Indonesia
NovelToon NovelToon
The Delinquents Secret Light

The Delinquents Secret Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:800
Nilai: 5
Nama Author: Stealth

Raito Hikari adalah remaja 18 tahun yang hidup dalam bayang-bayang keluarga yang hancur dan reputasi buruk di SMA Amanogawa. Karena tatapannya yang tajam dan keahlian beladirinya, ia ditakuti dan dijauhi sebagai "berandal" sekolah. Di balik itu semua, ia berjuang sendirian bekerja paruh waktu di sebuah minimarket—sebuah rahasia besar, karena sekolah melarang keras siswanya bekerja.

Di sore hari, rahasia itu terbongkar saat gadis paling populer di sekolah, Okunaka Koyomi, masuk ke minimarket tempatnya bekerja. Bukannya melaporkan Raito, Koyomi justru memberikan tawa hangat dan setuju untuk menjaga rahasia tersebut. Pertemuan tak terduga ini mulai meruntuhkan tembok dingin di hati Raito, perlahan mengubah dunianya yang gelap menjadi lebih berwarna sejak kehadiran Koyomi dalam hidupnya.

update: Setiap minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stealth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 - The Antithesis of Perfection

Pada malam hari yang sunyi, dimana orang orang sudah pada tidur, Raito sedang berhadapan dengan orang yang dulu ia kalahkan di turnamen bela diri saat ia masih sd, Shinji Aratame.

"Ah, aku baru ingat, dia si anak pirang waktu itu ya? Waktu itu kan aku masih semangat untuk mencari apresiasi dari orang tua ku, jadi dia kuhajar habis habisan waktu itu. Pantas saja dia dendam,"

batin Raito berkata.

"Jadi? Apa kau kesini untuk balas dendam atau bukan?"

tanya Raito kepada Shinji.

"Balas dendam? Kau pikir kita sedang ada di tv apa gimana? Aku bukan mencarimu untuk hal yang kayak gitu,"

jawab Shinji.

"Hmm... Jadi kenapa kau mencariku?"

tanya Raito kepada Shinji.

"Kebetulan bulan depan, sekolah ku dan sekolah mu akan mengadakan pertandingan kendo, aku mau kau ikut agar aku bisa melawan mu lagi,"

jawab Shinji dengan penuh percaya diri, Raito pun menghela nafasnya.

"Gak dendam apanya? Hal yang kayak gitu tuh namanya dendam tau,"

ucap Raito dengan santainya.

"Eh? Masa sih?"

jawab Shinji dengan muka polosnya dan bingung nya itu.

"Jangan-jangan kau ini bodoh ya?"

tanya Raito.

"Hah?! Berani sekali kau ngatain aku bodoh ya? Gini gini aku ranking 10 besar di sekolah ku,"

jawab Shinji dengan gugup.

"Kalau bohong pinteran dikit dong, kau malah nambah membuat dirimu tambah bodoh tau,"

ucap Raito dengan ekspresi nya yang masih sama itu.

Di sisi lain, Sosuke sedang berada di kediaman keluarga Okunaka.

"Ada apa? Kok pada kaget begini? Kayak ngeliat hantu aja, ahaha...,"

ucap Sosuke dengan santainya sambil tertawa, ia masih mengenakan kimono hitam yang sama.

"Paman... Sosuke? Kenapa paman kesini?"

tanya Koyomi dengan wajahnya yang kaget itu.

"Aku kesini untuk melihat keponakan kesayangan ku saja kok, soalnya tiba-tiba aku merasa kangen sama ponakan ku yang imut ini, ahaha...,"

ucap Sosuke sambil garuk kepala dan ketawa dengan santainya, mengubah suasana ruangan yang tadinya sesak dan awkward bagi Koyomi jadi sedikit lebih baik.

"Apa maumu, Sosuke?"

tanya dari Kentaro kepada Sosuke.

"Bukannya sudah kubilang aku kesini untuk menemui keponakanku? Kenapa kau bicara seolah aku ini orang asing, adik kecil?"

jawab Sosuke, hal ini seketika membuat Kentaro geram dan menggebrak meja.

"Momen dimana kau membuang gelar mu sebagai ilmuan pertama di keluarga Okunaka dan mengganti nama belakang mu itu adalah momen yang memalukan bagi seseorang dari keluarga Okunaka! Jangan pernah menganggap ku adik lagi, dan jangan pernah menganggap anakku sebagai keponakan mu lagi!"

ucap Kentaro dengan frustrasi, namun Sosuke hanya diam saja sambil mendengarkan ocehan Kentaro dengan tersenyum santai.

"Hehhh... Begitu ya... Ucap dari seorang ayah yang membangun penjara untuk anak nya sendiri,"

ucap Sosuke dengan santainya.

"Hmph, ucap dari seseorang yang gagal melindungi istrinya,"

ucap Kentaro, Sosuke terdiam sebentar, senyum percaya dirinya hilang, kemudian ia mulai menatap tajam Kentaro.

"Kau pikir aku seseorang yang masih terjebak dalam masa lalunya seperti dirimu?"

ucap Sosuke sambil menatap tajam Kentaro.

"Aku sudah dari lama berdamai dengan diriku sendiri, berbeda denganmu yang masih terjebak dalam masa lalumu dan mencoba melampiaskan nya ke anakmu sendiri,"

ucap Sosuke, hal ini membuat Kentaro tambah geram lagi.

"Diamlah! Aku melakukan ini semua agar dia menjadi anak yang sempurna!"

ucap Kentaro dengan frustrasi.

"Hmm... Kau bicara seperti orang tua kita dulu, Kentaro,"

ucap Sosuke, hal ini membuat Kentaro terdiam.

"Sempurna, yah? Maaf, tapi aku harus memberitahukan mu fakta yang mungkin menyakitkan bagimu. Di dunia ini, tidak ada yang namanya kesempurnaan,"

ucap Sosuke sambil berjalan perlahan ke arah mereka.

"Ini mungkin terdengar klise, namun seperti itulah faktanya. Rata-rata manusia itu mengagumi kesempurnaan dan terobsesi untuk menemukannya. Tapi, disinilah muncul pertanyaan nya... Apa gunanya mencapai kesempurnaan, Kentaro?"

tanya Sosuke pada Kentaro, Kentaro terdiam, bingung untuk menjawab.

"Ya, seperti yang kau pikirkan, tidak ada, tak ada sama sekali. Kau tau? Aku ini membenci kesempurnaan. Jika sesuatu itu telah sempurna, maka tak ada yang tersisa untuk diperbaiki, tak ada ruang untuk kreativitas maupun tempat untuk peningkatan."

ucap Sosuke sambil mengamati lukisan dari berbagai orang orang terkenal. Saat Sosuke berjalan mengamati lukisan, suaranya yang tenang namun berat menggema di ruang makan yang mewah itu. Lampu gantung kristal di atas mereka seolah ikut bergetar saat Sosuke menatap tajam Kentaro, membuat Kentaro yang berkuasa tiba-tiba merasa kecil di depan kakaknya sendiri.

"Bagi ilmuan seperti ku, kesempurnaan adalah jalan buntu, sebuah kondisi dimana hanya ada keputusasaan saja. Dengan kata lain, Kentaro... Momen dimana kau membicarakan tentang kesempurnaan... Adalah momen dimana kau bicara tentang hal yang mustahil di dunia ini,"

ucap Sosuke sambil menatap tajam ke arah Kentaro.

Di sisi lain, Shinji masih meminta untuk Raito ikut pertandingan kendo bulan depan nanti.

"Intinya, aku tidak mau ikut pertandingan hanya untuk hal sepele seperti ini. Itu hanya akan membuang waktuku saja, kalau gak ada hal lain lagi, aku pergi dulu ya,"

ucap Raito sambil berjalan melewati Shinji dengan tangannya di saku nya.

"Raito... Selama beberapa tahun ini, apa yang terjadi kepadamu?"

tanya Shinji sambil balik badan menatap punggung Raito.

"Setidaknya waktu itu, wajahmu masih penuh semangat saat kau mengalahkan ku di turnamen itu,"

ucap Shinji, Raito diam untuk sesaat, kemudian ia lanjut berjalan.

"Bukan urusanmu,"

ucap Raito dengan dingin saat berjalan pergi, meninggalkan Shinji disana sendirian. Hujan yang besar di malam hari itu membasahi tubuhnya, dibarengi dengan petir yang sesekali menyambar, Shinji melihat punggung Raito saat ia berjalan pergi, yang kini sudah berbeda saat Shinji melihat punggung Raito dulu saat dikalahkan olehnya di turnamen.

1
demo123@163.com
demo123@
Reumen Husby
eaaa keren om ceritanya🗿
Reumen Husby: semangatz buatz lanzutin ceritanya ya omz
total 2 replies
Firefly husband
Luxu banget Raito tsundere🤣
Ambu Iroh
ceritanya menarik dan bagus bgt
kikyoooo
bagus kak ceritanya. yuk saling support penulis baru... 😍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!