Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjodohan Membawa Cinta

Perjodohan Membawa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa / Persahabatan
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: vaniiaayuu

Liana Permadani gadis berusia 20 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana terpaksa menerima perjodohan dengan Brian Alexander pemuda tampan dan mapan.

Apakah Liana bahagia? Akankan tumbuh cinta di dalamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vaniiaayuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Begitu sampai di tempat penjahit, liana menanyakan bagaimana kebayanya apakah sudah jadi atau belum. Ternyata kebayanya sudah selesai di jahit, dirinya di minta untuk mencoba barang kali ada yang tidak sesuai. Liana berganti, selama itu Brian menunggu di sofa dengan di suguhi teh panas.

Dengan parasnya yang cantik di tambah dengan kebaya yang simple tapi terlihat elegan membuat auranya semakin keluar. ia keluar hendak meminta agar lengannya di kecilkan kembali, namun alih alih menanggapi permintaan liana sang penjahit justru memuji keanggunan liana.

“wah tambah cantik ya pakek kebaya, pasti calon suamiya senang kalo lihat waktu nikah nanti” ucap sang penjahit

Liana terkejut bukan karena pujiannya tapi karena sang penjahit mengira brian adalah calon suaminya dan mengira bahwa kebaya ini untuk pernikahannya padahal itu kebaya untuk wisuda, Sepertinya liana juga lupa bahwa memang brian adalah calon suaminya walaupun dalam pernikahan yang sebenarnya tidak di inginkan.

“ehe tapi ini kebaya buat wisuda bu” jawab liana

“oalah kirain mau di pakek menikah”

Dari kejauhan brian memandang liana bahkan sampai tidak berkedip, tidak salah lagi memang liana cantik saat memakainya. Namun, ketika liana menatap brian seolah brian lagsung memalingkan wajahnya seperti tidak melihat liana. Liana sadar bahwa brian sedari tadi memandanginya dan berpura pura seolah tidak melihat ketika dirinya mengamati brian.

“dih curi curi pandang” ucap liana sembari berjalan meuju brian

“liat aja engga, pede banget”

“ya gue akui sih gue emang cantikk” ucapnya sembari mengibaskan rambut

Brian hanya berdecak, tidak mengira liana akan sepercaya diri itu. Sudah fiks dengan hasil jahitannya hanya tinggal memperbaiki di bagian lengan saja. Setelah itu brian mengantarkan liana pulang, di perjalanan liana memulai pembicaraan terlebih dahulu.

“tanggapan orang tua lo gimana pas lo ngomong” tanya liana

“ya nyokap seneng, gue denger mereka mau ketemu sama orang tua lo”

“iya sama, nyokap gue juga seneng sampe meluk gue. Katanya sih mereka mau bahas itu di rumah lo”

“iya tau gue” jawab brian

“lo tu emang nyebelin ya, bisa ga jawabannya yang lain gitu”

“sejauh ini ga ada”

“emang rese ya lo, pantes lo jomblo sikap lo aja kek gini ke cewek makanya di jodohin” ucap liana

“kek lo ga jomblo aja” ucap brian, yang mendapat tatapan tajam dari liana

Meskipun mereka sama sama menyetujui untuk menerima perjodohan, tapi sikap dan kejahilan satu sama lain tidak berubah. Selalu ada saja pertengkara di antara keduanya.

Sampai di halaman rumah liana, brian berniat untuk mengantarkan hingga masuk ke dalam rumah. Hal ini ia lakukan agar kedua orang tua liana percaya jika mereka semakin dekat dan percaya bahwa mereka dapat menerima perjodohan ini.

“mau ngapain lo?” tanya liana

“mau masuk lah ketemu orang tua lo”

Tapi lagi lagi liana berusaha untuk menghalangi, ia tidak memiliki tujuan yang sama dengan brian saat itu. Baginya ini hal yang membuatnya malu bagaimana tidak, yang awalnya liana menolak bahkan sampai menangis kini pulang sudah di antarkan oleh brian.

“ga ga ga mending lo balik aja, gausah masuk”

“kenapa sih lo orang gue mau masuk”

“gue bilang engga ya engga paham bahasa manusia ga sih” ucap liana

“ga paham” jawab brian

“balik aja sono” sambil mendorong tubuh brian menjauh dari pintu rumahnya

“oke gue balik tapi sekarang bayar ganti rugi mobil gue yang rusak gara gara lo” ucap brian

Bukan brian namanya jika tidak bisa melawan pertahanan liana, karena liana juga belum memiliki uang untuk mengganti itu akhirnya mengalah adalah jalan terakhir yang liana lakukan.

“ma liana pulang” ucap nya sembari di ikuti brian di belakangnya

“loh kok di anter brian ” tanya mamanya

“iya ini tan, liana minta buat di jemput” ucap brian

Padahal liana meminta bantuan brian untuk membawa motornya ke bengkel walaupun pada akhirnya orang suruhannya lah yang membawa motor liana ke bengkel.

“ga ya gue minta di anterin ke bengkel bukan minta di jemput”

“ya sama aja lah” ucap brian

“emang motor muu kenapa li”

“tadi bocor ma di jalan kena paku”

“oh gitu”

Yunia berterimakasih kepada brian karena sudah mau membantu dan di repotkan oleh liana. Brian mengatakan tidak apa apa dan bukan masalah yang besar baginya toh suatu saat nanti ketika mereka sudah menikah liana akan semakin membutuhkan bantuannya.

Karena sudah jam makan malam yunia menawarkan brian untuk makan bersama tapi sebelum itu menunggu papa liana kembali dari kantor. Brian tidak menolak tawaran itu karena sepulang dari kantor hingga saat ini dirinya belum menyantap apapun.

Terdengar suara mobil yang terparkir, siapa lagi itu pasti Hartono papanya liana. Melihat mobil yang terparkir di halaman rumahnya ia sedikit bingung apakah ada tamu yang datang tapi sepertinya dirinya tidak memiliki tamu hari ini batin Hartono.

Saat memasuki rumah ternyata tamu itu adalah brian, dia bertanya sedang apa bria di sini. Yunia pun menceritakan apa yang terjadi, Hartono mengangguk paham. Setelah itu mereka telah duduk di meja makan masing masing, tapi liana belum bergabung karena sedang membersihkan tubuhnya.

“loh kok masih di sini lo” ucap liana seraya menuruni anak tangga

“makan malem sekalian lah li, lagian mama juga masak banyak” ucap yunia

Liana menganggkat satu alisnya dan acuh terhadap hal itu, yang terpenting sekarang dirinya dapat mengisi kekosongan perutnya.

Setelah makan malam brian berpamitan untuk pulang lagi pun suudah malam. Selama perjalanan brian merasa senang karena orang tua liana berbaik hati pada dirinya. Kali ini brian pulang ke apartemen, menikmati waktu sendirinya.

Ketika sedang merebahkan tubuhnya di sofa ponsel brian berbunyi menandakan bahwa ada pesan masuk berisikan sesuatu yang mengungkapkan bahwa pengirim tengah merindukan dirinya, tapi ketika brian melihatnya tertera nomer tidak di kenal jadi ia menanggap bahwa itu adalah orang yang iseng karena beberapa kali ia juga mendapat pesan seperti itu.

Di kamar liana berniat untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena bekerja sendirian, walaupun dulu ia melakukan semua sendiri tapi tetap saja ia merasa lelah.

Tapi alih alih menutup mata ia teringat kakaknya, ada sedikit rasa rindu pada kakanya. Walaupun seriing bertengkar tapi ikatan rasa sayang mereka cukup kuat. Ia ingin menghubungi kakaknya tapi dirinya tidak memiliki nomor ponsel marcel yang memiliki hanya mamanya itu pun karena kakaknya mengabari melalui ponsel suaminya.

Padahal sisi lain di belahan negara lain, intan sedang menikmati masa masa liburan bagi dirinya di sana. Ia senang karena tinggal 3 hari urusan suami sudah selesai dan ia dapat kemali ke Indonesia.

Intan merindukan masakan mamanya, ia tidak nafsu makan selama di negara itu mungkin karena lidah intan bukan lidah orang sana tidak biasa dengan makanan yang ada di sana. Tidak jarang intan memilih untuk makan makanan instan di dalam swalayan yang ada di sana, ia merasa itu lebih baik dari pada makanan lainnya.

1
Sri Mutia Afriyeni
👍
Syaifudin Fudin
Terhibur sekali!
Roxy-chan gacha club uwu
Karya bagus yang tak bisa dilewatkan, love it!
Aisyah Azzahra
Ada banyak emosi dalam cerita ini, aku suka sekali!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!