagi kan jam makan siang. Aku sengaja datang untuk mengajakmu makan siang bersama. Kita sudah jarang sekali punya waktu berdua, Angkasa. Papi dan Mami juga menanyakan kapan kita bisa makan malam keluarga lagi."

Angkasa tidak bergeming. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kulit, menatap Lyra dengan pandangan yang begitu datar dan menusuk. Tidak ada sedikit pun kehangatan atau binar ketertarikan di mata pria itu. Selama ini Lyra memang selalu mendapatkan sikap dingin dari Angkasa. Pertunangan bisnis yang di lakukan karena kehebatan akting Lyra meyakinkan ibunya sudah membuat Angkasa benar-benar kesal. Sebelumnya dia belum punya bukti kebobrokan wanita yang selalu memasang wajah manis dan juga penuh kasih di depan ibunya itu. Namun sekarang dia sudah memilikinya.

"Makan siang?" ulang Angkasa dengan suara baritonnya yang tenang, namun sarat akan cemoohan tersembunyi.

"Kamu datang jauh-jauh ke sini hanya untuk mengajak saya makan siang, Lyra? Atau ada hal lain yang membuatmu begitu cemas sampai harus menerobos ruang kerja saya tanpa izin?"

1
Ilfa Yarni
betul itu pak angkasa pacaran halal setelah menikah itu asyik tau
YuWie
agak2 dejavu dg kata2 adam dan senja ya..lagian adam sdh diusir2..ngapain masih di apart arum. Gak mampu sewa rmh
YuWie
tetap saja arum merasa menang walo sesaat..tak suka.
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!